HomeNewsPenentuan Pimpinan Definitif Diwarnai Kericuhan

Penentuan Pimpinan Definitif Diwarnai Kericuhan

News Politik 0 0 likes share

kabarblora.com – Rapat penetapan pimpinan definitif DPRD Kabupaten Blora, Jawa Tengah berlangsung tertutup. Pasalnya, rapat tersebut bersifat internal hanya untuk para politisi melenggang menjadi wakil rakyat.

Menurut Ketua sementara DPRD Blora, HM Dasum, rapat internal itu menghasilkan beberapa pimpinan definitif partai. PDI perjuangan terpilih menjadi ketua DPRD Blora.

“Ini tadi rapat internal, adapun hasilnya PDI P yang menjadi ketua DPRD saya sendiri (Dasum) . Wakil ketua DPRD dari Nasdem yaitu, Sakijan. Wakil ketua DPRD dari PKB adalah Mustopa, kemudian Wakil ketua DPRD dari Golkar bernama Siswanto,” ujar Dasum saat ditemui diruangannya, Kamis 12 September 2019.

Disampaikan, saat rapat internal tersebut, ada usulan sebanyak 7 fraksi. Yakni terdiri dari PKS-Gerindra, Hanura-Demokrat, PDI P, PKB, Nasdem, PPP, kemudian Golkar-Perindo yang dinamai dengan fraksi Golkar.

“Setelah ini kita proses dan akan kita kirim ke pak Bupati, kemudian kita akan membahas alat kelengkapan,” ucap Dasum.

Pada saat itu, kata dia, juga membahas tentang beberapa peraturan daerah atau Perda. “Salah satunya tadi membahas tentang penyalahgunaan narkoba,” tambahnya.

Sekedar informasi, saat rapat tersebut, terdengar nada suara keras dari ruangan rapat, yang menyebut-menyebut DPRD yang tidak bisa bersatu dan jika ada kejanggalan akan dilaporkan ke pihak KPK.

Berikut suara yang terdengar sangat keras dan jelas dari luar ruangan rapat:

“Saya anggota dewan punya hak berbicara. Ini mumpung rapat saya bicara. Kalau tidak saya keluar pak”

“Angger gak bersatu dengan baik DPRD, jangan coba-coba. Saya laporkan KPK. Sekwan juga harus hati-hati, jika tidak bersatu saya sikat sendiri,”

Facebook Comments