HomeNewsAndyka Fuad Ibrahim: Jangan Lupa Arti dan Makna Sumpah Pemuda

Andyka Fuad Ibrahim: Jangan Lupa Arti dan Makna Sumpah Pemuda

2 1 likes

Bagikan

kabarblora.com – Generasi ke generasi di Kabupaten Blora semakin hari lupa akan makna peranannya sebagai Pemuda. Mereka lebih menentukan pilihannya untuk berkiprah diluar Blora. Penyebab utamanya adalah mereka mayoritas sulit dan bingung berkiprah di ruang lingkup daerah sendiri. Bukan tanpa sebab, ini perlu kiranya perhatian demi generasi di Kabupaten Blora. Pemuda harusnya mendapatkan prioritas awal jika Blora ingin menjadi lebih baik.

Tidak bisa dielakkan,  memang dibutuhkan peran besar pemerintah dalam memupuk dan mengembalikan semangat nasionalisme dan patriotisme para pemuda.

Andyka Fuad Ibrahim (Ketua Umum HMI Blora Periode I : tahun 2006/2008)

Menurut Andyka banyak yang bisa dilakukan untuk negeri ini, meski sekecil apapun itu.

“Kebanyakan pemuda – pemudi di Blora itu Bingung mas, mereka mau berbuat apa dan harus bagaimana, Sedikit banyak harus ada peran serta pemerintah, harapannya mudah – mudahan support dari pemerintah lebih banyak diberikan, mulai dari penanaman skill untuk pemuda – pemudi, sampai memupukkan rasa percaya diri generasi ke generasi agar networking para pemuda pemudi bisa terbangun,” ungkap Andyka, Jum’at (27/10/2017) di Kedungjenar, Blora.

Tanggal 28 Oktober selalu ada bukan tanpa makna, adalah Hari Sumpah Pemuda yang pernah di ikrarkan dalam momen Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928. Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak sejarah yang penting bagi bangsa Indonesia dan bukti otentik bahwa dikala itu bangsa Indonesia dilahirkan, Proses kelahiran Bangsa Indonesia ini merupakan buah dari perjuangan rakyat yang selama ratusan tahun tertindas dibawah kekuasaan kaum kolonialis pada saat pada saat negara ini dijajah, kondisi ketertindasan inilah yang kemudian mendorong para pemuda pada saat itu untuk membulatkan tekad demi mengangkat harkat dan martabat hidup orang Indonesia asli, tekad inilah yang menjadi komitmen perjuangan rakyat Indonesia hingga berhasil mencapai kemerdekaannya yaitu pada 17 Agustus 1945.

Ada tiga butir penting di Hari Sumpah Pemuda yaitu bertanah air satu, berbangsa satu, dan berbahasa satu. Tiga hal ini merupakan faktor penting bagi negara Indonesia.

Sesuai namanya, Sumpah Pemuda dirumuskan oleh para pemuda. Mereka kemudian menjadikannya sebagai dasar untuk membangkitkan rasa nasionalisme. Para pemuda tidak lagi berjuang sendiri, melainkan bersama-sama. Perlu diketahui, Sumpah Pemuda tidak lahir begitu saja. Banyak hal yang melandasi para pemuda bertekad untuk bersatu. Mereka berpikir tidak akan bisa membuat Indonesia merdeka jika berjuang di kelompok sendiri. Semangat mereka dilandasi oleh jiwa nasionalisme dan patriotisme. Namun  semangat itu belakangan dirasa sudah mulai kendur (melemah) dan menjauh dari kehidupan sebagian pemuda.

“Jangan sampai kita semakin jauh dengan tahun kemerdekaan dan sumpah pemuda, semakin lupa juga arti dan maknanya. Semua orang, punya kewajiban dan bisa berkontribusi membangun negeri ini, sesuai dengan kapasitas masing-masing. Kita harus memupuk keyakinan kita bagaimana caranya kita bisa berperan aktif dikeseharian kita untuk memikirkan generasi ke generasi bisa berfikir lebih cermat dan mencermati terhadap peran – peran kepentingan berkelompok dan individu, dibawa kemana arahnya ditujukan kemana niatnya”. Ungkap Andyka. (TIMKB)

Facebook Comments