HomeEkonomi BisnisPeresmian Khozin Shop : Upaya Membangun Ekonomi Pesantren

Peresmian Khozin Shop : Upaya Membangun Ekonomi Pesantren

Ekonomi Bisnis News 0 1 likes 1.5K views share

kabarblora.com – Dalam rangka membangun kemandirian ekonomi pondok pesantren, Robithah Ma’hid Islami (RMI NU) Melakukan kerja sama dengan berbagai pihak.

Pada Hari Rabu tanggal 28 Februari 2018, Toko franchise kemitraan Khozin Shop kerjasama RMI NU dengan PT Indomarco Pratama yang berlokasi di Jalan Mr Iskandar Blora diresmikan.

Do’a Bersama di acara Peresmian Toko franchise kemitraan Khozinshop kerjasama Robithah Ma’hid Islami (RMI) NU dengan PT Indomarco Pratama (Foto: Matori)

Dalam peresmian tersebut, hadir Bupati Blora Djoko Nugroho, Wabup Blora Arief Rohman, Ketua RMI NU Jateng, Pengasuh Ponpes Khozinatul ‘Ulum dan ratusan masyarakat sekitar.

Ketua RMI NU Jawa Tengah, KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) dalam sambutannya mengajak kalangan pesantren membangun kemandirian politik, budaya dan ekonomi.

“Kemandirian politik dan budaya bisa tercapai jika ada kemandirian ekonomi,” ucap Gus Rozin.

Demi membangun kemandirian ekonomi, Kerja sama ini sudah dirintis mulai tahun 2016. Setelah melalui pembicaraan sekitar 6 hingga 7 bulan, akhirnya ketemu format kemitraan.

Banyak keuntungan yang bisa didapat dari pola kemitraan ini. Diantaranya dari struktur modal, pihak pesantren mendapat pinjaman modal 75 persen dan yang 25 persen disediakan oleh pesantren.

Modal tersebut baru mulai dibayar secara berangsur-angsur setelah toko franchise berjalan tujuh bulan. Setelah modal terbayar, maka toko tersebut akan menjadi milik pesantren.

Selain itu, produk lokal juga akan diberikan kesempatan masuk di toko franchise tersebut. Sehingga keberadaan Khozin Shop akan memberikan kemanfaatan bagi masyarakat sekitar.

kemitraan yang dikerjakan RMI NU bersama Indomaret memang merupakan pola baru. Karena pola baru sehingga masih mencari bentuk. Sehingga butuh piloting. Menurutnya, franchise ini strategis mengingat jumlah pesantren di Indonesia sangat banyak.

Selama ini, berbagai ikhtiar ekonomi yang dilakukan kalangan pesantren sering mengalami kegagalan. Oleh karena itu, agar pola kemitraan ini dapat berjalan sukses diperlukan persiapan matang. Selain itu, untuk membuka franchise, juga dibutuhkan kesiapan pesantren. Diantara kesiapan tanah dan kesiapan modalnya.

Gus Rozin juga menambahkan “Untuk ukuran luas toko, bisa memilih ukuran 12 x 12 meter, 8 x 8 meter atau 6 x 6 meter,” imbuhnya.

Karyawan PT Indomarco Pratama Foto Bersama di acara Peresmian Toko franchise kemitraan Khozin Shop (Foto: Matori)

Dalam peresmian toko franchise kemitraan Khozinshop ini, Direktur Marketing PT Indo Marco Pratama, Wiwik Yusuf menyampaikan perusahaannya memiliki visi ekonomi kerakyatan. Oleh Karena itu, berbagai pihak diajak bermitra. Dalam kemitraan itu polanya macam-macam. Ada pola bermitra dengan perusahaan, koperasi, pribadi dan ada pola bermitra dengan pesantren.

“Kami ingin melibatkan banyak pihak dalam bermitra,” ungkap Wiwik Yusuf selaku Direktur Marketing PT Indo Marco Pratama.

Ia juga menambahkan, “Produk-produk lokal juga akan dilibatkan dalam kemitraan tersebut. Sehingga pada saatnya produk lokal Blora tidak hanya dipasarkan di toko kemitraan di Blora saja, tetapi juga bisa dipasarkan di tingkat Jawa Tengah maupun nasional”, pungkasnya.

Peresmian kemitraan ini adalah komitmen kerjasama Robithah Ma’hid Islami (RMI NU) dengan PT Indomarco Pratama membentuk toko franchise Khozinshop demi upaya meningkatkan perekonomian masyarakat khususnya pondok pesantren. (timkb/Matori)

Jika sekarang pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018, siapa yang Anda pilih ? Vote Sekarang !

  • SUDIRMAN - IDA (56%, 250 Votes)
  • GANJAR - YASIN (39%, 177 Votes)
  • NETRAL/TIDAK MEMILIH (5%, 22 Votes)

Total Voters: 449

Loading ... Loading ...
Facebook Comments