HomeJawa TengahMengenal Istilah Sermukim, Drama Treatikal saat Menyambut Sertijab TNI AD di Blora

Mengenal Istilah Sermukim, Drama Treatikal saat Menyambut Sertijab TNI AD di Blora

Jawa Tengah News Pemerintahan Peristiwa 0 0 likes 399 views share

kabarblora.com – ‘Sermukim’, istilah ini mungkin asing bagi masyarakat diluar satuan TNI. Namun bagi TNI istilah ini adalah bahasan umum yang biasa diucapkan ketika latihan, maupun ketika menyelenggarakan acara.

Pada hari Selasa, 20 Agustus 2019 ratusan TNI di Blora, sebagai bentuk hiburan menyambut tiga komandan TNI AD dari tiga Kabupaten yang baru masuk, di Blora ada sebuah drama treatikal ‘Sermukim’ di Batalyon 410/ Alugoro Blora, Jawa Tengah.

Penasaran dengan istilah ‘Sermukim’? Praka Suyanto selaku humas atau penerangan Batalyon 410/ Alugoro, menjelaskan bahwa itu adalah drama treatikal yang diperagakan oleh sejumlah pasukan atau prajurit TNI AD.

“Sermukim itu singkatan dari serangan pemukiman. Pemukiman yang asal muasalnya hidup damai dan indah, tiba-tiba ada sejumlah pemberontak yang merusak pemukiman warga,” jelas Suyanto.

Humas itu menerangkan, treatrikal Sermukim ada peran sejumlah pemberontak dengan menggunakan senjata di wilayah yang ditempat tugaskan para TNI, kemudian aksi itu diketahui Perwira seksi intelijen atau Pasintel.

“Komandan mendapat laporan dari Pasintel wilayah bahwa ada pemberontakan,” katanya.

Humas itu memaparkan, kemudian komandan memberikan intruksi kepada tim khusus TNI AD untuk bergerak cepat dengan menuntaskan aksi pemberontakan tersebut.

“Seluruh insurjen atau pemberontak dengan gerakan taktik sermukim tim khusus TNI dituntaskan dengan menembak ditempat para pemberontak,” bebernya.

Dengan cara-cara itulah, lanjut Suyanto, teknik ‘Sermukim’ dilakukan. Kata dia, perang TNI tidak beda jauh dengan yang diperagakan dalam drama.

“Hanya taktik dan latihan perang secara terus menerus yang membedakan. Itulah cara-cara kami diajari menjadi prajurit TNI yang setiap hari, harus selalu siap dimanapun dan kapanpun menjalankan tugas kewajiban.” Suyanto menandaskan.

 

Berikut videonya:

https://www.vidio.com/watch/1730036?utm_source=vod&utm_medium=app-android&utm_campaign=vidio-app-share

Facebook Comments