HomeNewsKegigihan Penderita Epilepsi Menyelesaikan UNBK

Kegigihan Penderita Epilepsi Menyelesaikan UNBK

News Pendidikan Suara Warga 0 0 likes 619 views share

kabarblora.com – Ada kekhawatiran dibalik pelaksanaan UNBK di SMP 3 Ngawen, kekhawatiran yang tertuju pada kondisi Risky Yudianto salah seorang siswa yang menderita epilepsi. Pasalnya, menurut informasi dari Lilik Mustoyo ketika hari terakhir pelaksanaan USBN tanggal 13 April 2018, Risky kambuh epilepsinya dan mengalami kejang-kejang lebih lama dari biasanya.

“Kemungkinan, kondisi psikisnya sudah mulai jenuh dan tertekan sehingga dihari terakhir ia kambuh. Beruntung dua pengawas tes sudah terbiasa menangani peristiwa seperti itu,” jelas Lilik Mustoyo lebih lanjut. Bagi penderita epilepsi, keberadaan orang-orang disekitarnya memang sangat vital untuk memberikan pertolongan sementara agar tidak berakibat fatal.

Baca Juga : Risky Penderita Epilepsi Yang Gigih Bersekolah

Menurut penjelasan Sri Rahayu, guru pembina PMR di SMPN 3 Ngawen, ketika penderita epilepsi sudah terlanjur kejang-kejang pertolongan yang harus di lakukan pertama kali adalah si penderita ditidurkan dalam posisi miring untuk mencegah masuknya cairan ke dalam paru-paru.

Jangan sampai memasukkan apapun ke dalam mulut karena berpotensi mengganggu pernapasan. Terakhir mengusap kepala si penderita untuk nemberi efek ketenangan sehingga mengurangi ketegangan syaraf yang dialami si penderita.

Maka acungan jempol patut diberikan kepada segenap guru dan karyawan SMPN 3 Ngawen yang tetap setia melayani, menjaga dan mengantarkan Risky hingga selesai menempuh UNBK. Terlebih kepada Risky, di tengah deritanya yang belum sembuh juga, semangat bersekolahnya tak pernah mati. Semoga SMP 3 Ngawen bukan jenjang pendidikan terakhirnya. (Adn)

Facebook Comments