HomeEkonomi BisnisSamsul Arief: Rekanan Yang Bekerja Tidak Berhati-Hati Harus Bertanggungjawab

Samsul Arief: Rekanan Yang Bekerja Tidak Berhati-Hati Harus Bertanggungjawab

Ekonomi Bisnis Jawa Tengah Nasional News Peristiwa 0 0 likes 898 views share

kabarblora.com – Ekskavator untuk proyek pembangunan trotoar pertigaan pom bensin Bravo Kecamatan Cepu di sepanjang Jalan Ronggolawe Cepu dan Jalan Cepu-Randublatung yang dikerjakan CV Puspita Jaya Harja dari Tegal yang menelan anggaran Bankeu 2018 senilai Rp 2.463.102.000 mengakibatkan putusnya kabel tanah milik PT Telkom Blora, Minggu (16/9). Akibat putusnya kabel yang terbuat dari tembaga tersebut ratusan pelanggan Telkom di wilayah Perumahan Balun Graha Permai,Tambakromo dan Mulyorejo terganggu.

Menurut Kepala Dinas Perumahan Pemukiman dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Kabupaten Blora Ir Samsul Arief, kemungkinan putusnya kabel Telkom tersebut dikarenakan rekanan yang bekerja tidak hati-hati.

“Iya, Mas, intinya rekanan yang bekerja tidak hati harus bertanggungjawab,” kata Samsul kepada wartawan melalui sambungan WhatsApp, Senin (17/9) petang.

Terpisah, Supervisor Operation Mantainance Telkom Blora Soejadi mengatakan bahwa kabel tanah yang putus tersebut terletak di depan toko Putri Bengawan, kantor Kelurahan Balun dan BRI unit Cepu di Jalan Ronggolawe Cepu.

“Ada dua jenis kabel yang putus yaitu 200 per dan 100 per. Kami tahu malah dari pelanggan Telkom yang komplain. Kami menyayangkan sikap CV yang mengirim surat pemberitahuan permohonan mulai pekerjaan ke PT Telkom Blora yang isi suratnya tidak jelas. Selain itu surat tersebut tanpa disertai nomer kontrak dan nomer telpon. Bahkan saat memulai pekerjaan pihak CV tanpa koordinasi dahulu dengan kami. Kami saat ini sedang menelusuri asal surat tersebut,” ujar Soejadi, Senin (17/9) siang.

Lebih lanjut Soejadi mengungkapkan agar pelanggan tidak mengeluh, pihaknya sudah memperbaiki kabel yang putus tersebut.

“Kabelnya sudah kami perbaiki. Tujuannya agar pelanggan tidak komplain,” tegasnya.

Saat ini Telkom Blora masih menghitung jumlah kerugian akibat putusnya kabel tanah tersebut. Pasalnya kabel tersebut, setiap kabel yang putus ada yang berisi 400 kabel.

“Tim kami masih menghitung jumlah kerugiannya. Diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah,” ujarnya.

Selain itu, akibat putusnya kabel tanah tersebut, Telkom Blora juga sudah koordinasi dengan dinas terkait.

“Kami sudah mengeksekusi lapangan dan mengoptimalkan pelanggan agar tidak terganggu,” pungkasnya sambil berharap agar alat berat untuk menggali tanah tersebut diganti karena terlalu besar dan tidak sesuai dengan kapasitas selokan. (*)

Facebook Comments