HomeNewsIntegrasi Agama Dalam Kekuasaan dan Politik

Integrasi Agama Dalam Kekuasaan dan Politik

2 9 likes

Bagikan

Agenda Anggota DPRD Blora Santoso Budi Susetyo Sidak di Puskesmas Randublatung Blora

kabarblora.com – Kemunculan tokoh-tokoh muda dalam dinamika politik di Blora tentu menggembirakan. Hal tersebut dapat dilihat dari dua sudut pandang sekaligus; pertama, penanda sehatnya kultur, proses dan institusi politik, minimal di dalam partai yang bersangkutan. Kedua, dari sisi kontribusi.

Hadirnya tokoh muda membuka harapan besarnya energi kreatif dan dinamis untuk membuka ruang dan kebijakan politik yang lebih progresif bagi kemaslahatan dan kesejahteraan rakyat.

Dalam kesempatan ini Tim Kabar Blora mencoba memberikan ruang khusus pada politisi muda agar visi dan kiprahnya dalam poltik makin kontributif,  berkarakter dan visioner bagi kemajuan Blora. Salah satunya adalah Santoso Budi Susetyo anggota DPRD Kab. Blora dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Tim kabar Blora Waktu ta’ziyah mengabadikan Foto Aktivitas anggota DPRD Blora “Santoso Budi Susetyo” ikut mengantarkan Jenazah di Makam Desa Brumbung Jepon

Mengusung identitas sebagai kader dari partai dakwah maka berpartai merupakan bagian sekaligus konsekwensi logis dari beragama. Berpartai merupakan implementasi dari sikap religius yang darinya kesalehan sosial dapat dilembagakan melalui institusi politik. Dengan sedikit batasan bahwa berpartai bukan sebagai tujuan tetapi sebagai alat dan sarana untuk menggunakan kekuasaan secara sah. Oleh karenanya berpartai bukanlah segala-galanya. Konsekwensinya, tokoh muda PKS Blora inipun malang melintang di kegiatan yang bersifat non politis, misalnya aktif sebagai Ketua Yayasan Amal Mulia yang bergerak dalam bidang pendidikan dan sosial.

Belum lagi aktivitasnya sebagai penceramah dalam kelompok kajian Islam yang telah jauh dan  masih dijalani dengan istiqomah. Bahkan aktivitas terakhir ini jauh lebih intens dari sisi kontinuitas waktunya dibandingkan dengan kiprahnya dalam bidang politik.

Dengan pandangan bahwa agama dapat diintegrasikan dalam dinamika politik maka politik mestinya tidak dikesankan kotor. Hal ini tentu positif untuk menimbulkan optimisme dan harapan baru bagi generasi muda untuk tidak ragu-ragu terjun dalam kegiatan politik.

Berikut petikan langsung korespondensi Tim Kabar Blora dengan Santoso Budi Susetyo atau lebih akrab disapa dengan “Pak Budi”

Apa relevansi agama dengan politik?

“Orang yang melakukan kebaikan atas dasar keimanan akan jauh lebih kuat energinya karena merupakan ibadah kepada Tuhannya. Inilah nilai strategis mengintegrasikan agama dan politik, agama banyak mengajarkan kesalehan sosial, ini tentunya menjadi modal utama untuk mewujudkan politik yang santun dan bermoral”

Bagaimana kontribusi Islam terhadap perkembangan demokrasi di indonesia?

“Politik adalah sarana yang efektif untuk  melakukan kebaikan apalagi dalam konteks advokasi/pembelaan,  pelayanan dan mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Apalagi ketika politik itu bisa masuk panggung kekuasaan, tentunya akan jauh lebih efektif”

Bagaimana perkembangan PKS di Blora?

“Aktivitas  DPD PKS Blora dari sisi kelembagaan dan strukturnya sudah ada sejak partai didirikan.

Dari tahun ke tahun PKS Blora mendapat kepercayaan dari masyarakat, terbukti dari pertumbuhan kader yang terus meningkat dan juga dari pemilu ke pemilu suaranya naik terus, tahun 2009 mendapatkan 3 kursi di DPRD Blora dan pemilu tahun 2014 bertambah menjadi 5 kursi”.

Bagaimana cara membalikkan image di masyarakat bahwa politik itu kotor?

“Untuk meminimalisir image bahwa politik itu kotor maka yang perlu dilakukan partai politik adalah kembali kepada komitmen bahwa tujuan berpartai adalah mewarnai kekuasaan agar selalu berpihak pada kepentingan masyarakat yang tentunya harus dibuktikan dengan memberikan segera  respon dan solusi atas permasalahan yang ada di masyarakat jadi kehadiran partai politik diperlukan setiap saat jangan ketika musim kontestasi politik saja”

Bagaimana prospek peran pemuda untuk berkiprah dalam perpolitikan di Blora ?

“Yang tidak kalah penting adalah pendidikan politik di masyarakat harus jalan minimal kaderisasi diinternal partai berjalan dengan baik, harapannya anggota dan kader partai secara sadar dan sukarela berkontribusi untuk aktivitas partai politik.

Pemuda sebagai generasi penerus adalah investasi yang sangat penting karena baik buruknya masa depan kita ada di tangan pemuda untuk itu dalam konteks politik, membekali pemuda dalam pendidikan politik menjadi sangat urgen dan mendesak yang tentunya politik yang sarat dengan nilai – nilai kebaikan dan moralitas”. (timkb)

Jika sekarang pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018, siapa yang Anda pilih ? Vote Sekarang !

  • SUDIRMAN - IDA (56%, 250 Votes)
  • GANJAR - YASIN (39%, 177 Votes)
  • NETRAL/TIDAK MEMILIH (5%, 22 Votes)

Total Voters: 449

Loading ... Loading ...

Facebook Comments