HomePendidikanPeran Mahasiswa dalam Dinamika Sosial Politik di Indonesia

Peran Mahasiswa dalam Dinamika Sosial Politik di Indonesia

Pendidikan Suara Warga 0 0 likes 3.6K views share

Indonesia merupakan salah satu negara yang kaya akan keanekaragaman, salah satunya jumlah penduduk lebih dari 250 juta jiwa, Indonesia merupakan negara yang jumlah penduduknya terbesar ke 4 di dunia.[1] Kepadatan penduduk di tiap daerah berbeda-beda. Hal ini yang meninmbulkan permasalahan dalam bidang sosial, politik, ekonomi, dan budaya bagi pemerintah di Indonesia.

Khofifah Indar Parawansa, Menteri Sosial mengatakan pada bulan Mei 2016 terdapat sekitar 4,1 juta anak terlantar di Indonesia. Khofifah merinci sebanyak 5.900 anak mengalami penelantaran sama seperti kasus yang terjadi di Cibubur, 3.600 anak bermasalah dengan hukum, balita terlantar sebanyak 1,2 juta dan anak jalanan sebanyak 34 ribu.[1]

Dalam dunia politik, kini kepercayaan masyarakat terhadap politik khususnya partai politik semakin menurun. Dapat dilihat dari Temuan survey SMRC terbaru (2016), menempatkan partai politik sebagai lembaga yang paling rendah mendapatkan kepercayaan masyarakat (52%). Angkanya jauh di bawah TNI (89%), Presiden (83%), dan KPK (82%). DPR sebagai lembaga yang menampung partai politik juga mendapatkan nilai yang rendah, yakni 58%.[2] Mereka acuh tak acuh, apatis terhadap politik saat ini, di karenakan memang banyak sekali kasus korupsi yang terjadi di bidang politik ini. Dari tahun ke tahun tingkat kasus korupsi terus meningkat, pada tahun 2014 di dapati total kerugian negara hingga mencapai 5,29 triliun.[3]

Melihat keadaan sosial politik di Indonesia yang semakin miris, tentunya diperlukan suatu perubahan. Perubahan yang sangat berarti bagi bangsa Indonesia. Dan dalam hal ini peran pemudalah yang sangat dibutuhkan, khususnya peran mahasiswa. Karena mahasiswa merupakan aktor dalam pembangunan dan perubahan.

Oleh karenanya untuk menumbuhkembangkan itu diperlukan suatu Peran Mahasiswa dalam Sosial Politik, untuk sama-sama bergerak dalam satu tujuan yaitu membuat Indonesia maju, membuat perubahan bangsa ini menjadi baik dan lebih baik lagi.

Mahasiswa adalah sekelompok masyarakat yang sedang belajar dalam bidang ilmu tertentu. Posisi ini hanyalah bersifat sementara, karena mahasiswa adalah kader-kader / penerus untuk negara. Mahasiswa sebagai ahli waris dari suatu negara, penerus cita-cita bangsa dan masa depan bangsa. Mahasiswa harus mempunyai karakter yang kuat untuk membangun bangsa dan negaranya, berbudi pekerti, mempunyai iman yang kuat, mampu memahami pengetahuan dan teknologi untuk bersaing secara global, memiliki tanggung jawab untuk memajukan negara menjadi lebih baik ke depannya dan mewujudkan cita-cita bangsa di masa depan.

Jejak perjalanan mahasiswa untuk bangsa indonesia sangatlah mengesankan, mulai dari pra kemerdekaan, masa orde lama, orde baru, orde reformasi sampai orde saat ini. Peran mahasiswa dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia pertama kali di mulai dari kebangkitan bangsa / berdirinya pergerakan budi utomo tepatnya tanggal 20 Mei 1908. Melalui proses kebangkitan bangsa, para pemuda telah menggelorakan semangat perjuangan agar bangsa Indonesia menjadi bangsa yang tidak terpecah belah dalam suku, ras, agama, dan sebagainya. Selanjutnya pada Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 mahasiswa memiliki peran yang sangat signifikan dalam proses pembentukan negara kesatuan Republik Indonesia. Dan pada proklamasi kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945 para mahasiswa ikut membantu dalam pembentukan kemerdekaan bangsa. Pada tahun 1966 dalam Pergerakan pemuda, pelajar, dan mahasiswa, tahun 1998 pergerakan mahasiswa yang meruntuhkan kekuasaan Orde Baru selama 32 tahun sekaligus membawa bangsa Indonesia memasuki masa reformasi. Fakta historis ini menjadi salah satu bukti bahwa mahasiswa selama ini mampu berperan aktif sebagai pionir dalam proses perjuangan dan pembangunan bangsa.[4]

Ada slogan yang menyatakan bahwa “Pemuda harapan bangsa atau Maju mundurnya suatu bangsa tergantung pada Pemudanya”. Dari slogan diatas menunjukkan bahwa pemuda atau Mahasiswa memang akan menjadi penerus dari generasi sebelumnya, karena ditangan pemudalah estafet kepemimpinan berikutnya akan di limpahkan. Dan Para Pemuda / Mahasiswa adalah calon pemimpin masa depan, yang ditantang untuk memperlihatkan kemampuan untuk memerankan peran itu. Mahasiswa bukan zamannya lagi untuk menjadi pelaku pasif atau menjadi penonton dari perubahan sosial yang sedang dan akan terjadi, tetapi harus mewarnai perubahan tersebut.

Sebagai seorang pemuda, mahasiswa mempunyai tanggung jawab yang sangat besar dalam pembangunan nasional, diantaranya adalah meningkatkan kecerdasan dan kesejahteraan masyarakat, serta meningkatkan daya saing dan kemandirian bangsa. Oleh karena itu, menurut UU kepemudaan, para pemuda dan juga mahasiswa harus mampu berperan sebagai Agent Of Change, Social Control, dan Iron Stock. Peran mahasiswa sebagai agent of change / agen perubahan, perubahan yang dimaksud ialah perubahan kearah yang lebih baik / positif. Perubahan dalam diri sendiri merupakan hal utama yang harus dirubah. Dengan mahasiswa sebagai agen perubahan, mahasiswa diharapkan mampu mendorong, memotivasi, dan mempelopori terjadinya pembaharuan. Peran mahasiswa sebagai social control dengan meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat, dengan berbagi bantuan moril dan materil kepada masyarakat dan bangsa. Dan peran mahasiswa yang terakhir ialah iron stockberarti mahasiswa sebagai calon pemimpin bangsa masa depan yang akan menggantikan generasi yang sebelumnya. Mahasiswa haruslah aktif di bangku perkuliahan untuk mengembangkan softskillleadership untuk menjadi calon pemimpin masa depan.[5]

Sosial dan politik memiliki hubungan yang erat. Bisa dilihat saat sedang pemilu, politik terjun langsung ke dunia sosial masyarakat. Perkembangan Sosial dan Politik di Indonesia sangat berkembang pesat. Dalam bidang sosial bisa dilihat dari perkembangan sosial masyarakat, dan dalam bidang politik bisa dilihat dari perkembangan politik di negara indonesia ini. Dalam hal sosial, melihat dari kehidupan masyarakat Indonesia yang belum seluruhnya terpenuhi kehidupannya, masih ada daerah-daerah yang belum mendapatkan kehidupan yang nyaman, jauh dengan masyarakat-masyarakat sekitar, ada kesenjangan antara daerah di perkotaan maupun pedesaan. Sebenarnya masalah sosial erat kaitannya juga dengan masalah ekonomi, budaya, dan agama. Seperti yang diungkapkan oleh Menteri Sosial Ibu Khofifah, masih saja banyak berjuta-juta anak yang terlantarkan. Dengan adanya masalah ini, kementerian sosial mengadakan pemetaan untuk anak-anak dan melakukan program kesejahteraan anak. Dalam hal ini, sebagai mahasiswa sebagai jiwa-jiwa anak muda jiwa sosial haruslah ikut berbagi kepada anak-anak yang dirasa membutuhkan bantuan, ulur tangan, sebagai mahasiswa bisa memberikan pendidikan / pengajaran kepada mereka. Dengan adanya pengajaran, bisa digunakan mereka buat bekal masa depan nanti. Karena memang banyak sekali anak yang tidak bisa sekolah dikarenakan tidak cukup biaya untuk sekolah. Sebagai mahasiswa tidak hanya melulu di kampus, tapi haruslah juga mengabdi ke masyarakat. Pengabdian kepada masyarakat termasuk tri darma perguruan tinggi yang wajib di jalankan karena mahasiswa merupakan insan-insan pencetak masa depan. Pengabdian kepada masyarakat, menurut UU No. 12 Tahun 2012 adalah aktivitas memanfaatkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa.[6] Mahasiswa dapat memanfaatkan disiplin ilmu di jurusannya masing-masing untuk di aplikasikan berupa teknologi yang berguna untuk masyarakat. Contohnya seperti alat pengering ikan dari jurusan saya yang di aplikasikan untuk warga desa Nambangan Perak Kenjeran Surabaya. Dan mahasiswa dapat juga dapat melakukan gerakan peduli lingkungan, penyuluhan, bakti sosial, seperti melakukan penggalangan dana jika ada daerah yang terkena bencana alam, mahasiswa bisa melakukan penggalangan dana dari jurusan masing-masing, kemudian ke institut / universitasnya kemudian nanti bisa juga turun ke jalan untuk meminta bantuan warga-warga sekitar.

Melihat kasus korupsi yang terus terjadi di negara Indonesia, menjadikan masyarakat menjadi geram. Mahasiswa / pemuda sebagai pemegang estafet kepemimpinan, calon pemimpin masa depan harus membekali diri dengan sebaiknya-baiknya dengan ilmu pengetahuan, iman yang kuat, dan ibadah yang baik. Tidak hanya terpaku dunia saja, tetapi akhirat juga. Dalam saat ini peran mahasiswa dalam politik, mahasiswa lebih menjadi grup penegur dan pengingat bagi pemerintah yang melakukan kecurangan. Kepedulian mahasiswa di Indonesia terhadap dunia politik cukup besar dalam media sosial. Saat adanya info politik, para mahasiswa / pemuda sontak memberikan postingan dan komentar-komentar di media sosial ramai bahkan hingga menjadi trending topic. Sehingga dapat dilihat dari hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) yang bekerja sama dengan Pusat Kajian dan Komunikasi Universitas Indonesia (Puskakom UI), pada akhir 2014 tercatat jumlah pengguna internet (netizen) di Indonesia mencapai 88,1 juta. Dari jumlah tersebut, 49,0 persen atau mayoritas pengguna internet berusia 18-25 tahun, disusul yang berusia 26-35 tahun sebanyak 33,8 persen, dan usia 35-45 tahun sebanyak 14,6 persen.[7] Ini merupakan potensi Indonesia untuk para pemuda / mahasiswa memberikan masukan, saran kepada pemerintah dalam bidang politik dan ikut serta berpartisipasi dalam kemajuan politik di indonesia. Peran mahasiswa / pemuda juga cukup baik di kegiatan pemilu, dan dukungan mereka dalam setiap pemilu juga tak pernah surut. Mahasiswa merupakan bagian yang tak terpisahkan dari rakyat, hingga mahasiswa turun ke jalan melakukan aksi untuk rakyat. Seperti yang dilakukan oleh BEM SI (Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia), mereka melakukan aksi nyata serentak di indonesia pada tanggal 12 Januari 2017 mereka menuntut permasalahan-permasalahan dengan menyampaikan aspirasi, mengingatkan dan meluruskan langkah pemerintah untuk kepentingan rakyat. Mahasiswa dituntut lebih banyak bergerak dalam membuat perubahan yang lebih baik, lebih kreatif dan produktif dalam memikirkan ide-ide perubahan untuk bangsa ini.

Pemikiran mahasiswa dalam dunia perpolitikan sangat kritis terhadap kebijakan-kebijakan politik, kemampuan berpolitik mereka baik, dan ini bisa menjadi suatu pembaharuan dalam dunia politik. Dan para pemuda / mahasiswa diharapkan memiliki semangat dalam membangun bangsa ini, dan dapat berpartisipasi di bidang politik melalui media sosial dengan cara yang benar ataupun dengan aksi nyata yang benar.

Berikut beberapa upaya yang bisa dijalankan mahasiswa untuk menjadikan Indonesia lebih maju dalam Sosial Politik , antara lain :

Sadar bahwa manusia merupakan makhluk Sosial, karena manusia adalah makhluk sosial, jadi manusia tidak dapat hidup sendiri. Manusia hidup saling membutuhkan antara yang satu dengan yang lainnya untuk keberlangsungan hidup.Memperbaiki diri dan Melakukan Perubahan. Mahasiswa harus betul-betul mengintropeksi dirinya, baik secara kognitif, afektif dan psikomotor. Mulai menentukan tujuan, dan fokus terhadap tujuan yang ingin diraih. Dan tidak hanya terpaku pada dunia saja, tetapi akhirat juga.Mengembangkan IPTEK. Mahasiswa belajar dengan sungguh-sungguh di bangku perkuliahan, agar dapat memanfaatkan disiplin ilmu di jurusannya masing-masing untuk di aplikasikan berupa teknologi yang berguna untuk masyarakat di Indonesia.Mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya untuk mengambil peran dalam proses pembangunan untuk kemajuan bangsa di masa depan dan melakukan estafet kepemimpinan berikutnya. Dan salah satu wadah untuk mengembangkan potensi yang dimiliki pemuda adalah dengan mengikuti organisasi, sebab organisasi merupakan sarana paling efektif untuk menginisiasi dan melakukan perubahan tersebut dan organisasi merupakan bentuk kecil dari pemerintahan di Indonesia.Melakukan kontrol terhadap kebijakan pemerintah. Mahasiswa peka terhadap kebijakan pemerintah, menyampaikan aspirasi, memberi pendapat dan solusi untuk memperbaiki kondisi sosial politik di Indonesia.

Dilihat dari keseluruhan pemaparan, peran mahasiswa dalam sosial dan politik untuk mewujudkan Indonesia lebih maju, mahasiswa sejatinya memiliki peran dan fungsi yang strategis dalam pembangunan dan perubahan sosial. Mahasiswa menjadi aktor dari pembangunan dan perubahan bangsa Indonesia. Peran mahasiswa sebagai Agent of changesocial control, dan iron stock. Sebagai mahasiswa patut melakukan beberapa upaya yang di jelaskan di atas, dan mengusahakan yang terbaik untuk Indonesia menjadi lebih baik dan lebih maju. (Fathu Riza, tim KPI UGM)

Artikel ini juga diterbitkan di website: sosialpolitik.filsafat.ugm.ac.id
Penulis : Naqiya Rahmatul Laili

Daftar Pustaka

[1]Muhammad Agung Riyadi, “Penelantaran Anak Indonesia : 44 juta Anak Miskin, 4,1 juta Terlantar ”, Gresnews.com, diakses dari http://m.gresnews.com/berita/sosial/255165-penelantaran-anak-indonesia-44-juta-anak-miskin-4-1-juta-terlantar/, pada tanggal 13 Juni 2017 jam 17.00

[2]Pringadi Abdi, “Lomba Menulis Esai: Anak Muda dan Politik”, Catatan Pringadi, diakses dari http://catatanpringadi.com/lomba-menulis-esai-anak-muda-dan-politik/, pada tanggal 11 Juni 2017 jam 10.00

[3] Indonesia Corruption Watch, “Tren Pemberantasan Korupsi 2014”, diakses dari http://www.antikorupsi.org/sites/antikorupsi.org/files/doc/Kajian/Trend%20Korupsi%20Tahun%202014.pdf, pada tanggal 11 juni 2017 jam 10.08

[4] Ari Sulistya, “Pentingnya Peran Pemuda dan Mahasiswa Terhadap Kemajuan Bangsa”, Blissful Blog, diakses dari https://ariesulistya.wordpress.com/2012/04/07/pentingnya-peran-pemuda-dan-mahasiswa-terhadap-kemajuan-bangsa-2/, pada tanggal 11 juni 2017 jam 09.47

[5] Siti Zainab, “Peran Mahasiswa (Agent of Change, Social Control, Iron Stock), WordPress, di akses dari https://sitizainabsite.wordpress.com/2016/11/28/peran-mahasiswa-agent-of-change-social-control-iron-stock/, pada tanggal 13 Juni 2017 jam 05.35

[6] Aang Kunaifi, “Peran Strategis Mahasiswa dalam Perubahan Sosial”, Kompasiana, diakses dari http://www.kompasiana.com/kunaifi/peran-strategis-mahasiswa-dalam-perubahan-sosial_556fc2d68efdfdd23450931a, pada tanggal 14 Juni 2017 jam 07.49

[7] Irwan Saputra, “Pemuda dan Partisipasi Politik Sosial Media”, Qureta, http://www.qureta.com/post/pemuda-dan-partisipasi-politik-sosial-media, pada tanggal 11 juni 2017 jam 10.10

Facebook Comments