HomePemerintahanGeliat Pilkades PAW di Desa Bogorejo yang Ke -2 Gagal

Geliat Pilkades PAW di Desa Bogorejo yang Ke -2 Gagal

Pemerintahan Peristiwa Politik Suara Warga 0 0 likes 1.5K views share

kabarblora.com – Camat Bogorejo Teguh Tri Handoyo dan Kabag Pemdes Kab. Blora Warsito hadir menyaksikan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Pergantian Antar Waktu (PAW) Desa Bogorejo yang kedua pada Sabtu (17/11/2018).

Selama pelaksanaan Pilkades PAW berjalan dengan aman dan tertib. Sayangnya pemilihan yang pertama, pada hari rabu 14/11/2018 berlangsung memanas serta terjadi penundaan dikarenakan peserta/ tokoh desa tidak hadir.

Pantauan tim redaksi kabarblora.com Teguh, yang hadir hanya 21 dari 55 orang peserta pemilih dan menurut informasi, tidak memenuhi persyaratan di laksanakan Pilkades PAW.

Pada pemilihan yang kedua siang ini, sabtu 17/11/2018 jumlah peserta sebetulnya memenuhi syarat, yaitu 93 % yang hadir. Namun, situasinya sama dengan yang pertama: berlangsung cukup memanas dikarenakan calon kades Hartati nomor urut 1 dan Jaryoko nomor urut 2 tidak  hadir.

Disampaikan Teguh Tri Handoyo selaku Camat Bogorejo dalam sambutannya, “Bagi Kades terpilih, nantinya harus siap melaksanakan tugas yang harus ditanggung karena sudah  berani mencalonkan diri sebagai kades PAW dan juga dijelaskan bahwa pemilih tidak harus memilih keduanya sesuai dengan hati nurani dan jika tidak suka dengan keduanya tidak dipilih tidak apa-apa jika calon dinyatakan sah sebagai Kades PAW harus memiliki setengah dari jumlah pemilih di tambah satu”, katanya.

Supardi selaku tokoh masyarakat bogorejo menambahkan, “Pemilihan ini menggunakan hati nurani warga semua tidak ada rekayasa dalam pemilihan pilkades”, ungkapnya.

Warsito selaku Kabag pemdes  Kab. Blora juga menjelaskan, “pemilihan ini sudah memenuhi syarat yang pertama karena peserta pemilihan sudah lebih dari 2/3 dari seluruh undangan, selanjutnya akan dilaksanakan musdes untuk memusyawarahkan siapa yang berhak dipilih dan jika tidak bisa di musyawarah akan dilanjutkan pencoblosan dan yang berhak menawarkan itu adalah ketua BPD”, Katanya.

Saat pencoblosan berlangsung, hasil akhir pada penghitungan surat suara jumlah yang sah 9 dan yang tidak sah 44, Jumlah calon 1 berjumlah 1, dan calon 2 berjumlah 8.

Akhirnya pemilihan ini gagal dan dibatalkan oleh ketua BPD (Achmad Khamim) karena tidak memenuhi PERMENDES nomor 2 tahun 2018 tentang “pedoman tata tertib dan mekanisme pengambilan keputusan musyawarah desa”.

Pantauan di lokasi, Polsek Bogorejo  mengerahkan beberapa personil untuk hadir di pemilihan dan 2 personil dari Koramil, dan dibantu dari Linmas untuk menertibkan jalannya pemilihan agar tidak terjadi keributan. ( Teguh )

[poll id=”4″]