HomeJawa TengahAudiensi PTSL Dengan Kades Trembul Batal Warga Kecewa, LSM Bilang Audiensi Ditunda Atau Lapor Ke Penegak Hukum

Audiensi PTSL Dengan Kades Trembul Batal Warga Kecewa, LSM Bilang Audiensi Ditunda Atau Lapor Ke Penegak Hukum

Jawa Tengah News Pemerintahan Peristiwa Suara Warga 0 0 likes 2.8K views share

kabarblora.com – Puluhan warga yang datang ke Balai Desa Trembulrejo Kecamatan Ngawen untuk mengikuti audensi perihal dugaan pungutan liar (Pungli) dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2018 banyak yang kecewa. Hal ini dikarenakan audiensi yang rencana dilakukan Rabu (24/10) tadi mulai pukul 09.00 WIB oleh sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang mengatasnamakan Aliansi Peduli Transparansi batal dilakukan.

“Batal, Mas, Kepala Desanya tidak ada. Kordinator LSM-nya juga tidak hadir. Sekarang ini warga Trembulrejo sangat kecewa. Sudah dibela-belani libur kerja tapi malah audiensi dibatalkan. Bahkan kita tunggu hingga pukul 12.00 lebih juga tidak ada,” kata salah satu warga desa yang enggan disebut namanya.

Surat tertanggal 16 Oktober 2018 atas nama Aliansi Peduli Transparansi yang dikirimkan ke Kepala Desa adalah untuk mengetahui lebih lanjut perihal proses PTSL di Desa Trembulrejo. Surat dengan nomor 04/Als.RT./X/2018 tersebut ditandatangani oleh 3 orang yaitu Tejo Prabowo (LSM Jati Bumi), R Suryawan (LSM Pending Mas) dan Suwarsono (LSM Pusat Peranserta Masyarakat)

Dari penuturan beberapa warga, biaya PTSL ditarik sebesar Rp 300 ribu dan masih ditambah biaya Rp 200 ribu guna pembayaran segel atau pengurusan pemecahan atas nama dalam sertifikat.

“Biaya per segel Rp 200 ribu. Kalau satu sertifikat dipecah lima, maka biaya pembayarannya Rp 200 ribu dikalikan lima,” kata Agus warga Desa Trembulrejo.

Ketidakhadiran Kades dan koordinator LSM di acara audiensi PTSL yang sudah diagendakan sebelumnya membuat sebagian besar warga menaruh kecurigaan.

“Kalau seperti ini, saya dan warga lainnya jadi curiga, jangan-jangan LSM dan Kades sudah main mata,” ujar Kis warga setempat.

Terpisah, salah satu koordinator acara audiensi LSM Pending Mas yaitu Rudito  Suryawan sewaktu dihubungi wartawan mengatakan bahwa batalnya audensi tersebut karena Kades tidak berada di tempat.

“Iyo, ora sido, Kadese ora teko (Iya, tidak jadi, Kadesnya tidak datang),” beber Rudito Suryawan yang akrab disapa Kaji Rudi, Rabu (24/10) siang.

Lanjut Rudi, ada informasi bahwa Kades Trembul tadi pagi ada undangan ke pendopo kabupaten Blora dalam rangka persiapan Hari Pangan Se-Dunia yang akan dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah.

Menurutnya, paska batalnya audiensi tadi pagi, dirinya akan mengirimkan surat permohonan audiensi lagi atau melaporkan langsung dugaan kasus pungli tersebut ke pihak yang berwenang.

“Ada dua kemungkinan, pertama, audiensi ini kita tunda. Yang kedua, kita akan langsung laporan ke aparat penegak hukum,” pungkasnya.

Sampai berita ini diturunkan, Kades Trembulrejo Ahmad Sucipto belum bisa dihubungi. (*)

Facebook Comments