HomeJawa TengahRembang Heboh! Sapi Berkepala Dua Bikin Orang Penasaran

Rembang Heboh! Sapi Berkepala Dua Bikin Orang Penasaran

Jawa Tengah News Peristiwa 0 2 likes share

kabarblora.com – (Rembang) Warga Dukuh Traloh Desa Tlogotunggal Kecamatan Sumber dihebohkan oleh lahirnya anak sapi milik Mudi warga setempat, Selasa (6/2) pagi sekitar pukul 06.00 WIB.

Di informasikan Pujianto, Anak sapi (pedet) berjenis kelamin betina ini dilahirkan dengan adanya kelainan genetik berupa kembar kepala tetapi anggota tubuh lainnya normal.

Warga yang penasaran pun berdatangan ke kandang milik Mudi.

Wawan Listiono, seorang mantri ternak di daerah setempat menyampaikan kasus anak sapi seperti ini sudah yang kedua di Kecamatan Sumber.

“Ini kelainan genetik. Di Sumber sudah dua kali ini,” katanya

Kasus sebelumnya terjadi di Desa Sekarsari. Namun anak sapi berkepala dua di Desa Sekarsari itu akhirnya mati.

“Akhirnya mati,” katanya.

Di Kabupaten Rembang, menurut keterangan Wawan, kasus sejenis juga pernah terjadi di Desa Kunir Kecamatan Sulang.

“Anak sapi begini (dengan kembar kepala) biasanya tidak bertahan lama,” katanya.

Pemilik ternak pun diminta pasrah saja.

“Sarannya ya agar peternak pasrah saja atau dikasih minum susu seperti tadi (pedet milik Mudi),” katanya.

Ia menyebutkan, pedet kembar kepala di Traloh ini berasal dari indukan sapi simental.

“Pedet itu dari indukan simental. Indukan kawin pada 9 Mei 2017. Anak pertama,” bebernya.

Kebanyakan peternak di Kecamatan Sumber, meminati inseminasi buatan sapi simental dan limosin.

“Kalau di sini kebanyakan simental dan limosin,” imbuhnya.

Dari pengamatan, terlihat anak sapi malang tersebut mengalami dempet wajah, yaitu di bagian pipi.

Kepala memiliki dua mulut dan empat mata, namun hanya memiliki dua telinga.

Sementara di bagian leher ke bawah, terhitung normal memiliki empat kaki dan satu bagian ekor.

Anak sapi unik itu belum bisa berdiri layaknya anak sapi normal. Kondisi kepala seolah berat, sehingga menyulitkan pedet ini untuk bisa berdiri normal.

Plt Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Rembang Idham Rahmadi ikut menanggapi kasus ini.

“Kejadian pedet lahir dengan moncong dua disebabkan oleh organogenesis pada lapisan mesoderm dan ektoderm pada fase gastrula tidak berjalan sempurna,” ujarnya. (timkb/Pujianto)

Facebook Comments