HomeEkonomi BisnisHama Tikus Mengganas, Petani Jagung Randublatung Gagal Panen

Hama Tikus Mengganas, Petani Jagung Randublatung Gagal Panen

Ekonomi Bisnis News Peristiwa Suara Warga 0 0 likes 271 views share

kabarblora.com – Di tengah wabah virus Covid-19, hewan pengerat yang tergolong dalam ordo rodentia, yaitu tikus, menjadi ancaman lainnya di tengah masyarakat. Khususnya para petani penggarap lahan hutan di kawasan Embung Keruk, Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora. Sedikitnya ada sekitar belasan hektar tanaman jagung yang terancam gagal panen.

Akibat serangan hama tikus tersebut para petani mengaku merugi, lantaran tanaman jagung yang tinggal beberapa hari lagi akan masuk panen dipastikan terancam gagal.

Salah satu petani, Suwarno (39) mengungkapkan, para petani terancam gagal panen, karena serangan hewan pengerat tersebut membuat tanaman jagung yang hampir memasuki masa panen rusak. Bahkan hama tikus menggerogoti biji jagung hingga habis.

“Kami bakal merugi, karena kalau dihitung hasil panen jagung untuk lahan satu hektar bisa mencapai 4 hingga 5 ton,” ujar Suwarno saat ditemui wartawan kabarblora.com, Selasa (19/5/2020).

Menurut Suwarno, hama tikus tersebut menyerang tanaman jagung sejak mulai awal tanam hingga proses pembuahan. Tikus-tikus tersebut merusak batang jagung hingga biji jagung yang siap panen.

“Kalau waktu tanam sebagian tanaman jagung yang diserang batangnya. Sedangkan saat ini tikus menyerang lebih dari setengah tongkol jagung,” terangnya.

Sementara itu petani lain, Sukadi (45) yang memiliki tanaman jagung seluas 2 hektar mengaku, para petani resah dengan adanya hama tikus yang sulit untuk dibasmi ini. Sebelumnya, para petani juga telah melakukan berbagai upaya untuk membasmi hama tikus baik dengan memberikan umpan yang dicampur racun dan melakukan gropyok atau menangkap tikus dengan ramai-ramai.

“Kami bersama para petani yang lain sudah melakukan upaya untuk membasmi tikus, namun setiap hari hama tikusnya bertambah banyak,” terang Sukadi.

Hal senada disampaikan Sugiharto, S.H. ketua Forum Komunikasi Masyarakat Blora Selatan (Forkom BS) bahwa hama tikus yang menyerang tanaman jagung milik petani lahan hutan dikawasan Embung Keruk adalah kasus yang terparah dalam sejarah.

“Kasus penyerangan hama tikus pada tanaman jagung milik petani penggarap lahan hutan adalah kasus terparah, puluhan petani bisa kami perkirakan bakal merugi,” kata Sugiharto.

“Seharusnya ada perhatian dan upaya bersama dari pemerintah dan petani mencari solusi terbaik untuk pengendalian hama tikus yang menyerang tanaman jagung secara massif,” harap Sugiharto.

Sebatas diketahui, tanaman jagung yang sudah tidak bisa dipanen karena dimakan tikus ini kemudian dimanfaatkan oleh para petani sebagai pakan ternak.[B/S]

Facebook Comments