HomePolitikBlusukan Hingga Ngopi Bareng Jadi Gaya Komunikasi ‘Riza Yudha Prasetia’

Blusukan Hingga Ngopi Bareng Jadi Gaya Komunikasi ‘Riza Yudha Prasetia’

Politik 0 2 likes 1.4K views share

kabarblora.com – Bicara kepemimpinan, tentu setiap orang mempunyai style atau gaya masing-masing. Baik itu cara memimpin, gaya berpakaian, berkomunikasi, hingga ngopi bersama menjadi sebuah ciri khas tersendiri.

Gaya ini pula yang biasa dipakai oleh Presiden Jokowi dan walikota Surabaya Tri Rhismaharini. Terbukti dengan gaya itulah kedua pemimpin tersebut jadi ciri kuat sosok yang diharapkan era saat ini.

Lantas bagaimana dengan di Blora, adakah yang seringkali melakukan gaya itu? Sebutlah Riza Yudha Prasetia (RYP) yang mulai gencar melakukan hal itu, tentu masyarakat ingin pula mengetahui gaya kepemimpinan dari bakal calon Bupati Blora ini.

Terlahir dan tumbuh besar di Blora, tepatnya di Kelurahan Tempelan, tentunya juga berkeingin memajukan daerah kelahiran dengan istilah atau tagline “Balik Kandang Bangun Blora”

Yudha sapaan akrabnya, mulai memperkenalkan dirinya dan mensosialisasikan visinya untuk “Menjadikan Kabupaten Blora sebagai Kabupaten yang Maju, Hebat dan Bermartabat” yang menurutnya merupakan visi dari pengejawantahan turunan visi misi Presiden Jokowi.

“Dalam hal ini kabupaten harus sejalan dengan pemerintah pusat dan provinsi, maka percepatan pembangunan akan lebih realistis untuk diwujudkan,” kata Yudha kepada kabarblora.com, Rabu (29/1/2020).

Tak berbeda dengan masyarakat Blora umumnya, Yudha mengaku telah malang-melintang di jagat politik nasional di Jakarta selama puluhan tahun tak lantas menghapus gaya khas ‘Wong Ndeso-nya’. Spontanitas, apa adanya dan biasa berbaur.

Kemudian sisi background di pendidikannya pun tidak bisa dipandang sebelah mata. Jenjang kuliahnya di S1 dan S2 Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta. Dia memulai karirnya di Politik sebagai tenaga ahli di DPR RI (PDI Perjuangan) Aria Bima. Setelah itu kemudian dia akhirnya dipercaya masuk ke istana negara sebagai Asisten Staf Khusus Presiden Republik Indonesia (RI) bidang Komunikasi Politik.

Yudha menceritakan, dia sudah terbiasa blusukan yang hampir menjadi budaya sehari-hari. Jika dihitung-hitung, kata dia, sudah sekitar 6 tahunan melakukan kebiasaan tersebut.

“Blusukan di daerah lain, memberikan saya kesempatan untuk belajar dan mengambil apa-apa yang bisa diterapkan di Blora. Seandainya kabupaten “X” pertaniannya maju apa kiat mereka yang bisa diadopsi di Blora. Jika pembangunan di kotamadya “S” maju apa yang bisa diboyong untuk membangun Blora. Jika penghijauan di kota “B” bagus, apa yang bisa di contoh untuk diterapkan di Blora,” beber Yudha.

Yudha melanjutkan, biasanya saat ngopi bareng selalu disempatkan untuk guyonan atau bercanda bareng. Agar tidak membosankan, kata dia, ngopi bareng pun biasanya diselingi dengan diskusi.

“Saya rasa ini membuat kita seolah tanpa sekat, suasana jadi lebih kekeluargaan dan komunikasi makin gayeng, itu ya ngopi bareng,” tutur Yudha.

Riza Yudha Prasetia saat mendaftarkan diri sebagai bakal calon Bupati Blora lewat PDI Perjuangan (Foto: Istimewa)

 

Komitmen Riza Yudha Prasetia

Blusukan dan ngopi bareng dirasa sebagai hal yang tepat sebagai metode komunikasi pihaknya dengan masyarakat. Dia berkomitmen untuk tetap konsisten dan mempertahankan blusukan dan ngopi bareng apabila dia berhasil menjabat sebagai Bupati Blora mendatang.

“Dengan blusukan akan jadi tahu apa kebutuhan suatu daerah/desa, apa potensi yang bisa dikembangkan di desa tersebut, dan yang terpenting iso ngerteni uneg-uneng lan kebutuhan wargane,” demikian Riza Yudha memungkasi pembicaraannya dengan logat Blora-nya.

Facebook Comments