HomeEkonomi BisnisStaff Khusus DPR-RI Kunjungi SPAM di Cepu Bersama Dirut PDAM Blora, Pintu Malah Digembok dan Penjaganya Melarikan Diri

Staff Khusus DPR-RI Kunjungi SPAM di Cepu Bersama Dirut PDAM Blora, Pintu Malah Digembok dan Penjaganya Melarikan Diri

Ekonomi Bisnis Jawa Tengah Nasional News Peristiwa 0 0 likes 1.1K views share

 
Seno Margo Utomo, Staf Ahli DPR-RI berencana memantau progres pekerjaan pada pekerjaan tersebut. Bersama dengan Yan Ria Pramono, Dirut Perusahaan daerah Air Minum (PDAM).
 
“Kenapa dikunci, ini ada apa?” ujarnya dengan penuh tanda tanya.
 
Seno menyempatkan untuk mengintip dari lubang pagar. “Ya, ini bisa muncul dugaan dan indikasi pekerjaan tidak sesuai dengan perencanaan,” tandasnya.
 
Dia mengaku hanya ingin melakukan peninjauan untuk mengetahui progres pekerjaan dari proyek ratusan miliar rupiah tersebut.
 
“Saya tidak ada tendensi apapun. Bukankah segala pekerjaan pemerintah itu boleh diketahui dan transparan? Kok justru ini malah ditutup-tutupi,” tandasnya.
 
Dengan tidak terbukanya pekerjaan tersebut, Seno berencana melakukan komunikasi dengan kontraktor pelaksana, PT Hutama Karya.
 
“Sebenarnya proyek ini menjadi harapan masyarakat Blora yang setiap datangnya musim kemarau selalu kekurangan air,” terang Seno.
 
Sementara, Yan Ria Pramono, Dirut PDAM Blora, mengaku selama berlangsungnya pekerjaan tidak bisa memasuki lokasi. Bahkan dirinya tidak mengetahui progres dari pelaksanaan pekerjaan tersebut. “Kami sendiri tidak bisa masuk dan mengetahui progres,” ujarnya.
 
Dia hanya tahu dari laporan yang disampaikan oleh pelaksana kegiatan. Saat ini pipa SPAM sudah menyambung dengan pipa milik PDAM. “Sudah konek tapi belum diuji coba,” terang dia.
 
Selain itu, sekarang ini sedang berlangsung pekerjaan pembongkaran bangunan prasedimentasi yang sempat ambrol. Menurut rencana, air akan langsung mengalir melalui pipa PDAM Blora tanpa diendapkan dahulu pada bangunan prasedimentasi.
 
“Uji coba nanti akan dilaksanakan pada awal September,” terangnya.
 
Sebelum proyek SPAM benar-benar selesai dan dianyatakan aman, pihaknya mengaku tidak berani menerimanya. “Sebab, ada kehawatiran terjadi hal serupa sehingga butuh anggaran milyaran rupiah lagi untuk memperbaikinya,” ungkap pria asli Blora ini.
 
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pihak yang bertanggung jawab yang berkomentar terkait proyek SPAM ratusan milyar itu. (*)
Facebook Comments