HomeGaya HidupSeniman Cukil Gelar Karya 1000 Wajah Pram

Seniman Cukil Gelar Karya 1000 Wajah Pram

Gaya Hidup Jawa Tengah Komunitas Nasional News Pendidikan Peristiwa Wisata dan Budaya 0 0 likes 1.2K views share

kabarblora.com – Dalam rangkaian kegiatannya, panitia festival folklor platform Indonesiana bertitel Cerita dari Blora, tidak hanya menyuguhkan karya sastra dan kesenian seperti barongan, kentrung, tayub dan wayang krucil. Panitia juga menggandeng puluhan seniman cukil yang akan menampilkan karyanya di Gelar Karya Cukil 1000 Wajah Pram pada 14-15 September 2018 di Gedung Sasana Bakti, Utara Alun-Alun Blora.

Nanang salah satu seniman dari komunitas Akar Merdeka mengatakan, bahwa di Gelar Pameran Cukil ini rencana diikuti oleh seniman dari berbagai daerah seperti dari Blora, Rembang, Grobogan, Solo, Bali dan Semarang. Bahkan ada yang datang dari negeri seberang Malaysia.

Dirinya menjelaskan bahwa di Indonesia, seni cukil dikenal sejak masa perjuangan. Media cukil kayu menjadi pilihan utama dalam memproduksi poster-poster perjuangan dan selebaran propaganda.

“Iya, sampai saat ini di Indonesia, teknik cetak cukil merupakan seni grafis yang paling populer. Walaupun teknik cetak pada saat ini telah maju karena didukung oleh teknologi yang canggih, namun teknik cetak cukil masih digunakan dan digemari oleh sebagian seniman karena efek estetiknya memiliki ciri khas yang tidak dapat dicapai melalui teknologi canggih. Kita bisa membuat poster-poster untuk perjuangan kelestarian lingkungan dan bersolidaritas terhadap upaya penegakan hukum pelanggaran-pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM), pengusutan kasus korupsi, mewujudkan demokrasi, dan lain-lainnya,” ujarnya.

Nanang menjelaskan bahwa cetak cukil adalah salah satu dari beberapa macam teknik cetak yang memiliki acuan permukaan timbul atau meninggi, di mana permukaan timbul tersebut berfungsi sebagai penghantar tinta. Bagian yang dasar atau permukaan yang tidak timbul merupakan bagian yang tidak akan terkena tinta atau disebut bagian negatif, sedangkan bagian yang kena tinta disebut bagian positif.

“Setelah sudah membentuk motif lalu diberi tinta, dengan menggunakan roller, kemudian dicetak ke permukaan bidang cetak. Modelnya seperti art print jadinya. Lalu bisa ditempel di kertas, kain, kaos atau dibiarkan seperti bentuk lukisan,” terangnya.

Teknik cukil dapat menampilkan ekspresi dari senimannya. Cetak teknik ini merupakan teknik cetak manual dalam seni grafis. Walaupun cetak cukil bukan merupakan seni yang otentik, karena sifatnya yang reproduktif yaitu dapat dicetak berulang kali, namun hasil cetaknya dianggap sebagai karya seni yang orisinil, bukan merupakan salinan.

Di pameran 1.000 Wajah Pram, nantinya para seniman akan menunjukan hasil ukir cukil dengan berbagai tema wajah Pramoedya Ananta Toer. “Ya jelas seru, makanya kami berharap masyarakat turut memeriahkannya,” tuturnya.

Sementara itu, Muhammad Athifi Bin Azis seniman cukil asal Malaysia merasa kagum dengan karya seniman cukil Indonesia. “Ini luar biasa. Tujuan saya datang ke Indonesia ini salah satunya juga untuk bertukar pikiran,” kata Tipi panggilan akrabnya.

Dirinya menerangkan bahwa sudah menggeluti seni cukil selama 1 tahun lamanya. Biasanya tema karya pemuda asal Kluang Negeri Johor Malaysia ini menunjukan corak-corak alam. 

“Saya merasa kagum melihat teknik cukil dari teman-teman seniman Indonesia. Tujuan saya selain menjalin tali silahturahmi juga belajar bersama,” terangnya.

Dulu dalam sejarahnya, teknik cukil kayu adalah teknik seni grafis yang paling awal, dan merupakan satu-satunya yang dipakai secara tradisional di Asia Timur. (*)

Facebook Comments