HomeNewsHidup Sebatang Kara, Nenek Ngadiyem Butuh Perhatian Pemerintah

Hidup Sebatang Kara, Nenek Ngadiyem Butuh Perhatian Pemerintah

News Peristiwa Sosial Suara Warga 0 1 likes 1.1K views share

kabarblora.com –Di tengah wabah virus Covid-19 di Indonesia, khususnya wilayah Kabupaten Blora, Pemerintah siap mengucurkan anggaran untuk membantu masyarakat yang mengalami dampak dari virus tersebut, baik secara tunai maupun non tunai.

Berbeda halnya dengan warga Dusun Karanganyar, Desa Pilang, Kecamatan Randublatung. Ngadiyem (90) belum pernah mendapatkan bantuan dalam bentuk apapun dari pemerintah, baik bantuan PKH, BPNT, BLT dan lain sebagainya.

Menurut keterangan warga setempat, Ngadiyem hidup sebatang kara di Gubug kecil berukuran 3×5 meter yang tak layak huni. Gubug dengan banyak genteng yang pecah itu berdiri miring dan menumpang di tanah pekarangan tetangga.

Setiap harinya, Ngadiyem hidup dengan mengandalkan belas kasihan dari tetangga dan belum pernah tersentuh bantuan dari Pemerintah.

Relawan yang tergabung dalam anggota Forum Komunikasi Masyarakat Blora Selatan (FORKOM BS), Kamis (21/5) siang mendatangi rumah nenek Ngadiyem untuk memberikan bantuan berupa paket sembako untuk kehidupan sehari-hari. Bantuan tersebut diberikan atas dasar kondisi Ngadiyem yang memprihatinkan.

Aktivis perempuan dan difabel dari lembaga FORKOM BS, Sri Rejeki mengatakan, kegiatan sosial ini didasari atas kepedulian dan rasa prihatin terhadap nenek Ngadiyem saat ini.

“Kami sangat prihatin, ada sebagian warga yang hidup dalam keadaan jauh dari kata sejahtera, warga yang benar benar butuh bantuan dari berbagai pihak,” ungkap Sri.

Kondisi serupa juga menimpa Nenek Dami (69) janda yang hidup sebatang kara itu juga sedang dalam keadaan sakit-sakitan. Hidup dalam kesepian dan tanpa satupun lampu penerangan.

Sri Rejeki berharap, Pemerintah Desa maupun Kabupaten, khususnya Dinas terkait untuk memberikan bantuan untuk nenek Ngadiyem dan warga lain yang membutuhkan. Dan besar harapannya ke depan, Pemerintah dapat melakukan penyesuaian data, agar program sosial pemerintah tepat sasaran, sehingga warga fakir/miskin menerima haknya sebagaimana mestinya. (B/S)

Facebook Comments