HomeNewsDPC Petanesia Kabupaten Blora Resmi Terbentuk

DPC Petanesia Kabupaten Blora Resmi Terbentuk

News 0 0 likes 1.1K views share

kabarblora.com – Bertempat di Kecamatan Cepu pada hari Rabu, 24 Maret 2021 secara struktural terbentuklah DPC Petanesia Kabupaten Blora, Jawa Tengah.

KH Cholidin selaku tim caretaker memberikan keterangan bahwa Petanesia merupakan institusi non partai yang diinisiasi oleh Habib Luthfi dari Pekalongan yang akan mewadahi beragam elemen masyarakat.

“Kita akan tegak lurus dengan dhawuh Habib Luthfi untuk menghargai keragaman demi menjaga keutuhan dan kestabilan NKRI dari berbagai hal yang bisa membuat masyarakat menjadi retak dan patah,”ungkapnya setelah mendapat amanah sebagai Ketua DPC Petanesia.

Alip Murtopo salah seorang caretaker yang kemudian diamanahi posisi sebagai Sekretaris mengaku, antusias mendirikan Petanesia di Kabupaten Blora karena model keanggotaannya yang inklusif dan terbuka bagi seluruh elemen masyarakat dari beragam ormas, parpol, profesi maupun agama.

Lebih lanjut, Alip Murtopo menjelaskan, pasca pelantikan bulan April nanti kita akan bergerak secara cepat, cerdas, dan sistematis untuk menginventarisir problem apa yang berpotensi membuat masyarakat retak.

“Baik ditinjau dari sudut politik, sosial, maupun ekonomi. Sehingga program DPC Petanesia kabupaten Blora setarikan nafas dengan Petanesia Pusat,” jelasnya.

Sementara itu KH Muhammad Nasir selaku Ketua Dewam Fatwa Kebangsaan berpesan agar DPC Petanesia kabupaten Blora eksistensinya betul-betul memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Maka harus dekat dengan realitas yang ada sehingga mampu menyerap problem-problem yang ada serta memberikan solusi dengan tepat. Maka penting untuk melakukan sinkronisasi dan harmonisasi dengan pemerintah setempat,” ungkapnya disela-sela ngobrol bebas setelah terbentuknya Dewan Fatwa Kebangsaan, DPC Petanesia beserta struktur kepengurusan yang meliputi delapan bidang.

Disepakati pula DPC Petanesia kabupaten Blora akan berskretariat di Markaz Shalawat, Jl. Hayam Wuruk No 27, Kecamatan Cepu.

Penulis: Tri Martana

Facebook Comments