HomePeristiwaGenerasi Vandalisme Blora Sasar Jembatan Kaliwangan

Generasi Vandalisme Blora Sasar Jembatan Kaliwangan

Peristiwa Suara Warga 0 0 likes 1.2K views share

kabarblora.com – Vandalisme merupakan bentuk ekspresi yang diungkapkan dengan cara merusak untuk menimbulkan akibat negatif bagi pihak lain yang dianggap merugikan kepentingannya. Ekspresi vandalistik dapat berbentuk penghancuran benda maupun ungkapan-ungkapan kata yang kasar dan banal. Dalam bentuk perusakan, aksi Vandalisme bertujuan menimbulkan kerugian sekaligus sebagai bentuk ancaman atau teror mental.

Adapun aksi vandalisme dalam bentuk kata-kata bertujuan untuk mendiskreditkan dan stigmatisasi dengan idiom, kalimat atau kata. Pilihan kata yang digunakan cenderung bersifat umpatan kepada pihak lain yang dianggap merugikannya. Adapun aksi vandalisme di jembatan Kaliwangan dalam bentuk umpatan dengan dengan cat pilox menggunakan kata-kata “a..”  dan “p..”. Sasaran umpatan meskipun sudah berusaha ditindas agar tersamarkan dengan cat lain adalah polisi. Rupanya aksi Vandalisme di tiga bagian jembatan kaliwangan tersebut ditujukan untuk mendiskreditkan polisi.

Ada kemungkinan karena merasa tidak puas dengan tindakan polisi. Efek yang diinginkan dengan membuat tulisan di tiga bagian jembatan Kaliwangan tersebut untuk menyebarkan kebencian pada polisi agar hidup juga di pikiran orang lain (stigmatisasi).

Martono selaku masyarakat terdekat jembatan Kaliwangan membenarkan adanya hal tersebut. “Memang betul mas, saya selaku pengguna jalan yang sering melintas jembatan Kaliwangan melihat  adanya tiga coret – coretan di pembatas.  Di Blora sudah menjadi kebiasaan, terlihat di jembatan-jembatan lain juga banyak coret – coretan dan bukan hanya di Kaliwangan” Ungkapnya.

Pilihan penggunaan jembatan dijadikan objek sasaran, ada kemungkinan disebabkan karena tempat tersebut memang sering dijadikan tempat operasi kendaraan bermotor dan besar kemungkinan si pelaku vandalisme merasa menjadi korban. Efek yang dominonya akan lebih besar karena jembatan Kaliwangan sangat strategis dengan ribuan orang yang melintasinya tiap hari. Tentu saja dari segi estetika tulisan tersebut sangat merusak keindahan dan pilihan kata kasar yang dapat terbaca setiap harinya dapat menularkan pembiasaan penggunaan pilihan kata yang banal, kasar dan kotor.

Untuk itu perlu dipikirkan bagaimana caranya agar jembatan Kaliwangan dan jembatan-jembatan lainnya di Blora tidak dijadikan sebagai media berekspresi karena memang menyalahi fungsi jembatan itu sendiri. Apapun bentuknya, ekspresi vandalisme tidak dapat dibenarkan dan pelakunya dapat dikenakan sanksi. (timkb)

Jika sekarang pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018, siapa yang Anda pilih ? Vote Sekarang !

  • SUDIRMAN - IDA (56%, 250 Votes)
  • GANJAR - YASIN (39%, 177 Votes)
  • NETRAL/TIDAK MEMILIH (5%, 22 Votes)

Total Voters: 449

Loading ... Loading ...

Facebook Comments