HomeGaya HidupBruriya Punk Blora; Antara kebebasan dan Tanggung Jawab

Bruriya Punk Blora; Antara kebebasan dan Tanggung Jawab

0 1 likes

Bagikan

kabarblora.com – Tubuhnya kurus, tinggi sedang. Ia bertato dan rambutnya gimbal. Bruriya Setiawan Nurjiwana (35) namanya, namun sahabatnya sering memanggil dengan nama “Kathex”.

Pria asli Blora, Jawa Tengah ini sudah puluhan tahun menggeluti aktivitas punk. Bahkan mungkin lebih dari separuh hidupnya telah di habiskan di dunia jalanan dan mungkin ia sudah kenyang akan pahit manisnya hidup. Namun Siapa sangka, dibalik sosoknya yang dipandang masyarakat sebagai pria liar atau bahkan menyeramkan bagi sebagian orang, tersimpan jiwa sosial tinggi di dalam dirinya.

Dimata sebagian orang mungkin Punk bisa di anggap komunitas berkumpulnya berandal jalanan atau bahkan ada yang menganggap mereka adalah sampah masyarakat. Dimana kehidupan mereka hanya di gunakan untuk hura-hura dan tidak jelas kemana arah hidup mereka. Namun bagi Bruriya pandangan tersebut adalah Salah Besar. Baginya punk adalah Merdeka, Merdeka yang benar-benar menjadi manusia yang seutuhnya dimana mereka Bebas dari segala macam aturan dan apapun hal yang dapat membatasi ruang lingkupnya. Mereka bebas Bergerak, Berkarya berimaginasi menjadi apapun yang mereka inginkan dan tanpa harus bergantung dangan apa yang di sebut UANG.

Bagi mereka kehidupan di dunia ini yang Harus di cari adalah Bahagia dan untuk mendapatkan kebahagiaan itu adalah dengan Kebebasan. Dalam dunia Punk, Uang bukan yang menjadi keutamaan dalam mejalani kehidupan, yang penting hasil dari ngamen mereka cukuplah untuk mengisi perut ketika mereka lapar, dan sisa waktu yang ada mereka gunakan untuk menyalurkan aspirasi yang ada di otak mereka, dan yang penting mereka merasa senang karena bisa menikmati hidup mereka itulah yang terpenting.

Dalam dunia Punk selain kebebasan ada satu hal lagi yang tidak bisa di pisahkan dari dunia Punk yaitu Solidaritas dan persaudaraan dalam komunitas. Itulah yang ingin di tunjukan oleh Bruriya terhadap image anak Punk yang terdengar selalu di pandang sebela mata oleh sebagian orang.

Dan mari kita kembali lagi kesosok Bruriya Si anak Punk, Selain asam manis nya kehidupan dunia Punk, ternyata banyak keahlian yang ia miliki dan yang ia pelajari selama Ini. Dimana ia pernah juga menjadi Tenaga Ahli Instalasi listrik di suatu perusahaan, juga dalam bidang seni seperti bermusik, menggambar,  dan juga menyablon. Sebagai bentuk Solidaritasnya terhadap anak-anak jalanan sering dia mengajak dan juga mengajari teman-temannya ketika dia menerima jobs. Baik itu pengerjaan Instalasi Listrik ataupun pekerjaan lainnya. Bahkan sempat terlihat Bruriya menerima siswa Praktek Kerja Indrustri (PKL) anak SMK bidang Kelistrikan yang di percayakan kepadanya untuk turun langsung ke lapangan dalam hal pengerjaan Instalasi Listrik.

Baginya pekerjaan apapun akan di lakukannya asal pekerjaan itu halal dan bisa menafkasi anak dan istrinya. Selain kemerdekaan dalam kehidupnya sendiri mencintai alam adalah salah satu bentuk memerdekakan sesama ciptaan Tuhan yang maha kuasa. Yang dimana dia sering memanfaatkan alam sebagai mana mestinya dan tidak merusaknya. baginya mendapatkan Ikan dengan cara memancing ataupun menjala untuk mendapatkan ikan dari sungai Bangkle yang ada di dekat rumahnya. adalah cara terbaik untuk menghargai alam, bukan dengan menggunakan obat-obatan kimia yang justru malah bisa membunuh dan merusak biota sungai yang sering si jadikannya sumber lauk atau bahkan bisa untuk menambah pendapatannya ketika ikan yang di dapatkannya berlebih. karena dia bisa menjualnya dalam bentuk pepes ataupun ikan goreng khas sungai dimana sekarang sudah susah sekali untuk mendapatkannya.

Selain di Komunitas Punk, Bruriya aktif  di Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng Blora (JMPPK-Blora). Semenjak memanasnya berita bahwa Pegunungan Kendheng Akan dijadikan tambang batu kapur sebagai bahan utama Pabrik Semen oleh beberapa Perusahaan. Bruriya selalu aktif untuk menyuarakan penolakan bahkan beberapa aksi telah di lakukannya sebagai bentuk penolakannya terhadap terancamnya kelestarian kendheng. Bersama dengan komunitas JMPPK Pati, Rembang juga Blora. Bruriya bahkan pernah melakukan aksi Long March dari Pati sampai dengan Kantor Gubernur Jateng di Semarang.

Baginya rasa persaudaraan tidaklah cukup hanya dengan memberi dukungan dan doa semata tetapi haruslah di wujudkan sebagai bentuk dukungan langsung yang juga berguna untuk menggugah kepedulian masyarakat lainnya agar untuk saling menjalin persaudaraan satu sama lainnya. Karena sesungguhnya kita semua manusia itu adalah saudara kita semua adalah cucunya nabi Adam As.

Dan yang menjadi harapannya semoga masyarakat tidak salah paham. Bukan berarti mereka yang ada di jalanan yang ada di simpang lampu merah atau di Pom bensin tidak semuanya anak Punk. mungkin saja mereka adalah anak-anak yang menjadi penggemar musik dimana mereka salah mengartikan anak Punk. mungkin mereka hanyalah anak-anak yang berusaha mencari jati diri mereka namun cara yang mereka ambil salah dan kemudian menjadi lose Control. Tapi bukan berarti kita harus menjauhi mereka dan sebaliknya kita lah yang harus menarik menuntun dan menyadarkan mereka untuk kembali kejalan yang benar dan kepada anak-anak jalanan yang mengaku kalian anak Punk, Punk adalah bagaimana menjadi manusia yang Merdeka Punk bukanlah hanya untuk menjadi gaya hidup belaka bukan untuk di jadikan style saja. Dan juga bukan untuk mencari popularitas atau pengakuan karen menjadi Punk bukanlah untuk mencari pengakuan dan di kenal. Dan memang dalam perjalanan mencari tujuan hidup tidakla mudah begitu pula untuk menjadi anak Punk.

Jika kalian ingin menjadi anak Punk yang merdeka terulaslah berlatih berkarya dan jangan jadi pemalas menjadi Punk bukanlah Untuk di anggap sebagai sampah masyarakat tapi bagai mana kita bisa mengajarkan ke orang lain untuk menjadi manusia yang Merdeka dan Bebas,  bukan untuk menjadi budak UANG,  karena kita hidup bukan untuk mencari kebahagiaan dan bahagia itu tidak harus mahal Cukup lihat apa yang ada di sekitarmu dan carilah sesuatu yang bisa membuatmu tersenyum. Asal itu tidak merugikan dan membuat orang lain sedih itulah yang disebut bahagia KARENA BAHAGIA ITU SEDERHANA. (timkb/Ahmad/R.I.F )

 

Jika sekarang pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018, siapa yang Anda pilih ? Vote Sekarang !

  • SUDIRMAN - IDA (56%, 250 Votes)
  • GANJAR - YASIN (39%, 177 Votes)
  • NETRAL/TIDAK MEMILIH (5%, 22 Votes)

Total Voters: 449

Loading ... Loading ...
Facebook Comments