HomeNewsPolisi Sebut Blora Masuk Daerah Rawan Pilkada Bergantung Pada Masyarakat

Polisi Sebut Blora Masuk Daerah Rawan Pilkada Bergantung Pada Masyarakat

News Suara Warga 0 0 likes 547 views share

kabarblora.com – Sebanyak 3 bakal calon (balon) kepala daerah sudah dinyatakan sah dan telah resmi mendaftarkan diri ke KPUD Blora. Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, aparat gabungan termasuk kepolisian bersiap menekan dan mencegah kerawanan Pilkada 9 Desember 2020 mendatang

Kapolres Blora, AKBP Ferry Irawan saat ditemui kabarblora.com mengatakan, kerawanan Pilkada 2020 bergantung pada masyarakat bisa tidaknya menciptakan kondusifitas.

“Kembali ke masyarakat kalau ingin Blora tetap aman ya masyarakat harus bisa menjaga situasi tersebut,” ucap Ferry, disela-sela ikut serta mengawasi suasana pendaftaran Balon kepala daerah.

Dia menjelaskan, wilayah Kabupaten Blora bisa dianggap masuk daerah rawan semuanya bergantung juga dengan bagaimana cara masyarakat mengantisipasi bersama-sama dengan calon, bersama-sama dengan pendukung untuk menjaga situasi kambtibmas.

“Tidak ada kecamatan yang rawan, semuanya kita katakan dalam kondisi rawan, under estimate dalam permasalahan,” jelas Ferry.

Pihaknya mengimbau, agar semua calon untuk saling menjaga kondusifitas selama pelaksanaan kegiatan Pilkada Blora.

“Mohon dukungannya juga dari semua partai politik untuk menjaga kondusifitas dan situasi kamtibmas Kabupaten Blora,”

Lebih lanjut, Ferry berharap masyarakat bersama-sama tidak menyebar hoaks dan tidak membuat sara, serta mencegah money politik ataupun hal-hal lain yang dapat menciderai pelaksanaan kegiatan Pilkada Blora.

Sebatas diketahui, 3 balon Bupati dan Wakil Bupati Blora diantaranya berasal dari incumbent. Yakni Umi Kulsum yang muncul menggandeng Agus Sugianto yang berlatarbelakang seorang pengusaha. Mereka diusung partai Nasdem (7 kursi), PPP (5 kursi) dan Gerindra (2 kursi). Jaringan lawas pun tentu akan dipanasi kembali lantaran Umi Kulsum adalah istri Bupati Blora Djoko Nugroho yang menjabat 2 periode.

Kemudian incumbent satunya lagi, yakni Arief Rohman (Wakil Bupati Blora) yang muncul menggandeng Tri Yuli Setyowati. Mereka diusung PDI Perjuangan (9 kursi), PKB (8 kursi), PKS (3 kursi), Perindo (1 kursi) dan didukung PAN (non kursi). Jaringan balon ini, diketahui dari berbagai lini yang didominasi oleh kalangan santri dan lain sebagainya, yang tentu jadi andalan serta akan dioptimalkan demi bisa meraih dukungan masyarakat.

Serta dari poros tengah luar incumbent, yakni Dwi Astutiningsih yang muncul menggandeng Riza Yudha Prasetia. Mereka muncul diusung partai Demokrat (3 kursi), Golkar (5 kursi), Hanura (2 kursi) serta didukung PSI (non kursi) dan Berkarya (non kursi).

Jaringannya balon ini, dari para pendukung yang juga dari berbagai lini masyarakat, termasuk dari relawan ‘Banteng Ketaton’ yang notabene kecewa terhadap seleksi pendaftaran PDI Perjuangan tahun lalu yang menganggap tidak terbuka karena yang direkomendasi adalah orang yang tidak melalui tahapan pendaftaran partai banteng tersebut.

Pantauan kabarblora.com saat para balon mendaftar di KPUD Blora di hari Jumat (4/9/2020) dan Minggu (6/9/2020), sebagian besar tidak menerapkan protokol kesehatan, terutama para pendukung dari masing-masing balon seperti tidak memakai masker dan tidak menjaga jarak atau physical distancing.

Penerapan protokol kesehatan hanya dijalankan dengan baik ketika para balon hendak dan mulai masuk ke ruang atau aula pendaftaran KPUD Blora.

Facebook Comments