HomeSuara WargaMisuhmu Musuhmu…..

Misuhmu Musuhmu…..

Suara Warga 0 0 likes 1.5K views share

kabarblora.com – Misuh atau umpatan merupakan fenomena kebahasaan yang didalamnya terkandung ekspresi terhadap sebuah situasi yang berkaitan dengan pihak lain. Sebagai sebuah ekspresi ia bisa saja mengandung kritik dan penilaian dengan gaya bahasa tertentu.

Gaya bahasa dapat menunjukkan kualitas penuturnya. Pihak penutur inilah yang dalam ranah publik dapat bersinggungan dengan ranah hukum dan ranah persepsi.

Peristiwa anggota DPRD Blora malah misuh pada petugas medis DKK Blora yang sedang menjalankan SOP upaya penanggulangan Covid 19 tidak luput dari kelindan ranah hukum dan persepsi publik.

Secara hukum ia berpotensi bersinggungan dengan perlakuan tidak menyenangkan, penghalangan pada petugas yang sedang menjalankan kewajibannya dan berkenaan dengan pelanggaran kode etik sebagai anggota dewan.

Baca Juga: Polling : Setujukah Anda Jika Ada Karantina 14 Hari Wakil Rakyat Blora di RS?

Dalam ranah persepsi, respon publik sudah bergerak jauh lebih cepat lewat cepat lewat netizen dan media-media online yang mengecam peristiwa misuh itu.

Dan penghukuman lewat persepsi publik ini akan terus bergulir manakala jalur hukum formal dan sidang kode etik lewat Badan Kehormatan Dewan menemui jalan buntu.

Kebuntuan itu dapat memantik prasangka dan penilaian bahwa hukum ternyata tidak berlaku pada kelas-kelas sosial yang terhormat dalam masyarakat. Ketidakadilan inilah yang akan terus diendus oleh publik.

Pada lapisan mentalitas sesungguhnya menyimpan sebuah problem yang sangat besar dan mengkhawatirkan yaitu problem relasi antar penyelenggara negara.

Anggota lembaga legislatif dan Aparat pemerintahan secara substansi fungsi keduanya sama-sama berangkat dari mandat rakyat untuk menjalankan kehendak rakyat. Legislatif mendapat mandat lewat seleksi dalam pemilu sedangkan aparat pemerintah mendapat mandat lewat seleksi tes. Dihadapan rakyat keduanya setara.

Berdasarkan perspektif ini, maka peristiwa misuh itu mengingkari kesetaraan dan kandungan ekspresinya menggambarkan sebuah arogansi.

Selayaknya anggota dewan berdiri paling depan menyatakan perang terhadap misuh atau WAR SHIT. Misuh adalah musuh kita atas nama etika dan kesopanan. Dan misuhmu itu musuh rakyat yang berarti misuhmu itu musuhmu juga.

Facebook Comments