HomeNewsAksi Kreatif Warga Soroti Kegagalan Pilkades di Blora

Aksi Kreatif Warga Soroti Kegagalan Pilkades di Blora

News Pemerintahan Peristiwa 0 0 likes share

kabarblora.com – Meme konten Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Blora, Jawa Tengah bikin heboh masyarakat ketika beredar di dunia maya. Meme apa itu? Meme itu adalah foto calon kepala desa (Kades) tidak sebenarnya, namun disebutkan alamat Desa Dringo, Kecamatan Todanan yang merupakan salah satu desa yang gagal mengikuti Pilkades serentak.

Meme konten yang beredar di media sosial

M Haris Suhud salah seorang warga Desa Dringo, Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora mengaku, bahwa meme konten Pilkades yang bikin masyarakat penasaran itu adalah ide kreatif para pemuda setempat.

Baca Juga: Gonjang-Ganjing PTSL, Alamat Aliansi LSM Ternyata Palsu 

Haris sapaan akrabnya, menceritakan mulanya meme konten Pilkades itu tersebar hanya dikalangan sesama rekan dan media sosialnya saja lantaran rasa kekecawaan terhadap kegagalan Pilkades di Desa Dringo.

“Meme ini sebagai bentuk kritik pada perbup yang begitu banyak celah dan tidak tegas. Namun disisi lain, meme ini adalah bentuk apresiasi pada Pilkades serentak di Blora,” ujarnya kepada kabarblora.com, ditulis 1 Agustus 2019.

Meme konten yang beredar di media sosial

Haris mengatakan kegagalan pilkades dibeberapa daerah menjadi perlu adanya evaluasi untuk Kabupaten Blora agar mengatur regulasi tentang kepemiluan tingkat desa lebih matang. Kata dia, kedepan harusnya tidak terulang lagi.

Baca Juga: Gonjang-Ganjing UNBK; Kontraproduktif Ataukah Kontributif ?

“Ini termasuk pelecehan demokrasi, harapannya bupati beberapa waktu lalu akan menindak tegas bagi calon yang mempermainkan Pilkades, kami tunggu,” tuturnya.

Lanjut dia, kalau bupati tidak mau memberi sanksi, sudah jelas bupati semakin tidak punya harga diri. Sebab, kata dia, calon Kades bisa dengan mudah memanfaatkan celah Perbup.

“Ingat kalian digaji pakai uang rakyat. Kerja yang serius, buat perbup jangan tumpang tindih. Cepat direvisi,” sindir Haris.

Kemudian warga Desa Dringo yang lain, ketika dikonfirmasi mengenai hal itu, mengatakan bahwa warga di Desa Dringo memang banyak yang kecewa karena tidak jadinya Pilkades.

“Iya, di meme Itu juga ada tagarnya #MenolakDiam. Sebagai warga negara yang berpaham demokrasi, kita tidak boleh diam saat demokrasi dilecehkan,” kata Irham yang merupakan pemuda setempat.

Menurut Irham, melampiaskan kekecewaan dengan meme konten adalah bentuk cara kreatif dan tidak menggunakan kekerasan.

“Tinggal bupati dan jajarannya saja. Jika punya malu dan harga diri tentu orang-orang yang sudah melecehkan demokrasi segera dipanggil dan diberi sanksi,” katanya.

Baca Juga: Meretas Jalan Menuju Kader Paripurna

Mengetahui hal ini, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Blora, Hariyanto membenarkan bahwa Desa Dringo adalah salah satu desa yang tidak memenuhi syarat mengikuti Pilkades yang akan diselenggarakan secara serentak.

Kepala Dinas PMD Kabupaten Blora, Hariyanto

“Iya, sesuai penetapan kemarin,” pesannya singkat ketika dihubungi kabarblora.com melalui selularnya.

“Sesuai aturan dimungkinkan di undur. Maaf lain kali disambung lagi ya, ini baru rapat di STTR,” imbuh Hariyanto.

Sebelumnya, ketika kabarblora.com hendak meminta keterangan dari Kepala Bidang Pemerintah Desa (Pemdes), Dwi Edy Setyawan, enggan memberikan informasi sebagai pemangku kepentingan yang membidangi. Selain itu, saat dihubungi juga merijek telepon tanpa ada kejelasan yang disampaikan.

Diketahui, ada beberapa desa yang tidak memenuhi syarat Pilkades yang akan diselenggarakan di 244 desa se-Kabupaten Blora pada 4 Agustus 2019 mendatang. Dipastikan, Desa Dringo (Kecamatan Todanan) salah satunya.

Facebook Comments