HomeNewsMenepis Rumor ’86’ di Balik Pengaduan Dugaan Pungli Jasa Pelayanan Rp6 Ribu RSUD dr R Soetijono Blora

Menepis Rumor ’86’ di Balik Pengaduan Dugaan Pungli Jasa Pelayanan Rp6 Ribu RSUD dr R Soetijono Blora

News Peristiwa 0 0 likes 204 views share

kabarblora.com – Kabar tak sedap menerpa sejumlah warga Blora, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Gerakan Rakyat Menggugat (GERAM). Kabar tersebut terkait munculnya rumor ’86’ pelaporan kasus dugaan pungli jasa pelayanan Rp6 ribu RSUD dr R Soetijono Blora.

“Aksi ini kami lakukan guna menepis dugaan bahwa terjadi ’86’ atau istilahnya jual beli kasus yang menerpa kami beberapa waktu lalu selaku pihak yang mengadukan atau melaporkan ke Kejaksaan Negeri Blora,” kata Eko Arifianto selaku Koordinator GERAM, Senin (21/9/2020).

Oleh karena itu, Eko dengan ditemani Haryanto, Rudito Suryawan, Lilik Prayoga, Dayat dan Seno Margo Utomo, kemudian mempertanyakan kembali kasus itu ke Kejari Blora, agar bisa menepis rumor tersebut.

Menurut Eko, Kejari Blora dinilai lambat dalam mengusut pungutan jasa pelayanan di RSUD dr R Soetijono. Dia sebelumnya membandingkan kasus dugaan pungli jual beli kios pasar Cepu yang laporannya baru masuk bulan Juni 2020 lalu, namun sudah digeber penanganannya.

“Ini yang laporan kaitannya dengan pungutan janggal jasa pelayanan Rp6 ribu RSUD dr R Soetijono Blora kok belum ada lagi perkembangannya,” ucap Eko.

Diketahui, kedatangan GERAM ke Kejari Blora berlangsung sekira 40 menit. Menjawab kedatangan mereka, Muhammad Adung selaku Kasi Intel yang merangkap Humas Kejari Blora menyatakan hingga saat ini proses hukum yang ada masih tetap berjalan.

“Memang cukup lama, karena kemarin ada perintah dari pusat di bulan Maret, April, Mei, untuk tidak melakukan pemeriksaan,” ucap Adung.

Dia mengatakan, pertimbangan waktu itu Covid-19 memang lagi ramai-ramainya dan pihaknya baru memulai kembali kasus aduan yang dilaporkan oleh GERAM.

“Kita mulai kerjakan sekarang. Ini masih berjalan. Saya gak main-main. Saya fair orangnya. Kalau memang di situ ada tindak pidana saya akan lanjutkan,” katanya.

Lebih lanjut, Adung menyatakan, semua proses hukum yang ditangani Kejaksaan Negeri Blora saat ini berjalan sama. Terkait kasus dugaan pungli jasa pelayanan Rp6 ribu RSUD dr R Soetijono Blora, tidak ada yang menanyakan kasus tersebut.

“Saya nggak mau 86, saya nggak ada beban di Blora. Saya nggak akan main-main kalau disini. Reputasi pangkat saya dan jabatan. Nggak peduli saya, siapa dia. Saya mau dipindah ke Papua nggak peduli, kalau ada kaitannya dengan pejabat-pejabat itu. Tapi saya minta teman-teman fair juga sama saya,” katanya.

“Hari ini saja kita melakukan pemeriksaan dua orang Kasubbag Keuangan RSUD Blora,” Adung menambahkan.

Diketahui sebelumnya, dari GERAM yang saat memenuhi panggilan pertama, yakni diwakili oleh Rudito Suryawan. Dirinya sempat menyatakan bahwa kantor Kejari Blora akan disegel oleh pihaknya apabila kasus dugaan pungli jasa pelayanan Rp6 ribu RSUD dr R Soetijono Blora tidak berlanjut.

Facebook Comments