HomeSuara WargaPerlukah Tim Pemantau Rekruitmen Perangkat Desa?

Perlukah Tim Pemantau Rekruitmen Perangkat Desa?

Suara Warga 1 6 likes share

kabarblora.com – Birokrasi merupakan organ yang menghubungkan pemerintah dengan rakyat. Status pemerintah dengan organ birokrasinya dihadapan rakyat adalah sebagai pelayan. Oleh karenanya, birokrasi mendapat fungsi, wewenang, dan imbalan sebagai sesuatu yang melekat sebagai timbal baliknya, di banyak negara berkembang dimana kultur patrimonialisme dan primordialisme masih kuat, fungsi birokrasi sebagai pelayan rakyat bertransformasi menjadi fungsi status sosial dengan segala simbol dan prestisenya. Keadaan inilah yang mengubah mentalitas dari pelayan menjadi mentalitas penguasa.

Bergeser pulalah prinsip profesionalisme dan meritokrasi, termasuk didalamnya kemungkinan dalam rekruitmen perangkat desa. Beberapa standar profesionalisme dan meritokrasi adalah adanya aturan yang jelas, penetapan jabatan berbasis  penilaian kinerja , rekruitmen pegawai berdasarkan ketepatan potensi, kesederajatan dalam mendapatkan pelayanan yang sama, transparansi dan akuntabilitas kinerja. Oleh karena itu, pengawasan terhadap kinerja birokrasi dibentuk, baik secara internal, hierarkis maupun secara eksternal.

Dalam tata kelola pemerintahan yang mengedepankan prinsip good and clean governance, keberadaan lembaga eksternal untuk mengawasi kinerja birokrasi merupakan suatu hal yang lazim. Dengan demikian dalam rekruitmen perangkat desa, lumrah pula jika lembaga semacam ini dibentuk baik oleh pemerintah daerah sendiri maupun lembaga independen. Salah satu fungsi terpentingnya adalah untuk mengonfirmasi keluhan masyarakat karena sering terjadi masyarakat tidak mendapat ruang dalam menyampaikan aspirasinya.

Baca juga: Rekruitmen Perangkat Desa;  Antara Persepsi, Resistensi Dan Transparansi

Lembaga semacam ini juga penting sebagai kekuatan penyeimbang agar masyarakat terlindungi dari perlakuan semena-mena dan tidak adil. Adanya lembaga ini juga bermanfaat sebagai lembaga pengawas agar jajaran birokrasi yang terlibat dalam pelaksanaan rekruitmen bekerja berdasarkan tupoksi yang ditetapkan. Kadangkala aturan sudah ditetapkan secara benar tetapi di level pelaksanaan unsur-unsur subyektif, like-dislike, politis serta kepentingan material. Ini semua tentu mengingkari fungsi utama birokrasi sebagai pelayan rakyat.

Prasetyo dalam perbincangannya dengan tim kabarblora.com, ahmad; terkait perekrutan perangkat desa, dalam pembahasan Musyawarah desanya, sebut saja desa (T) Jumat, 5 Januari 2018. Lurah Desa (T) Kecamatan (J) Kabupaten Blora menyampaikan perihal Tahapan Tes Perangkat Desa yang lolos seleksi akan di atur pihak Desa dan pihak – pihak terkait sebagai wujud rekomendasi.

Sebagai contoh ketika 2 Orang Peserta ketika tes seleksi lolos dan Nilai yang tertinggipun (peringkat atas) belum tentu bisa memposisikan diri yang akan menjadi perangkat desa. Hal ini dengan pertimbangan yang punya hak memposisikan peserta yang lolos seleksi adalah pihak yang diberikan kewenangan melakukan tahapan – tahapan setelah seleksi.

Dari sini tim kabarblora.com, Tri Martana; memberikan gambaran umum studi kasus perekrutan perangkat desa akan sama halnya dengan studi kasus perekrutan kepala sekolah tempo silam, yang mana LPMP (Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan) provinsi Jawa Tengah atau lembaga lain yang diberi kewenangan dalam melakukan tahapan seleksi namun Fungsi Seleksi tersebut belum tentu para guru – guru yang nilai terbaik (peringkat atas) diangkat lebih dulu dibandingkan peringkat yang bawah. Ada pertimbangan lain dari pihak pemda untuk menentukan siapa yang diangkat terlebih dahulu.

Gambaran perekrutan perangkat Desa ini terlihat dengan jelas (gamblang),   tim seleksi dibentuk dalam perekrutan perangkat desa muncul titik titik rawan akan adanya tindakan yang tidak pas dalam pengisian dan pengondisian perangkat desa berdasarkan celah – celah tahapan perekrutan perangkat. Semoga hal ini bisa tertutup oleh tahapan yang lolos seleksi nomor 1 (peringkat atas) adalah yang seharusnya menjadi perangkat desa. (timkb)

Jika sekarang pemilihan Gubernur Jawa Tengah 2018, siapa yang Anda pilih ? Vote Sekarang !

  • SUDIRMAN - IDA (56%, 250 Votes)
  • GANJAR - YASIN (39%, 177 Votes)
  • NETRAL/TIDAK MEMILIH (5%, 22 Votes)

Total Voters: 449

Loading ... Loading ...

Facebook Comments