HomeEkonomi BisnisPemkab Blora Terima Kunjungan Kerja Pengelolaan Migas dari Timor Leste

Pemkab Blora Terima Kunjungan Kerja Pengelolaan Migas dari Timor Leste

0 0 likes

Bagikan

kabarblora.com – Penerimaan kunjungan kerja study tour dari Timor Leste dalam rangka belajar tentang pengelolaan sumber daya alam minyak dan gas bumi (Migas) di Kabupaten Blora dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora di lantai II gedung Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda), Rabu (13/3/2019) sekitar pukul 09.30 WIB.

11 orang peserta study tour dari Timor Leste yang terdiri dari perwakilan Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) seperti Staf Pemerintah Timor Leste dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yaitu Sabino Gusmao Fitun (Core Group Tranparancy (CGT), Yonatan Gonsalves (Core Group Tranparancy (CGT), Junior da Costa de Araujo (Raes Hadomi Timor Oan (RHTO), Trifonio Flor Sarmento (Timor Leste Ectractives Industries Tranparancy Initiative (TL-EITI), Quintino Amaral Barros, Assosiasaun Rede Covalima (ARC), Agostinho Gusmao (District Development), Martinho dos santos C. Neno (Rede Informasaun Oecuse (Reino), Pascoela Aida D.C. Exposto, Rede Feto Timor Leste (RFTL), Carolino Marques (Mata Dalan Istitute (MDI), Zeca Nunes (OXFAM, Land and Social Accountability) dan Lucio J Savio (OXFAM, Inclusive Development Program Manager) diterima oleh Asisten II Sekretaris Daerah, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Direktur Utama Blora Patra Energi dan Direktur Utama PT Blora Patragas Hulu Kabupaten Blora.

Mewakili Bupati Blora yang berhalangan hadir karena ada agenda kerja ke Semarang, Drs Suryanto, M.Si selaku Asisten II Ekonomi dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Blora mengungkapkan kebanggaannya kepada Pemkab Blora karena dalam pengelolaan sumur-sumur minyak tua yang ada termasuk yang terbaik.

“Terbaik artinya kerjasama antara masyarakat dengan Pertamina itu baik, masyarakat dengan lingkungan itu baik, masyarakat dengan Pemkab Blora juga baik. Tidak ada kabar berita kalau masyarakat melakukan pengrusakan hutan dan masyarakat melanggar aturan. Itu tidak ada. Jadi kita merasa bangga. Kedua, kita juga bangga dengan teman-teman dari Timor Leste. Artinya mereka mau belajar. Kebetulan, tempat belajarnya itu tidak salah. Karena belajarnya di Blora,” kata Drs Suryanto, M.Si, Rabu (13/3/2019)

Menurut Suryanto, Blora punya pengalaman yang positif. Sehingga, tidak menutup kemungkinan kegiatan studi banding yang dilakukan nantinya  bisa ditindaklanjuti dengan kerjasama yang lebih mendalam.

“Harapan saya, mudah-mudahan kerjasama ini berkelanjutan. Kita welcome. Karena ini bertujuan positif untuk mengangkat derajat kehidupan,” tandasnya.

Lucio J Savio, Inclusive Development Program Manager dari OXFAM dalam pemaparannya mengatakan bahwa kunjungannya bersama rekan-rekan Timor Leste ke Blora adalah dalam rangka belajar tentang eksplorasi dan eksploitasi migas.

“Terkait dengan pengelolaan Migas, kita mau cari referensi yang terbaik itu gimana. Bagaimana pembagian pendapatan hasil dari Migas serta dampaknya terhadap lingkungan hidup, ekonomi dan sosial,” terangnya.

Menurut Lucio, saat ini Timor Leste baru dalam proses desentralisasi, pembagian kekuasaan dari pusat ke daerah.

“Undang-undang terkait Migas juga baru dalam draft di parlemen. Kita sangat berterimakasih kepada dinas-dinas terkait di Pemerintah Kabupaten Blora seperti Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Lingkungan Hidup, PT Blora Patra Energi dan PT Blora Patragas Hulu dan rekan-rekan komunitas Jelajah Blora,” ujar Lucio.

Terkait dengan ketenagakerjaan, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Blora Setyo Edy, SH, M.Hum menilai bahwa selain melibatkan masyarakat lokal, pemerintah Timor Leste perlu menyiapkan dasar hukum dan peraturannya.

“Masalah ketenagakerjaan itu tidak lepas dari kebijakan pemimpin daerah, sehingga sebelum mengeluarkan rekomendasi, baik rekomendasi untuk ijin penambangan itu harus dicantumkan bahwa tenaga lokal harus disertakan. Prosentasenya silahkan berapa, sehingga mereka ikut berpartisipasi dalam melakukan eksplorasi. Setelah bekerja itu tenaga kerja harus diikutkan asuransi, baik dalam ketenagakerjaan maupun dalam kesehatan. Tentunya di samping kewajiban perusahaan untuk memberikan pelatihan-pelatihan,” kata Setyo Edy, SH, M.Hum.

Dari sisi pengelolaan lingkungan hidup, Ir Dewi Tedjowati selaku Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora mengungkapkan, karena perundang-undangan di Timor Leste masih nasional, semua perijinannya masih bersifat umum.

“Kalau di Blora, untuk perijinan eksplorasi dan ijin eksploitasi kan sendiri-sendiri, tapi kalau di sana katanya Pak Lucio masih jadi satu. Nah, yang rekan-rekan inginkan adalah regulasi di daerah,” ujarnya.

Menurut Kadinas berjilbab ini, akhir-akhir ini pertambangan khususnya sektor Migas di Blora banyak yang dilegalkan.

“Hampir semuanya sekarang sudah legal berijin. Kalau kemarin-kemarin memang belum. Cuma yang jadi masalah sekarang di Blora adalah kekurangaktifan para pelaku usaha membuat laporan per semester ke kita,” bebernya.

Terpisah, saat dikonfirmasi oleh Kabar Blora, Christian Prasetya, SE., MM selaku Direktur Utama Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT Blora Patra Energi (BPE) Kabupaten Blora mengungkapkan rasa kebahagiaannya bisa berbagi pengalamannya dengan perwakilan dari Timor Leste.

“Kami berbahagia sudah bisa berbagi pengalaman dalam pengelolaan sumur tua, seperti pengalaman Kerjasama Operasi (KSO) bersama rekan-rekan Timor Leste. Saya berharap rekan-rekan bisa mendapatkan pengalaman yang bisa diterapkan di Timor Leste. Semoga kita bisa membangun silaturahmi ke depan,” kata Christian Prasetya, SE, MM, Direktur Utama PT Blora Patra Energi (BPE) Kabupaten Blora.

Hal senada juga disampaikan Imam Mukhyar selaku Direktur Utama PT Blora Patragas Hulu (BPH) Kabupaten Blora yang sangat menghargai kemauan yang kuat dari civil society dan pemerintah Timor Leste terkait dengan pengelolaan sumber daya alam yaitu Migas untuk kepentingan bersama.

“Kita berikan yang mereka butuhkan, kita paparkan. Barangkali semisal dari kita ada yang kurang, tentunya bisa diperbaiki sesuai dengan kondisi di sana,” pungkasnya.

Pertemuan berakhir sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah perwakilan Timor Leste memberikan cinderamata dan dilanjut makan bersama, rombongan menikmati seduhan kopi di Cafe 33 Mlangsen Blora.

Facebook Comments