HomeEkonomi BisnisBelajar Migas, 11 Orang Perwakilan Republik Demokratik Timor Leste Studi Banding Ke Blora

Belajar Migas, 11 Orang Perwakilan Republik Demokratik Timor Leste Studi Banding Ke Blora

Ekonomi Bisnis Nasional News Pemerintahan Peristiwa 0 0 likes share

kabarblora.com – 11 orang perwakilan dari Republik Demokratik Timor Leste (RDTL) yang terdiri dari Staf Pemerintah Timor Leste dan Lembaga Swadaya Masyarakat rencana akan mengadakan studi banding tentang pengelolaan sumber daya alam minyak dan gas (migas) di Blok Cepu, Kabupaten Blora, Propinsi Jawa Tengah, 11-15 Maret 2019.

Dalam suratnya yang ditujukan kepada Bupati Blora dan beberapa Kepala Dinas terkait seperti Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perijinan, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora serta Direktur Pertamina EP Cepu, Kepala PPSDM Migas Cepu dan Direktur ExxonMobil Cepu Limited menyebutkan bahwa tujuan dari studi banding dilakukan ke Blora dikarenakan Kabupaten Blora dipandang cukup berhasil dalam pengelolaan migas.

“Di mana seperti kami dengar dan pelajari dari berbagai sumber bahwa Pemerintah Kabupaten Blora, perusahaan pertambangan dan masyarakat mampu bersinergi untuk bersama-sama mengambil menfaat dari sumber kekayaan alam tersebut untuk menunjang program peningkatan pembangunan di bidang ekonomi, sosial, budaya dan juga menanggulangi penurunan kualitas dan kelestarian lingkungan,” kata Jorge da Silva Moniz, Acting Country Director OXFAM di Timor Leste.

Menurut Jorge da Silva Moniz dalam surat tertanggal 25 Februari 2019 tersebut, tujuan dari diadakannya studi banding ini adalah untuk mendapatkan pengetahuan dari pengalaman kegiatan industri minyak on-shore (darat, red) dan kegiatan down stream (hulu) di Blok Cepu serta belajar mengenai pengalaman proses pendapatan dan bagi hasil eksploitasi migas antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Daerah dan masyarakat lokal di wilayah sekitar pertambangan.

“Di samping itu tentunya untuk mendapatkan data dan informasi mengenai proses ekstraktif minyak dan ekstraktif pertambangan lainnya yang ada hubungannya dengan dampak sosial, politik, ekonomi, lingkungan hidup dan juga kultur yang ada,” ujarnya.

Dalam 5 (lima) hari melakukan proses pembelajaran di Blora, harapannya bisa menjadi referensi dalam implementasi Proyek Laut Selatan (Projeitu Tasi Mane) di Timor Leste bagi Pemerintah Timor Leste dan intitusi yang relevan lainnya. (*)

Facebook Comments