HomeKomunitasPabrik Semen Sebagai Sponsorship, Peserta Indonesiana Undur Diri

Pabrik Semen Sebagai Sponsorship, Peserta Indonesiana Undur Diri

Komunitas Nasional News Pendidikan Peristiwa Sastra Tokoh 0 0 likes 3.1K views share

kabarblora.com – Lantaran di dalam poster Indonesiana – Cerita Dari Blora muncul logo PT Semen Gresik, akhirnya memantik reaksi banyak pihak. Bukan tanpa sebab. Selain perjuangan para petani dan aktifis lingkungan yang sebagian besar para Pramis untuk menyelamatkan pegunungan Kendeng dari keterancaman para perusahaan tambang dan pabrik semen segala merk selama 12 tahun yang telah banyak menguras tenaga, pikiran, harta benda bahkan nyawa, pencantuman sponsorship tersebut dirasa tidak berdasarkan hasil kesepakatan bersama.

“Terus terang, saya menolak pendirian pabrik semen. Bila acara Indonesiana – Cerita Dari Blora itu disponsori oleh pabrik semen, jelas itu bertolak dengan prinsip saya. Saya tidak akan berangkat ke Blora,” kata Gunawan Budi Susanto (57), seorang penulis yang diundang sebagai salah satu pembicara di acara bedah buku karya Pramoedya Ananta Toer berjudul Cerita Dari Blora.

Gunawan Budi Susanto adalah satu dari sekian orang yang tertulis namanya di poster Indonesiana acara bedah buku Cerita Dari Blora yang dijadwalkan Rabu, 12 September 2019. Nama lainnya yang tercantum adalah seorang Muhidin M Dahlan dan juga komunitas Akar Merdeka yang dijadwalkan mengisi Gelar Griya Cungkil 1.000 Wajah Pramoedya.

Dalam keterangannya, Gunawan Budi Susanto berencana membuat surat pembatalan yang akan dilayangkan kepada pihak panitia yaitu Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora.

“Iya, agar tak berlarut-larut menimbulkan kesalahpahaman kawan-kawan, Selasa (4/9) kemarin saya mengirim SMS kepada personel panitia, bahwa saya menolak pendirian pabrik semen di Kendeng dan membatalkan kesediaan saya sebagai pembicara. Karena setelah saya cermati, ternyata (perusahaan) semen jadi sponsorshipnya,” ujar Gunawan Budi Susanto yang akrab disapa Kang Putu.

Indonesiana adalah platform pendukung kegiatan seni budaya di Indonesia yang bertujuan untuk membantu tata kelola kegiatan seni budaya yang berkelanjutan, berjejaring, dan berkembang. Indonesiana diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Kebudayaan – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Program Indonesiana 2018 di Blora ini dilaksanakan setelah Pemerintah Kabupaten Blora menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) atau MoU tentang Platform Kebudayaan Indonesiana bersama Direktorat Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia.

Saat dikonfirmasi oleh wartawan, Soesilo Toer MSc PhD salah satu pendiri Perpustakaan PATABA yang notabene adik kandung dari Pramoedya Ananta Toer mengatakan bahwa dirinya juga tidak tahu-menahu terkait dengan pencantuman logo-logo perusahaan, di antaranya adalah PT Semen Gresik, ExxonMobil, Pertamina, Bank Jateng dan PT GMM (Gendhis Multi Manis) tersebut. Dirinya hanya tahu menjadi salah satu narasumber di acara bedah buku.

“Saya sama sekali tak pernah diajak berbicara terkait dengan sponsorship. Kalau acara Indonesiana – Cerita dari Blora ini sponsornya adalah pabrik semen, ExxonMobil dan PT GMM, saya menolak. Bahkan sudah sejak 10 tahun lalu. Ini karena demi kelestarian lingkungan hidup. Dalam acara ini kita memang mengundang para penulis, seniman dan budayawan, seperti Saut Situmorang, Kang Putu (Gunawan Budi Susanto), Dwi Cipta, dan kawan-kawan lainnya. Itu semua kita undang untuk mendukung acara Indonesiana – Cerita Dari Blora ini. Kalau mau dibatalkan, batalkan saja. Itu rekayasa buat nyari duit. Kelihatannya begitu,” tandas Soesilo Toer, Jum’at (7/9) kemarin.

Anak semata wayang Soesilo Toer, Benee Santoso (27) pemuda pengelola PATABA Press yang aktif menerbitkan buku-buku berkualitas, juga menyatakan hal senada, bahwa dirinya juga tak pernah terlibat dalam pembicaraan terkait sponsorship acara Indonesiana – Cerita Dari Blora.

“Terkait dengan sponsorship yang ada, saya juga tak pernah diajak berbicara. Dulu saya sempat mengusulkan beberapa nama untuk dimasukkan kepanitiaan, namun ditolak. Akhirnya saya mengundurkan diri dari kepanitiaan,” jelasnya.

Benee juga menambahkan bahwa dirinya dulu mengajak Gunawan Budi Susanto sebagai pembicara, saat susunan panitia belum ada. Baru ketika susunan panitia dibentuk, ternyata ada panitia yang juga bertugas mencari tambahan sponsor. Menurut Benee, logo sponsor itu baru ditempelkan belakangan.

Menyikapi hal tersebut, Gunawan Budi Susanto mengatakan, dirinya yakin bahwa sebagai tuan rumah, Soesilo Toer dan anaknya Benee Santoso tidak mengerti akan masuknya sponsor dari perusahaan semen dan minyak di acara Cerita Dari Blora.

“Iya, saya masih percaya dan yakin, Pak Soes dan Benee tak tahu-menahu soal ini. Dan, bagi saya pribadi: Semoga peristiwa ini jadi pengalaman berharga untuk ekstra hati-hati mencermati pelaksanaan suatu acara kapan pun dan di mana pun,” ucapnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora Drs Kunto Aji mengatakan bahwa terkait keberadaan sponsorship perusahaan semen dalam acara Indonesiana – Cerita Dari Blora sudah dibatalkan dan untuk pemajuan kebudayaan di Blora, meminta agar masalah ini tidak usah diperpanjang. Surat nomor 430/605/2018 tertanggal 7 Agustus 2018 kepada Direktur PT Semen Indonesia di Rembang terkait dengan permohonan bantuan sponsor untuk kegiatan Indonesiana 2018 “Cerita Dari Blora” yang akan diselenggarakan pada tanggal 12-15 September 2018 akhirnya ditarik kembali oleh Dinporabudpar Kabupaten Blora.

“Sudah saya batalkan, Om. Jangan diperpanjang. Saya tidak sampai kepikiran sejauh teman-teman. Mari kita sukseskan Indonesiana. Demi pemajuan kebudayaan di Blora dan Nusantara,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments