HomeGaya HidupBerkubang dengan Sampah untuk Mengais Rupiah

Berkubang dengan Sampah untuk Mengais Rupiah

Gaya Hidup News Peristiwa Suara Warga Komentar Dinonaktifkan pada Berkubang dengan Sampah untuk Mengais Rupiah 1 likes share

kabarblora.com – Menjadi pengumpul sampah tentu bukan profesi idaman meskipun tidak juga selalu sebagai sebuah keterpaksaan. Begitulah Samijan (52) warga RT 1 RW 1 kelurahan Beran kecamatan Blora yang telah menekuni profesi pengumpul sampah selama belasan tahun.

“Dulunya saya pernah menjadi buruh bangunan, cleaning service bahkan sempat juga menjadi pencari katak,” kenang Samijan tentang masa lalunya saat ngobrol bersama. Rabu malam, (13/3/2019).

Pilihan menjadi pengumpul sampah yang melayani rumah tangga dan pertokoan di RW 2 Kelurahan Mlangsen dan beberapa RT di kelurahan Beran yang kesemuanya berada di kecamatan Blora, mengakhiri seluruh susah payahnya untuk mendapatkan pekerjaan yang cocok baginya.

“Kalau menuruti gengsi tentu sejak awal saya akan menolak profesi ini,” imbuhnya.

Menurutnya ada kelebihan khusus yang harus melekat dalam diri para pengumpul sampah yaitu kemampuan mengendalikan diri ketika berhadapan dengan keadaan yang sangat menjijikkan, bau yang busuk dan sering kali harus bergulat dengan lalat dan belatung. Belum lagi risiko besar terpapar penyakit dari beragam sampah terutama jenis sampah yang berasal dari kotoran hewan dan manusia.

Kondisi rumah Samijan pengais sampah di Blora (Foto: Istimewa)

Untuk itu ia sangat senang jika sampah yang berasal dari kotoran terpisah dari sampah yang lain karena adakalanya sampah-sampah tersebut masih punya nilai ekonomis.

“Sampah berupa plastik, kertas dan logam saya kumpulkan terpisah dan saya bawa pulang. Setelah cukup banyak kemudian saya jual ke pengepul rosok,” katanya sambil tersenyum.

Dengan ketekunan inilah penghasilannya sedikit bertambah. Ia juga berusaha menjaga hubungan baik dengan pelanggan dengan penuh dedikasi.

“Selain pada hari lebaran, setiap hari setelah subuh saya pasti berangkat mengumpulkan sampah. Karena saya tahu kalau tidak saya ambil hari itu juga maka akan berdampak pada kenyamanan rumah dan lingkungan,” paparnya menceritakan.

Buah dari dedikasi dan kesetiaan pada pekerjaan itulah yang mungkin mendatangkan berkah bagi diri dan keluarganya.

“Alhamdulillah, saya dapat menyekolahkan kedua anak saya hingga lulus SMA. Bahkan anak pertama sekarang menjadi tentara”, ucapnya dengan bangga.

Akhir-akhir ini kebahagiaannya semakin lengkap karena dapat menggunakan fasilitas sepeda motor sampah dari Program Kotaku 2018 dengan modifikasi unik, nyaman dan sangat menunjang profesionalitasnya sebagai seorang pengumpul sampah.

Facebook Comments