HomeJawa TengahPotensi Besar, BPSMP Sangiran dan Dinporabudpar Blora Adakan Sosialisasi Pelestarian Cagar Budaya

Potensi Besar, BPSMP Sangiran dan Dinporabudpar Blora Adakan Sosialisasi Pelestarian Cagar Budaya

Jawa Tengah Komunitas Nasional News Pendidikan Peristiwa Sastra Sosial Wisata dan Budaya 0 0 likes 589 views share

kabarblora.com – Dalam rangka sosialisasi dan penyebarluasan informasi dan pelestarian cagar budaya, Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran bekerjasama dengan Dinas Kepemudaan Olahraga Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Kabupaten Blora mengadakan sosialisasi bagi penemu dan pelestari fosil. Acara diadakan di ruang pertemuan Setda Blora, Kamis (13/9) kemarin mulai pukul 08.30 WIB. Dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Blora Komang Gede Irawadi, SE, MSi.

“Anak cucu kita, jangankan hewannya, fosilnya saja kadang tidak mengetahuinya. Mereka tahu hanya gambarnya saja. Sehingga perlu kerja keras kita semua. Karena fungsi kita tidak hanya pewaris, tapi pengelola cagar budaya.Temuan fosil-fosil yang ada, mari kita lestarikan dan kemas menjadi obyek wisata. Sehingga bisa membawa kesejahteraan masyarakat. Inilah tugas kita peran pemerintah adalah peran pengelolaan. Seperti sosialisasi ini, yang bertujuan meningkatkan peran serta masyarakat,” ujar Komang Gede Irawadi.

Berbicara tentang potensi situs purbakala, Iwan Setiawan Bimas, S.S selaku Kasi Pemanfaatan BPSMP Sangiran mengatakan bahwa potensi situs-situs tersebut di Kabupaten Blora sangat besar.

“Termasuk fosil gajah purba (Elephas hysudrindicus) di Dukuh Sunggun Desa Medalem Kecamatan Kradenan tahun 2009 lalu yang cukup spektakuler karena fosilnya relatif utuh,” ungkap Iwan.

Selaku Kasi Perlindungan BPSMP Sangiran, Dody Wiranto, S.S.,M.Hum, menyampaikan bahwa tujuan dari diadakannya acara ini adalah terbentuknya pelaku serta ekosistem pendidikan dan kebudayaan yang berkarakter dengan dilandasi semangat gotong-royong.

“Mengaktualisasikan semangat jiwa belajar yang kuat serta memberdayakan pelaku budaya dalam pelestarian dan pengembangan kebudayaan,” kata Dody.

Seksi Pemanfaatan BPSMP Sangiran Mujibur Rohman, M.Pd menambahkan bahwa sebetulnya Blora kaya akan cerita khususnya sejarah, seni dan budaya.

“Semoga bisa jadi inspirasi para pemerhati dan pelestari budaya agar bisa memanfaatkan cagar budaya melalui saluran-saluran yang bisa dijadikan untuk pewarisan cagar budaya di masa mendatang,” tukasnya.

Mencermati pentingnya ilmu pengetahuan di dalam penanganan temuan fosil, Kasi Sejarah dan Kepurbakalaan Dinporabudpar Kabupaten Blora Setyo Pujiono yang kerap disapa Gembong ini mengatakan pentingnya untuk belajar ke BPSMP Sangiran.

“Mungkin nanti tahun depan dari semua perwakilan komunitas ini mohon bersedia untuk kita magangkan di Sangiran,” pungkasnya.

Selain Forum Peduli Sejarah Budaya Blora (FPSBB), acara diikuti oleh para anggota Komunitas Jelajah Blora yang selama ini cukup aktif dalam melakukan penelusuran situs-situs geologi dan budaya di Kabupaten Blora. Bahkan juga dihadiri pula oleh kelompok pelestari benda cagar budaya yang sudah lama mengumpulkan temuan-temuannya di “museum mini” yang didirikan secara swadaya di Desa Sumber Kecamatan Kradenan. (*)

Facebook Comments