HomeEkonomi BisnisGeliat Ekonomi Di Embung Ngebruk

Geliat Ekonomi Di Embung Ngebruk

Ekonomi Bisnis News Suara Warga Wisata dan Budaya 0 3 likes share

Embung Ngebruk (Foto: kabarblora.com/Minggu, 11 Maret 2018)

kabarblora.com – Letaknya sangat strategis, di tepi jalan raya antara Ngawen dengan Japah. Untuk ukuran embung termasuk cukup besar, panjang sekitar 250 m sedangkan lebarnya sekitar 70 m. Di selatan embung , sejauh mata memandang terhampar sawah yang luas. Terutama di musim penghujan, hamparan terlihat seperti permadani hijau yang menyejukkan mata dan menenangkan hati.

Sementara di bagian timur, rimbunnya pohon jati menambah pesona embung Ngebruk kian memikat. Pesona itulah yang menjadikan embung Ngebruk cukup ramai didatangi pengunjung terutama di sore hari. Entah sekadar melepaskan penat dengan menghirup udara segar ataupun sengaja untuk menikmati kuliner sambil menikmati pemandangan yang ada. Tidak ketinggalan muda-mudi yang sibuk berselfie karena cukup banyak spot yang menggoda. “Kuliner yang yang tersedia harganya lebih murah dibandingkan di tempat lain. Meskipun sederhana tapi lumayan nyaman untuk berkumpul sambil berbincang santai,” ujar Ashari yang sedang berkumpul bersama keluarga dan teman-temannya.

Bersantai Bersama tim kabarblora di embung Ngebruk (Foto : kabarblora.com)

Sekitar lima warung sederhana memang sudah berdiri di tepi jalan sebelah selatan embung. Sebenarnya ada yang kurang baik dari pemilihan letak warung-warung tersebut. Posisinya yang berada di tepi jalan ditambah parkir sepeda motor menyebabkan arus lalu lintas sedikit terganggu. Selain itu juga menjadikan terbatas nya spot bagi pengunjung untuk menikmati pemandangan ke arah embung dan hamparan sawah. Ada baiknya memang warung-warung tersebut ditempatkan berjajar di sebelah timur di bawah deretan pohon jati yang areanya lebih luas, lebih teduh, tidak mengganggu lalu lintas serta lebih mudah menempatkan area parkir.

Dengan menempatkan warung-warung di sebelah timur maka jumlah warung yang dapat didirikan juga akan lebih banyak. Selain itu untuk meningkatkan jumlah pemancing ikan yang datang juga diperlukan larangan untuk menjaring ikan apalagi menggunakan obat-obatan.

Menurut Suwoto, keberadaan embung Ngebruk ini sudah sejak jaman Belanda sebagaimana cerita kakek buyutnya. Jika ditelusuri latar belakang sejarahnya, ada kemungkinan embung Ngebruk ini bersamaan terjadi pada masa Bupati Raden Said Abdul Qadir Jaelani yang memang gencar membangun sarana pengairan baik berupa waduk maupun saluran irigasi mengikuti kebijakan politik Etis Belanda yang dimulai sejak tahun 1901 pada masa Ratu Wilhelmina dengan Gubernur Jendral Idenburgh yang berkedudukan di Batavia.

Pada masa politik etis inilah di Blora gencar dibangun irigasi, misalnya Waduk Tempuran (1916) dan Waduk Greneng (1919). Tetapi karena skala embung Ngebruk kecil maka belum ada sumber yang secara resmi yang dapat dijadikan bukti otentik tahun pendiriannya. (timkb)

Jika sekarang pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018, siapa yang Anda pilih ? Vote Sekarang !

  • SUDIRMAN - IDA (56%, 250 Votes)
  • GANJAR - YASIN (39%, 177 Votes)
  • NETRAL/TIDAK MEMILIH (5%, 22 Votes)

Total Voters: 449

Loading ... Loading ...

Facebook Comments