HomeNewsDLH Blora Kelilingan ke Puskesmas dan Rumah Sakit, Untuk Apa?

DLH Blora Kelilingan ke Puskesmas dan Rumah Sakit, Untuk Apa?

News Pemerintahan 0 0 likes share

kabarblora.com – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Blora gencar melakukan pengawasan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) medis ke sejumlah Puskesmas dan Rumah Sakit daerah. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi adanya dampak buruk bagi kesehatan lingkungan.

Kasi Pengelolaan Limbah Berbahaya dan Beracun Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora, Bayu Himawan, mengaku pihaknya rutin berkeliling ke beberapa tempat kesehatan itu untuk memonitor langsung pengelolaan limbah medisnya.

Baca Juga: Candra 14 Tahun Menderita Lumpuh Tanpa Pengobatan

“Kami sudah keliling ke 26 Puskesmas dan seluruh Rumah Sakit di Kabupaten Blora untuk melihat secara langsung proses pengelolaan limbah B3 medis. Jangan sampai salah kelola dan merugikan lingkungan sekitar,” ujarnya, Rabu (31/7/2019).

Proses pengelolaan limbah medis, lanjut dia, diawasi mulai dari ruang tindakan sampai pada Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) limbah tersebut. Selanjutnya, kata Bayu, diangkut oleh transporter selaku pihak ketiga.

“Alhamdulillah semua Puskesmas dan Rumah Sakit di Blora sudah bekerja sama dengan transporter Limbah B3 yang terdaftar di Kementerian LHK, jadi yang kami pantau saat ini adalah pengelolaan di internal Puskesmas dan Rumah Sakit,” katanya.

Mantan Kasubbag Humas Pemkab Blora ini juga mengatakan, prosedur pengelolaan dan persyaratan teknis tempat penyimpanan sementara limbah tersebut sudah cukup jelas diatur dalam Peraturan Menteri LHK no P.56 tahun 2015 dan juga pada Permenkes no 7 tahun 2019.

Baca Juga: Seniman Cukil Gelar Karya 1000 Wajah Pram

“Petugas kesehatan lingkungan pada masing-masing fasilitas kesehatan masyarakat bisa mempelajari dan mempedomani peraturan itu,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Blora, Dewi Tedjowati, yang mengatakan akan selalu memonitor dan mendampingi serta membina tentang pengelolaan limbah B3 medis.

“Sudah menjadi tugas kami selaku dinas Lingkungan Hidup untuk memantau, membina dan mendampingi pengelolaan limbah B3 medis di Kabupaten Blora,” katanya.

“Harapan kami tahun 2020 Kabupaten Blora sudah terbebas dari permasalahan limbah B3 medis dan “Zero Waste” untuk permasalahan sampah dengan target 30% pengurangan sampah dan 70% penanganan sampah sesuai dengan kebijakan strategi daerah,” Dewi Tedjowati memungkasi.

Facebook Comments