HomeNewsJargas Blora Stagnan, Meteran Gas Rumah Tangga Hingga Berkarat

Jargas Blora Stagnan, Meteran Gas Rumah Tangga Hingga Berkarat

News Suara Warga 0 0 likes 1.4K views share

kabarblora –Proyek Jaringan gas (Jargas) rumah tangga program Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) tahun 2013 lalu, di Kabupaten Blora masih stagnan. Terbukti, sampai sekarang ini masih belum ada perkembangan yang signifikan sejak dilakukan launching pada tahun 2016 lalu. Dalam operasi jargas tersebut, Kementerian ESDM menunjuk Perusahaan Gas Negara (PGN).

Sales Area Head Semarang PGN, Heri Frastiono, menyatakan, bahwa dalam operasi semester dua tahun 2018 ini, pengoperasiannya masih seperti pada awal tahun. “Kita mengoperasikan masih tetap, Mas,” ujarnya, Kamis (30/8)

Pihaknya juga mengaku telah melakukan koordinasi dengan Ditjen Migas terkait pengembangan Jargas tersebut “Kita menunggu hasilnya,” kata dia.

Diketahui sebelumnya, bahwa PGN baru merealisasikan gas mengalir ke rumah tangga (gas in) sebanyak 599 Sambungan Rumah (SR) dari target 790 SR di wilayah Desa Sumber Kecamatan Kradenan.

Gas in telah dimulai sejak akhir semester 2 tahun 2016 lalu, dilaunching pada (29/7/2016), disaksikan oleh pejabat Pertamina EP Asset 4, Pemda Blora serta PGN. Dengan mengoptimalkan 2 sektor di Desa Sumber Kecamatan Kradenan, dan secara bertahap merampungkan gas in sebanyak 4.000 SR dari 11 sektor yang tersebar di beberapa desa.

Adapun desa yang telah dibangun jaringan gas, di antaranya Desa Sumber dan Desa Mojorembun Kecamatan Kradenan. Desa Pulo, Desa Kemantren, Desa Tanjung, Kecamatan Kedungtuban. Kemudian Desa Kapuan, Kecamatan Cepu.

Terkait jaringan yang sudah gas in, adalah bagi rumah tangga yang sudah siap. Selain kesiapan rumah tangga, PGN juga mempertimbangkan faktor keamanan dari pemasangan gas tersebut. Yang menjadi kendala pengaliran gas tersebut, selain kesiapan rumah tangga juga mempertimbangkan faktor geografis, serta kondisi masyarakat.

Dari sisi teknis, PGN menggandeng Pegasol, sebagai salah satu anak perusahaannya. Warga yang hendak berlangganan gas juga masih dilayani.

Setyono (45) warga Dukuh Mulyorejo Desa Sumber mengatakan bahwa sejak pemasangan pipa gas di jalan hingga selang ke rumahnya tahun 2016 lalu hingga sekarang tidak ada kabarnya.

“Lihat sendiri, Mas, itu pipa meteran gasnya sampai berkarat. Padahal dulu janjinya tahun 2016 dipasang, 2017 katanya sudah bisa digunakan. Namun kenyataannya, hingga 2018 ini ternyata zonk,” pungkasnya.

Hal senada disampaikan oleh Sugianto (51) Kepala Dusun Tambak RT 01 / RW 13 Desa Sumber, bahwa jaringan gas yang terpasang sudah terlalu lama tanpa tindak lanjut.

“saya sampai jengkel mas, sudah terlalu lama terpasang tapi belum bisa digunakan sampai sekarang,” tegas Sugianto yang akrab dipanggil Koko. (*)

Facebook Comments