HomeEkonomi BisnisMantan KADES Tempellemahbang Kembangkan Kacang Koro Pedang

Mantan KADES Tempellemahbang Kembangkan Kacang Koro Pedang

Ekonomi Bisnis News 0 0 likes 1.6K views share

kabarblora.com – Namanya Kasbi warga Desa Tempellemahbang, Kecamatan Jepon, Kabupaten Blora yang getol melakukan budidaya tanaman kacang koro pedang (canavalis ensiformis).

Kasbi yang pernah menjabat Kepada Desa Tempellemahbang selama dua periode kini memilih menjadi petani koro pedang. Dirinya mengatakan tanaman itu bisa tumbuh dengan mudah di lahan kritis dan berpasir serta kurang air.

Menurutnya, di Blora banyak lahan yang masih dibiarkan kosong, dan masih sedikit petani di Blora menanam koro jenis pedang ini.

“Menanamnya lebih mudah dan hasil panennya banyak, apalagi ditunjang harga koro pedang saat ini mencapai harga Rp. 4.000/kg dan pasarnya masih terbuka luas,” Ujar Kasbi.

Berbekal bibit koro pedang pemberian dari seorang temannya, saat ini mantan Kades tersebut menanam koro pedang seluas 4 hektar dilahan kritis yang dulunya dibiarkan kosong tidak ditanami para pemiliknya.

Namun ditangan Kasbi lahan tersebut dirubah menjadi lahan tanaman koro yang sangat bagus dan subur.

Dirinya berharap para petani Blora juga tertarik, dan ikut menanam tanaman koro pedang setelah melihat dirinya sukses pengembangkan tanaman tersebut.

“Tanaman koro pedang sangat menjanjikan, baik dari segi pemasaran, maupun prospek usaha budidaya tanaman ini. Untuk satu hektar lahan yang dibutuhkan, petani hanya mengeluarkan modal sekitar Rp 5-7 juta”, jelas Kasbi.

Saat melakukan kunjungan ke lahan koro milik Kasbi yang berlokasi di Desa Tempellemahbang, Bambang selaku dari perusahaan yang mau membeli biji koro pedang, mengapresiasi langkah mantan kepala desa tersebut.

Lanjut Bambang, bahwa menanam koro pedang. Menurutnya tanaman koro pedang yang ditanam Kasbi sangat bagus dan cocok di tanam dilahan Blora.

“Melihat cara menanam yang mudah dan hasil tiap batang bisa sampai setengah kilogram, kami mendorong pak Kasbi dan para kelompok petani nantinya bisa mengembangkan tanaman tersebut di Blora,” pungkas Bambang.(timkb)

Facebook Comments