HomeNewsBupati Blora ‘Kelabakan’ Ada Pasien ODP Meninggal Diantar Tim Medis Covid-19 Ber-APD Lengkap

Bupati Blora ‘Kelabakan’ Ada Pasien ODP Meninggal Diantar Tim Medis Covid-19 Ber-APD Lengkap

News Peristiwa 0 0 likes 979 views share

kabarblora.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora, Jawa Tengah, menggelar konferensi pers di depan awak media tentang adanya warga tersuspect Corona Covid-19.

Bupati Blora, Djoko Nugroho dengan didampingi Sekda dan Plt Kepala Dinas Kesehatan (DKK) Blora menyampaikan, ada dua isu yakni kematian salah satu warga Desa Sogo, Kecamatan Kedungtuban dan kaburnya salah satu warga Desa Keser Kecamatan Tunjungan dari Jakarta yang diisukan pernah kontak dengan penderita Covid-19.

“Yang ada di Desa Sogo itu bukan positif Covid-19. Ibu itu meninggal karena usai keguguran. Jadi setelah keguguran di RS PKU Cepu, ia pulang ke Desa Sogo,” kata Kokok, sapaan akrab Djoko Nugroho, Senin (30/3/2020).

Kokok menyampaikan, karena yang bersangkutan merasa sakit lagi, maka kembali ke rumah sakit dan belum sampai ditangani sudah meninggal dunia.

“Ternyata pasien punya riwayat hipertensi dan diabetes melitus,” ucapnya.

Menurut Kokok, korban juga tidak mempunyai riwayat perjalanan dari kota yang sudah positif Covid-19. Dia menyebut, yang bikin resah dan salah paham masyarakat karena tim medis rumah sakit setempat mengantarkan jenazah ke Desa Sogo memakai Alat Pelindung Diri (APD) lengkap seolah-olah sakitnya karena Covid-19.

“Prosedurnya sudah benar, petugasnya pakai APD ketika mengantarkan jenazah pulang. Tapi karena sedang marak pemberitaan Covid-19 jadi disangkut-sangkutkan dan mengira positif Corona. Itu tidak benar,” ucap Bupati.

Selanjutnya, mengenai isu kaburnya warga Desa Keser dari Jakarta yang beredar luas hingga menjadi pesan berantai diduga pernah kontak dengan penderita positif Covid-19, menurut Kokok juga tidak benar.

“Yang warga Keser itu sebelumnya kerja di Jakarta sebagai penjaga toko, karena tetangga tokonya ada yang positif Corona maka tokonya diliburkan oleh juragannya dan diminta untuk pulang. Namun di Blora justru beredar kabar bahwa orang ini pernah kontak dengan positif Corona, jangan percaya,” jelasnya.

Kokok juga meminta agar masyarakat bisa bijak ketika menerima informasi yang belum jelas kebenarannya dan tidak langsung disebarkan kepada yang lain.

“Kalau ada apa-apa bisa menghubungi hotline kita yang ada di websitecorona.blorakab.go.id atau ke posko yang ada di Dinas Kesehatan,” ucap Kokok.

Baca Juga: Upaya Pesantren Mencegah Wabah Corona Menyebar di Blora, KBM Diliburkan

Sebelumnya, Plt Kepala Dinas Kesehatan Lilik Hernanto saat dikonfirmasi mengatakan, adanya seorang pasien tersuspect corona Covid-19 di RS PKU Muhammadiah Cepu yang meninggal belum juga diambil sample swab.

Dia pun bilang, yang bersangkutan berstatus Orang Dalam Pemantauan (ODP) hendak di rujuk ke RSUD dr R Soetijono Blora untuk dirubah statusnya menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) keburu meninggal dunia.

“Belum diambil sampelnya sebagai suspect Covid 19,” kata Lilik Hernanto saat dihubungi kabarblora.com melalui selularnya, Minggu (28/3/2020).

Lilik merupakan juru bicara penanganan virus Corona Covid-19 Blora, pernyataannya pun seirama dengan Bupati Djoko Nugroho, yang menyebut pasien memiliki riwayat diabetes dan hipertensi dan pernah mengalami keguguran.

“Pemeriksaan darah lukositnya normal, pasien selama ini tidak ada riwayat bepergian dari tempat terjangkit (Covid-19),” katanya.

Terpisah, salah satu warga Kedungtuban, Sakroni mengaku was-was adanya pasien rumah sakit PKU Muhammadiyah Cepu yang meninggal.

“Statusnya belum jelas meninggal karena corona Covid-19 atau bukan,” katanya.

Menurutnya pasien itu tidak jelas, apakah masuk ODP, PDP, ataukah pasien corona covid-19.

“Yang bersangkutan kemarin sudah dimakamkan, dan kemarin warga banyak yang was-was karena jenazah juga dimandikan pihak keluarganya,” katanya.

Facebook Comments