HomeEkonomi BisnisAda Dewan Bisnisan Pupuk Saat Petani Bingung, Ini Kata 2 Wakil Ketua DPRD Blora

Ada Dewan Bisnisan Pupuk Saat Petani Bingung, Ini Kata 2 Wakil Ketua DPRD Blora

Ekonomi Bisnis News 0 1 likes 1.5K views share

kabarblora.com – Dua pimpinan DPRD Kabupaten Blora angkat bicara soal isu adanya anggota dewan bisnisan pupuk di tengah petani bingung mendapatkan pupuk. Ditengarai, caranya terlibat bisnis tersebut dengan memakai nama orang lain.

Pengakuan Siswanto selaku Wakil Ketua DPRD Kabupaten Blora dari Fraksi Golkar, adanya fakta tersebut tidak dipungkirinya. Dia bilang, hal itu tidak menjadi problem jika tidak memakai nama pribadi.

“Kalau ada yang atas nama DPRD sendiri, itu jelas pelanggaran dan dilarang. Itu diatur dalam undang-undang pemerintah daerah nomor 23 tahun 2014,” ungkap Siswanto, belum lama ini.

Bagi Siswanto, tidak masalah jika anggota DPRD Kabupaten Blora punya usaha pupuk bersubsidi selama nama legal formalnya bukan nama yang bersangkutan.

Dia bilang, hal itu diperbolehkan meskipun secara etik dipandangnya kurang tepat.

“Prinsip kita begini, yang penting jika rekan-rekan DPRD seperti itu, jangan atas nama rekan DPRD sendiri usahanya. Sebaiknya pakai nama kerabatnya dan harus pula mengikuti aturan yang berlaku,” terangnya.

Terkait aturan baku yang berlaku, Siswanto menyebut, sekarang ini pihaknya belum mengetahui secara detail ada tidaknya aturan mengenai kode etik yang dikhususkan untuk para anggota DPRD Kabupaten Blora.

“Soal kode etik, ada tidaknya akan kita lihat dulu,” katanya.

Sementara itu, pengakuan Mustopa selaku wakil ketua DPRD Kabupaten Blora dari fraksi PKB menyatakan akan mengundang pihak-pihak terkait.

Mustopa menduga, sejumlah anggota dewan yang terlibat dalam lingkaran bisnis pupuk, sebelum yang bersangkutan menjadi wakil rakyat.

“Nanti coba (anggota DPRD yang jualan pupuk) kita ajak diskusi bagaimana baiknya pelayanan pupuk ini untuk kepentingan masyarakat,” katanya.

Diketahui, permasalahan pupuk di Blora bikin sengsara masyarakat kalangan petani karena jatahnya minim. Selain itu, penjual pupuk bersubsidi main-main dengan ‘intil-intil’ nonsubsidi.

Facebook Comments