HomeNewsPengamat: Pengembangan Kebudayaan Luput dari Visi Misi Paslon Pilkada Blora

Pengamat: Pengembangan Kebudayaan Luput dari Visi Misi Paslon Pilkada Blora

News Politik 0 0 likes 527 views share

kabarblora.com – Kontestasi Pilkada Blora memasuki tahap krusial ketika para paslon mengkontestasikan visi misinya kepada publik sebagai pemilik suara dan yang sejatinya pemilik hajatan Pilkada.

Visi misi mencerminkan ragam bidang kehidupan masyarakat yang menjadi fokus kebijakan jika kontestan terpilih nantinya. Permasalahannya adalah apakah visi misi itu telah menyentuh bidang-bidang kehidupan yang urgen bagi masyarakat?

“Sejauh yang saya cermati, pengembangan kebudayaan luput dari visi misi ketiga paslon. Setidaknya, tidak ada yang secara eksplisit menyebutkannya,” kata pengamat kebudayaan Blora, Tri Martana kepada kabarblora.com, Selasa (6/10/2020).

Mengenai urgensi pengembangan kebudayaan lebih lanjut, dia memaparkan bahwa konsep pembangunan masyarakat pasti memasukkan unsur-unsur ideologi politik ekonomi sosial budaya pertahanan dan keamanan (Ipoleksosbudhankam).

“Kebudayaan pasti melekat di dalamnya. Pengembangan kebudayaan menjadi sangat urgen agar pembangunan tidak diperbudak oleh spirit materialisme. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya cultural lag atau kesenjangan kebudayaan,” kata dia.

Menyinggung bahaya kesenjangan kebudayaan, alumni jurusan sejarah UNS itu menjelaskan bahwa tentunya masyarakat akan terputus dari akar budaya masa lalunya yang kemudian kehilangan identitas culturalnya sebagai orang Blora.

“Setelah itu terputuslah pewarisan budaya ke generasi berikutnya,” ucap Martana.

Menurutnya, sejarah dan peradaban Blora menyimpan unsur-unsur budaya yang lebih dari sekadar layak untuk dikembangkan lebih maju lagi.

Jika sekarang coblosan Pilkada 2020, Siapakah Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Blora yang Anda Pilih? Vote Sekarang!

View Results

Loading ... Loading ...

Martana menuturkan, baik unsur budaya yang bersifat mentalitas dan aktivitas manusia maupun yang bersifat kebendaan.

“Kita mempunyai seni barongan, wayang krucil dan kentrung. Permasalahannya adalah adakah rencana sistematis untuk proses pewarisan budaya seni dan tradisi lokal khas Blora tersebut?,” tutur dia.

Dalam hal ini, laniut Martana, apabila pemerintah abai tentu beban pewarisan budaya tersebut tidak akan mampu disangga sendiri oleh para pelaku seninya.

“Kita juga mempunyai unsur budaya yang bersifat kebendaan utamanya peninggalan kepurbakalaan seperti fosil gajah elephas hysudindricus dari Sunggun dan fosil Homo Soloensis dari Ngandong. Dalam kajian ilmiah levelnya internasional, Mas. Sangat legendaris,” kata Martana.

Lebih lanjut disampaikan, disayangkan sekali apabila dalam hal ini Blora tidak bisa memproyeksikannya sebagai bagian pengembangan kebudayan, pendidikan dan ekonomi sekaligus.

“Proyeksi itu harapannya secara eksplisit tercermin dalam visi misi yang dikontestasikan para paslon,” ucap dia

“Saya mengapresiasi proyeksi kesejahteraan ekonomi yang ditawarkan ketiga paslon. Jikapun secara eksplisit pengembangan kebudayaan belum tercermin dalam visi misi tetapi masih ada peluang muncul dalam program dan tema kampanye. Tetapi tentu saja taste-nya berbeda,” Martana memungkasi

Selengkapnya bisa download visi misi Paslon Pilkada Blora di link berikut:

https://drive.google.com/file/d/11zQg-wJzGnUhmB1yxvR4M9W0u9OYyb_S/view?usp=drivesdk

Facebook Comments