HomeJawa TengahMinta Stadion Sepak Bola Diperbaiki, Temui Ganjar Pranowo Dengan Aksi Jalan Kaki

Minta Stadion Sepak Bola Diperbaiki, Temui Ganjar Pranowo Dengan Aksi Jalan Kaki

Jawa Tengah News Peristiwa 0 4 likes 1.9K views share

kabarblora.com – (SEMARANG) Melansir dari Bahasan SINDOnews waktu di Semarang, Pemuda Blora atas nama Lilik Yuliantoro (38) nekat berjalan kaki dari Blora ke Semarang demi mewujudkan mimpi – mimpinya. Dia ingin bertemu Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo agar bisa membantu membangun stadion sepak bola di Blora.

Ia berjalan dari Blora sejak Jumat 9 Maret 2018 dan pada Rabu (14/3), dia baru sampai di Semarang. Hampir saja pemuda itu tak bisa bertemu Ganjar karena dijadwalkan berkeliling Kabupaten Semarang.

Beruntung, Ganjar yang baru saja berangkat dari rumah, melihat Lilik Yuliantoro berjalan kaki terpincang-pincang di jalan menuju rumah kontrakannya di Tengger Timur Raya. Rupanya Ganjar tertarik dengan pemuda yang berjalan dengan poster di dada dan punggungnya itu.

Bertuliskan “Aksi Jalan Kaki Jilid 2 Blora-Semarang”. Sedangkan pada punggung bergambar foto Ganjar Pranowo.  Spontan Ganjar pun menghentikan mobilnya dan menemui Lilik. “Mau ke mana?,” kata Ganjar.

“Lho Pak Ganjar, saya mau ketemu njenengan Pak,” kata Lilik Yuliantoro yang kaget. Dia tampak kelelahan. Keringat meleleh di mukanya. Kemudian Ganjar mengajaknya duduk dan meminta ajudannya mengambilkan air minum.

Setelah cukup beristirahat, Lilik Yuliantoro malah menangis. “Pak Ganjar. Keinginan saya terwujud,” isak Lilik Yuliantoro menyatakan memang jalan kaki dari Blora ke Semarang untuk bertemu Ganjar.

Lilik Yuliantoro yang penggila bola ini berharap kepada Ganjar agar memperhatikan perkembangan olahraga di Jawa Tengah, terutama sepak bola. Dia mengeluhkan kondisi stadion di Blora yang tidak terurus. “Stadion sepak bola tidak pernah terurus. Cuma buat menjemur gabah,” keluhnya.

Mendapat laporan tersebut, Ganjar mengapresiasi sikap kritis Lilik Yuliantoro. Dia juga mengarahkan Lilik Yuliantoro segera melapor ke Bupati Blora. Politikus PDIP itu lalu membuat vlog yang akan dikirim ke Bupati Blora.

Tak sekadar itu, melihat sepatu Lilik Yuliantoro sudah usang, Ganjar menjanjikan sepatu baru yang lebih layak. “Nanti kalau saya selesai temui tamu-tamu, kamu ke rumah ya. Saya kasih sepatu,” katanya ke Lilik Yuliantoro yang disambut anggukan sebagai tanda pemuda itu menerima hadiah sepatu yang dijanjikan Ganjar.

Melansir dari bahasan Netizen Grup Facebook Blora Updates yang memboomingkan bahasan tersebut di Media Sosial seputar Blora.

Secara struktural, memang bisa dikaji pihak mana yang sebenarnya berwenang memperbaiki stadion di Blora. Apakah Pemprov Jateng ataukah Pemda Blora? Dari sudut pandang ini maka dapat diukur apakah aksi tersebut relevan atau tidak ?

Kadangkala sebuah struktur di pemerintahan memang tidak responsif terhadap permasalahan publik. Entah karena keterbatasan penganggaran, penentuan skala prioritas dan bisa juga karena lemahnya mengagregasi keterkejutan kepentingan warga.

Di sisi lain, tumbuh pola pikir baru tentang fungsi sensasi viral sebagai jalan pintas untuk menerobos sekat-sekat struktural dan memengaruhi pengambilan kebijakan untuk kepentingan publik.

Maka solusi yang rasional adalah, meletakkan isi pesan yang diperjuangkan Lilik Yuliantoro dalam platform atau grand design pengembangan infrastruktur di Blora, relevan atau tidak ? memungkinkan atau tidak?

Jika pertanyaan ini mampu dijawab maka perspektif peluang penyelesainnya akan dapat dirumuskan dan diformulasikan. (timkb)

[poll id=”3″]