HomeJawa TengahMeretas Jalan Menuju Kader Paripurna

Meretas Jalan Menuju Kader Paripurna

Jawa Tengah News Pendidikan Suara Warga 1 3 likes 2.2K views share

Dalam kegiatan pengkaderan di HMI, Nilai Identitas Kader atau juga dikenal sebagai Nilai Dasar Perjuangan didialektikakan melalui sebuah proses pergumulan pemikiran untuk mentransformasikan nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan menjadi sebuah identititas bagi kader HMI.

Identitas bukanlah sebagai sesuatu yang taken for granted, melainkan harus dibangun dengan mentransformasikan nilai-nilai yang akan membentuk kader HMI menjadi kader yang aktual dalam dinamika masyarakat. Islam yang dipedomani merupakan Islam yang termanifestasi dalam realitas historis, sains, seni dan tatanan sosial.

Dalam terminologi Seyyed Hossein Nasr, Islam merupakan realitas dasar yang mengandung devine intellect atau intelektual Ilahiah sehingga mampu untuk tetap aktual tanpa terjebak realitas temporal ruang dan waktu. Wajah inklusifisme Islam membuatnya tidak berjarak dengan pengetahuan, peradaban dan tentu saja realitas sosial.

Modalitas inilah yang membentuk karakter kader HMI untuk berpartisipasi penuh dalam dinamika masyarakat. Baik ketika masih menjadi mahasiswa maupun setelah terjun dalam kehidupan masyarakat. Jefri Hari Akbar merupakan salah satu contoh kader HMI diantara ribuan kader HMI lain yang gigih berproses dan mengaktualisasikan diri dengan menyandang identitas, misi dan kecintaan pada nilai-nilai yang disemaikan dalam kawah candradimukanya HMI (LK 1, LK 2, LK 3).

Ketika menjalani kuliah selama tujuh semester di fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) sebagai kader HMI betul-betul malang melintang di banyak organisasi dan kegiatan kampus, misalnya Ketua umum karate, Ketua umum BEM Fakultas Hukum, Ketua Umum Senat Mahasiswa UMM bahkan menjadi koordinator ketua BEM Fakultas Hukum se Indonesia.

Ditengah kesibukan aktivitas keorganisasian tersebut tidak lantas menghambat prestasi akademiknya dengan IPK 3,98 dan menjadi wisudawan terbaik tingkat universitas. Pencapaian prestasi akademiknya terus berlanjut ketika melanjutkan ke Pasca Sarjana di “Unissula Semarang” dengan berhasil meraih Magister Hukum dengan IPK 3,94 dan menjadi lulusan terbaik pula.

Aktivitas ke HMI an dijalaninya dengan penuh semangat dan kecintaan menjadi pemateri di daerah Bangkalan, Banyuwangi, Kediri, Tuban, Lamongan dan Surabaya. Di samping memberikan juga materi-materi Leadership, Motivasi, Ideopolistratak dan legal drafting.

Bahkan setelah berkarir sebagai HRGA manager di PT Suri Tani Pemuka (Japfa Group-Aquaculture) ia masih bisa menyediakan waktu sebagai Sekum Majelis Daerah KAHMI Rembang, Ketua III ikatan alumni SMAN 2 kediri, serta APINDO.

Pengkaderan di HMI melahirkan kader yang progresif karena mendapatkan fondasi teologis untuk berkiprah sepenuhnya dengan mengusung ide kemajuan, modernitas, profesional dan meleburkan diri dalam dinamika masyarakat tanpa kehilangan diri dan tercerabut dari akar ke HMI annya.

“Di hari MILAD HMI yang ke 71 tahun ini, semoga HMI semakin matang dan menjadi tempat kawah chandradimuka bagi generasi muda indonesia dalam berfastabiqulkhoirot dalam membangun bangsa” Ucap Jefri Hari Akbar di hari Milad HMI, Senin 05 Februari 2018.

Kutipan dari buku Keislaman Yang Hanifnya Cak Nur (Nurcholis Madjid) mungkin dapat menjadi pemantik refleksi untuk meretas jalan menuju kader paripurna,…Manusia ada karena kerja dan kerja itulah yang mengisi eksistensi kemanusiaan. Manusia harus memberi makna pada kerjanya sebagai bagian integral. Nilai hidup seseorang diukur seberapa jauh ia melibatkan diri dalam hidup nyata untuk memelihara dan meningkatkan mutu hidup bersama. Untuk merealisasikan diri sebagai khalifah Allah yang membuat bumi kertaraharja.

Dengan demikian jalan menuju keparipurnaan seorang kader HMI harus selalu terkait dan paralel dengan kondisi sosial. Ia tidak boleh tereduksi ke dalam dimensi kesalehan individu semata. (Timkb/ADN)

Facebook Comments