HomeNewsAncang-ancang Pilkada Blora Tunggu Restu Kiai Hingga Menunggu Hasil Kongres

Ancang-ancang Pilkada Blora Tunggu Restu Kiai Hingga Menunggu Hasil Kongres

kabarblora.com – Sejumlah nama dikabarkan mulai muncul akan berkompetisi dalam kontestasi Pilihan Kabupaten Daerah (Pilkada) Blora, Jawa Tengah di tahun 2020 mendatang.

Sebagian sudah mulai terang-terangan menyatakan kesiapannya untuk maju dan adapula yang belum secara terang-terangan. Sementara partai politik dalam perolehan kursi terbanyak justru masih belum ada nama yang bakal diusung.

Adapun nama yang dikabarkan akan maju dalam Pilkada, diantaranya adalah Arief Rohman Wakil Bupati Blora, Bambang Susilo Ketua DPRD Blora, Abu Nafi Caleg Terpilih Provinsi Jawa Tengah yang juga mantan wakil Bupati Blora, Umi Kulsum Istri Bupati Blora, salah satu putra Bupati Blora, Bambang Sulistiyo anggota DPRD Blora dari Partai Demokrat, dan berhembus pula poster yang beredar di media sosial yaitu poster atas nama Edi Suwarno bakal ikut meramaikan. Untuk politisi PDI Perjuangan sampai saat ini belum diketahui namanya.

Wakil Bupati Blora, Arief Rohman belakangan ini diketahui awak media lagi gencar-gencarnya dalam melaksanakan kegiatan sosial hingga bermedia sosial di facebook dan Instagram. Di kabarkan ke sejumlah awak media di Blora, ia akan maju dalam pilkada Blora 2020. Dalam jangka waktu yang relatif lama itu, politisi PKB tersebut mengaku masih menunggu restu dari kiai sepuh.

“Saya sebagai santri untuk pilkada ini masih jauh dan menunggu restu para kiai seperti apa, kiai-kiai sepuh yang saya mintai doa mengijinkan nopo mboten,” ujarnya belum lama ini.

Kiai sepuh yang dimaksud, dia menyebutkan beberapa kiai besar di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Nama Cak Imin (Muhaimin Iskandar) Ketua DPP PKB dan Kyai Said Aqil Siroj Ketua PBNU turut dia sebutkan. “Lha ini penugasannya seperti apa,” tambahnya.

Terkait kesiapan pilkada, pihaknya mengaku dari partai. “Ya, kalau kita ditugaskan oleh partai dan direstuai oleh para kiai, ya bismillah. Tapi kan masih lama,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKB Blora Abdul Hakim menyatakan, kalau memang kadernya yang ingin maju akan tetap didukung. “Partai juga sangat beruntung punya pak Wabup,” katanya.

Hanya saja, kata dia, pilkada masih lama. Partai juga sebelumnya harus menehuhi beberapa tahap pendaftaran yang perlu dilalui. “Pendaftaran juga masih belum dimulai masih menunggu intruksi dari DPP,” jelasnya.

Poster Ketua DPRD Blora, Bambang Susilo

Sementara, Ketua DPRD Blora, Bambang Susilo secara terang-terangan menyatakan akan maju dalam pilkada mendatang. Hal itu diketahui pada gambar poster kesiapannya untuk menjadi Blora-1. Bahkan, dalam tampilan foto profil Whatsap-nya dipasang poster tersebut juga.

Saat dikonfirmasi, terkait rencana selanjutnya, Bambang berkomentar secara blak-blakan. “Insyaalloh siap maju mas,” ujar politisi Demokrat tersebut.

Selanjutnya informasi diperoleh dari Wakil ketua PPP Blora, Achlif Nugroho Widi Utomo, Abu Nafi sudah mulai meminta restu untuk mencalonkan diri sebagai Bupati Blora. Setelah pada 17 April lalu, ketua DPC PPP itu memenangkan kursi sebagai anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Dapil Blora Grobogan.

Saat pengurus DPC PPP Blora ini dikonfirmasi, sampai saat ini dari internal belum ada pembahasan terkait pencalonan Abu Nafi. “Belum ada komunikasi soal itu, bahkan diinternal belum ada pembahasan,” ujarnya.

“Semua berpotensi untuk maju di Pilkada, termasuk saya. Tergantung kedepan nanti kesepakatannya bagaimana,” imbuhnya.

Baliho Ketua PPP Kabupaten Blora, Abu Nafi

Terpisah, Abu Nafi ketika di konfirmasi mengatakan kesiapannya akan maju di Pilkada 2020 mendatang. Untuk koalisinya belum dijelaskan secara terang-terangan.

“Insyaalloh saya maju mas, mohon doa restunya,” ucap Abu Nafi yang diketahui saat ini berhasil maju di kursi DPRD Jawa Tengah melalui Fraksi PPP.

“Kalau saat ini berbicara koalisi itu masih terlalu dini mas, tapi insyaalloh ada,” Pungkasnya menambahkan.

Hampir sama dengan yang lain, Ketua DPC PDI Perjuangan Blora, HM Dasum yang sebelumnya pernah mencalonkan diri sebagai Calon Bupati-Calon Wakil Bupati Blora berpasangan dengan Abu Nafi tidak banyak memberikan informasi terkait maju tidaknya dalam Pilkada 2020. Saat disinggung apakah akan maju dalam pilkada mendatang, Dasum mengaku tidak.

Dirinya lebih memilih duduk di kursi DPRD Blora setelah memperoleh kursi dari Dapil 2 Blora (Cepu, Sambong, Kedungtuban). “Saya di Dewan saja,” jelasnya.

Terkait adakah calon bupati yang akan diusung, dirinya mengaku masih harus menunggu kongres partainya yang akan dilaksanakan pada tanggal 8-10 Agustus 2019 mendatang. “Nanti menunggu kongres, keputusannya seperti apa.” Tandasnya.

Membahas tentang Pilkada Blora kedepan, pemerhati Politik Tri Martana kepada awak media mengatakan, Formula koalisi perlu dibangun sejak awal karena tokoh yang akan diusung harus terlebih dahulu dikenal oleh publik.

“Jika mempergunakan waktu yang disediakan KPU beserta alat peraga kampanye tentu tidak cukup, sehingga mulai saat ini tokoh-tokoh tersebut harus sudah dimunculkan di ruang publik,” katanya.

“Semakin lama durasi waktu pengenalan calon semakin baik karena publik punya waktu yang cukup untuk membedah track recordnya,” Martana memungkasi. (AS/ADN)

Facebook Comments