HomeNewsBeri Ruang Yang Cukup Bagi Generasi Muda !!!

Beri Ruang Yang Cukup Bagi Generasi Muda !!!

News Politik Suara Warga 0 2 likes 890 views share

kabarblora.com – Pesan tersebut seakan  menjadi stressing, sinyal sekaligus motivasi yang  sangat ditekankan dalam audiens Tim Kabar Blora dengan Siswanto, tokoh muda yang menduduki Pimpinan Tertinggi Partai Golkar di Kabupaten Blora sekaligus sebagai anggota DPRD Blora.

Semangat Siswanto Ketua Golkar Kabupaten Blora mengikuti Kerja Bakti di Dukuh Pakis Desa Andongrejo Kec. Blora Kab. Blora (Foto : Dokumentasi kabarblora.com)

Pesan mendalam yang mempunyai relevansi historisitas dengan perjalanan karirnya sebagai seorang politisi muda. Jadi membicarakan “ruang bagi generasi muda” merupakan hal yang genuine, otentik dan bobot kapasitas  yang mumpuni dalam diri Siswanto.

Sebagai seorang politisi yang tidak mempunyai darah biru aristokrasi politik dalam tubuh partai Golkar tentu bukan hal mudah untuk meniti karier politik di dalamnya. Apalagi hingga berhasil menduduki jabatan sebagai Ketua, tentu membutuhkan political tricky, patronase yang solid serta syaraf baja untuk meredam kontraksi-kontraksi dari proses kontestasi dan kandidasi dalam proses pemilihannya.

Maka pesan agar generasi muda mendapat ruang yang cukup termasuk dalam bidang politik terasa sahih dalam kapabilitas Siswanto. Ruang, dalam kajian sosial paralel dengan konsep public shpere yang digagas oleh Teoritisi Sosial Jerman, Max Weber dan dikonseptualisasikan lebih teoritis oleh Juergen Hubbermarsh  dari negara yang sama.

Public sphere merupakan ruang dimana setiap individu secara bebas dapat bertukar gagasan tanpa tekanan dan hegemoni kekuasaan politik maupun ekonomi. Ketika ruang-ruang tersebut tersumbat maka empowering atau pemberdayaan publik harus diperkuat.

Keterbukaan ruang publik merupakan sebuah keniscayaan bagi partisipasi warganya.  Dan ruang publik dalam dimensi keragamannya termasuk ruang poltik inilah yang konsen digeluti dan menjadi ruh aktivitas politik Siswanto.

Tanpa perjuangan yang keras tentu mustahil baginya bergerak dari pinggiran menuju pusat, dari peripheral menuju central kekuasaan. “Setiap pemimpin ada masanya, setiap masa ada pemimpinnya,” tegas Siswanto.

Tentu ungkapan simbolik tersebut semakin mempertegas pentingnya menempatkan proses regenerasi sebagai sebuah social engineer atau rekayasa sosial yang perlu dipersiapkan.

Lebih tajam lagi Siswanto juga mengingatkan kembali pesan betapa urgensinya peran pemuda dengan menyitir pesan Ir.  Soekarno, “Beri aku 10 orang tua maka akan kucabut Mahameru dari akarnya atau beri aku 10 pemuda maka akan kuguncang dunia. 

“Yang harus diyakini oleh pemuda dalam mengejar tujuannya, pemuda jangan terlalu bersandar pada uang. Kekuatan karakter itu lebih penting,” imbuhnya.

Pada bagian akhir koresponden, diberikan peta problematika kepemudaan di Blora. Menurutnya problematika kepemudaan di Kabupaten Blora saat ini diantaranya adalah  spirit untuk berkumpul, berkomunitas belum terarah pada tujuan-tujuan yang langsung mengarah pada visi, misi, tujuan hidup yang sebenarnya.

Pemuda masih terjebak, mengikuti lingkungan dimana yang dia merasa nyaman, merasa dekat. Padahal kadang lingkungan yang negatif bisa menjadi jebakan yang secara tidak sadar membawa pemuda pada jalan yang jauh menuju tujuan yang sebenarnya.

Modal yang harus disiapkan dalam kancah politik tidak hanya modal uang semata. Tetapi juga modal sosial, modal mental dan modal spirit. Selama ini banyak yang menganggap bahwa modal utama politik adalah uang. Padahal sesungguhnya itu tidak benar. (timkb)

Jika sekarang pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018, siapa yang Anda pilih ? Vote Sekarang !

  • SUDIRMAN - IDA (56%, 250 Votes)
  • GANJAR - YASIN (39%, 177 Votes)
  • NETRAL/TIDAK MEMILIH (5%, 22 Votes)

Total Voters: 449

Loading ... Loading ...

Facebook Comments