HomeNewsDi Blora, Jalan Rusak Sejak Penjajahan Belanda Tanpa Aspal Mulai Ditambal Batu ‘Grosok’

Di Blora, Jalan Rusak Sejak Penjajahan Belanda Tanpa Aspal Mulai Ditambal Batu ‘Grosok’

News Sosial Suara Warga 0 2 likes 1.5K views share

kabarblora.com – Dusun Lemahbang, Desa Sembongin dan Dusun Wijang, Desa Karangtalun merupakan daerah kecil yang terletak di Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Jawa Tengah. Dusun setempat memiliki hamparan lahan pertanian subur nan asri.

Di balik kesuburan tanah wilayah tersebut, akses jalannya rusak sejak puluhan tahun. Usut punya usut, bukan tugas kedua desa setempat yang memperbaiki jalan itu, melainkan tanggung jawab Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blora.

Kerja Bhakti meratakan batu grosok yang diawali dari Dusun Lemahbang, Desa Sembongin. Rencananya, batu grosok dari para dermawan akan diratakan hingga akses jalan menuju Desa Karangtalun (Foto: Istimewa)

Rusaknya akses jalan itu, diperkirakan sejak zaman penjajahan kolonial Belanda yang tak diperhatikan pemerintah hingga tahun 2020 ini. Tentunya, di banding pandemi Covid-19 yang saat ini dirasakan oleh masyarakat diberbagai negara termasuk di Indonesia, terparah adalah kedua dusun setempat karena tak pernah merasakan jalan mulus seperti daerah lain pada umumnya. Ibarat kata, sakitnya menahun tak sembuh-sembuh.

Padahal banyak wakil rakyat (DPRD Blora) Dapil V berasal dari Kecamatan Banjarejo, seolah-olah tidak tahu jalan setempat. Tak ayal, beberapa waktu lalu protes keras pun ditunjukkan warga setempat dengan menanam pohon pisang hingga membentangkan karung bertuliskan kekecewaannya, bak spanduk di perkotaan.

Merasa penasaran, beruntung kabarblora.com dapat bertandang untuk menguak seperti apa yang dirasakan masyarakat setempat. Terungkap, cerita warga terpeleset pun banyak terjadi disana, dan alhamdulillah-nya belum pernah ada yang meninggal karena terpeleset di jalan itu.

Hamparan hijau dipersawahan menyambut kedatangan kami saat memasuki di kedua dusun tersebut. Belakangan ini wilayah Blora memang sering turun hujan, wajar karena di bulan ke bulan saat ini Blora memasuki masa penghujan. Ditemani oleh salah seorang warga setempat bernama Budi Kustanto dan Najib Muhammad Nur, kami pun menemui beberapa tokoh masyarakat setempat bahwasannya jalan daerah itu dicarikan donasi ke para dermawan.

Saat warga protes jalan rusak (Foto: Istimewa)

Di sebuah warung kopi yang menjadi favorit di daerah itu, kami menunggu tokoh masyarakat yaitu Perangkat Desa Karangtalun bernama Muriyono. Dia pun akhirnya berkenan menemui dan ikut serta dalam dialog kami.

Dalam dialog itu, Muriyono mengungkapkan, siap mendukung upaya yang digagas Budi Kustanto dan Najib Muhammad Nur. Dia bilang, akan membantu perjuangan para pemuda agar jalan itu lebih baik.

“Akan saya bantu semampu saya, nanti kalau sumbangan (donasi) sudah datang Insyaalloh masyarakat mulai pada tahu dan akan saya infokan,” kata Muriyono.

Percakapan itu disambung oleh Najib Muhammad Nur. Dia bilang, donasi yang muncul mulai berdatangan dari para dermawan.

“Mbah Abu Nafi hari ini mendatangkan 2 truck (batu grosok) dulu. Rencananya ada 5 truck yang akan disumbangkan,” kata Najib, sapaan akrabnya.

Najib menjelaskan, bagi wakil rakyat yang terlalu politis banget saat pilihan legislatif (Pileg) 2019 lalu apabila tidak peduli kondisi saat ini lebih baik ditinggal.

“DPRD Blora yang suaranya terbanyak dulu ditinggal saja jika tidak nyumbang. Jika telat mbantunya saat kita kerja bhakti, biar diratakan sendiri grosoknya,” ucap dia.

Najib kemudian mengajak kami untuk bertandang silaturrahmi ke rumah Kepala Desa (Kades) Sembongin. Selaku yang mewakili pimpinan dari Dusun Lemahbang, dia bilang ikut berdonasi berupa 1 truck batu grosok.

Setelah dari kediaman Kades Sembongin, bergegas pula kami bertandang ke rumah Kades Karangtalun, Srihati. Namun kedatangan kami tidak seberuntung seperti kerumah Kades Sembongin yang bisa langsung ketemu dengan yang bersangkutan.

Kemudian kami hanya bisa berkomunikasi via telepon dengan Kades Karangtalun. Dia bilang, akan membantu 4 truck batu grosok.

“Saya bantu 4 truck ya Mas, tapi nanti baiknya diratakan didekat makam Desa Karang talun,” ucap Srihati.

 

Batu Grosok Mulai Diratakan

Kerja Bhakti meratakan batu grosok yang diawali dari Dusun Lemahbang, Desa Sembongin. Rencananya, batu grosok dari para dermawan akan diratakan hingga akses jalan menuju Desa Karangtalun (Foto: Istimewa)

Bantuan awal datang dari tokoh masyarakat bernama Abu Nafi pada Sabtu (11/4/2020). Abu Nafi ketika dihubungi tidak tanggung-tanggung langsung siap membantu 5 truck batu grosok.

“Grosoknya langsung saya datangkan ke sana hari ini,” ucap Abu Nafi.

Saat batu grosok itu datang, di sambut beberapa pemuda setempat dan langsung meratakan alakadarnya. Diketahui, Abu Nafi pada hari kedua tampak ikut juga membantu-bantu meratakan batu grosok tersebut.

Budi Kustanto menambahkan, pihaknya bersyukur masih ada yang peduli jalan Kabupaten Blora menuju dusunnya Lemahbang.

“Alhamdulillah Mas, banyak yang peduli. Meskipun DPRD Blora yang mewakili dapil kami tak semuanya tampak ikut nyumbang nggak papa. Semoga Alloh membalas kebaikan para dermawan,” ucap Budi.

Disampaikan secara rinci, bantuan datang dari berbagai penjuru. Antara lain dari Forkot Rp. 500.000, dari Pak Febrian berupa batu grosok sejumlah 3 truck, dari Abu Nafi (DPR Jawa Tengah, fraksi PPP) berupa batu grosok sejumlah 5 truck, dari Agus Sugiyanto (Bacawabup Blora) berupa batu grosok sejumlah 5 Truck, dari Aliudin (DPRD Blora fraksi PKB) berupa bantuan batu grosok 1 truck yang disampaikan akan diberikan awal bulan Mei 2020.

Kemudian bantuan dari Arief Rohman (Wakil Bupati Blora) berupa batu grosok 6 truck yang akan mulai dikirim pada hari Senin (13/4/2020), dari Kades Sembongin Muntaha berupa batu grosok 1 Truck, dari Munandar (Kopra) berupa batu grosok minimal akan mengirim 3 truck dalam waktu dekat.

Selanjutnya dari Siswanto (Wakil DPRD Blora) berupa batu grosok 2 truck, dari Mutiyono (pengurus PKB Blora) berupa bantuan Rp300 ribu, dari Siswati (Kepala Sekolah SD Sembongin 2) berupa konsumsi, dari Kades Karangtalun Srihati berupa batu grosok 4 truck.

Kemudian dari Subhanul Anwar (Pemuda asal Desa Plosorejo, Kecamatan Banjarejo) berupa bantuan konsumsi, dari Kapolsek Banjarejo Iptu Tejo berupa dana tunai Rp500 ribu, dan dari Muriyono (Perangkat Desa Karangtalun) berupa konsumsi.

Budi Kustanto berharap, bantuan dari para dermawan baik batu grosok, konsumsi, dana operasional, maupun tenaga berdatangan.

“Ini sifatnya swadaya, bantuan dari banyak masyarakat yang peduli jalan kami yang tak pernah merasakan mulusnya jalan aspal,” Pungkas Budi.

Facebook Comments