HomeNewsPenulis Alamat Palsu Mengaku, BM’87 Bergabung Aliansi Tuntaskan Kasus PTSL

Penulis Alamat Palsu Mengaku, BM’87 Bergabung Aliansi Tuntaskan Kasus PTSL

News Pemerintahan Peristiwa Politik Sosial 0 0 likes 1.2K views share

kabarblora.com – Setelah dikritisi oleh Koordinator LSM BM (Bocah Mblora) ’87 dan disorot oleh banyak pihak khususnya para warganet dalam komentar-komentarnya di media sosial, akhirnya koordinator LSM Pending Mas mengakui kekeliruannya. Dirinya mengaku bahwa surat permohonan audiensi ke Kepala Desa Trembulrejo Kecamatan Ngawen yang dicantumkan memang tanpa seizin pemiliknya.

“He..he..he.. Iya, itu memang benar alamat rumahnya Mas Lilik, koordinator BM’87. Kemarin karena terburu-buru, saya buat surat audiensi tersebut dengan copy-paste surat yang dulu,” kata Rudito Suryawan saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (27/10) tadi siang.

Menurut keterangan Rudito alias Kaji Rudi, nama aliansi itu dulu pernah digunakan untuk mengkritisi beberapa kasus dugaan korupsi di Kabupaten Blora, seperti kasus togel, kasus pembangunan Kantor Kecamatan Jati dan Puskesmas Ketuwan, Kecamatan Kedungtuban.

“Iya, alamat tersebut dulu selalu dijadikan base camp aliansi beberapa LSM di Blora. Dan memang dulu pernah digunakan untuk mengkritisi kasus-kasus di Blora. Lha, Mas Lilik itu juga dulu ikut aliansi, karena dia merupakan koordinator LSM BM’87. Untuk beberapa hari ini, karena kesibukan dia kerja, maka kemarin masih belum bergabung,” ujarnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, masalah ini bermula dari sekitar 1.300-an pemohon pengajuan sertifikat di Desa Trembulrejo Kecamatan Ngawen memberikan biaya pengurusan sertifikat dan segel sebesar 500 ribu rupiah tanpa diberikan kwitansi bukti pembayaran.

Melihat permasalahan tersebut tertanggal 16 Oktober 2018 atas nama Aliansi Peduli Transparansi mengirimkan surat kepada Kepala Desa perihal permohonan audiensi untuk mengetahui lebih lanjut proses PTSL di Desa Trembulrejo.

Surat dengan nomor 04/Als.RT./X/2018 tersebut ditandatangani oleh 3 orang yaitu Tejo Prabowo (LSM Jati Bumi), R Suryawan (LSM Pending Mas) dan Suwarsono (LSM Pusat Peranserta Masyarakat) dengan mencantumkan alamat sekretariat di Jl. A. Yani III/3 Blora.

Namun tanpa memberikan penjelasan dan pemahaman kepada warga yang telah berbondong-bondong berkumpul ke balai desa, audiensi tersebut batal tidak dilaksanakan, Rabu (24/10). Warga kecewa dan menilai sejumlah oknum LSM yang ada telah bermain mata dengan Kepala Desa. Hingga akhirnya 8 orang warga Desa Trembulrejo pada Kamis (25/10) mendatangi Mapolres Blora untuk melaporkan indikasi pungli dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2018 di Desa Trembulrejo Kecamatan Ngawen sendiri.

Selaku Koordinator BM’87, Lilik Prayogo berharap paska pencantuman alamatnya tanpa sepengetahuan dirinya yang sangat merugikannya secara immateriil ini pelaku bertanggungjawab dengan menjelaskannya dengan gamblang.

Untuk memastikan informasi tersebut maka wartawan segera menghubungi Lilik Prayogo selaku Koordinator LSM BM’87.

“Iyo, Pak, wingi iku jare deweke lali ngabari aku nek alamatku dienggo (Iya, Pak, kemarin itu katanya dia lupa kasih kabar kalau alamat saya dipakai), kata Lilik Prayogo.

Lanjut Lilik, rencananya mulai hari ini, Sabtu (27/10) BM’87 akan kembali gabung di Aliansi Peduli Transparansi untuk mengawal proses hukum kasus dugaan pungutan liar (Pungli) dalam Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) 2018 di Desa Trembulrejo yang ada indikasi bahwa Kepala Desa Trembulrejo terlibat.

“Iya, untuk menunjukkan bahwa kita tidak akan pernah lari dan sembunyi dalam penuntasan kasus-kasus rakyat dan pengawalannya, rencana aksi dalam waktu dekat ini kita akan buat spanduk bertuliskan Usut Tuntas dan Penjarakan Pelaku Pungli Serta Penyalahgunaan Jabatan di PTSL,” tandasnya.

Atas nama Aliansi Peduli Transparansi tersebut ada LSM Pending Mas, Jati Bumi, Pusat Peranserta Masyarakat, dan BM’87.

“Intinya agar penuntasan kasus PTSL di Blora tetap berlanjut. Kalau memang ada Kepala Desa atau pihak-pihak yang salah harus tetap diproses sesuai hukum yang berlaku,” pungkasnya. (*)