HomeSuara WargaTerobosan Baru Wisata Edukasi Potensi Arkeologi Blora

Terobosan Baru Wisata Edukasi Potensi Arkeologi Blora

kabarblora.com – Sepintas tidak ada yang aneh dengan fosil gajah hysudindrycus di sebelah utara alun – alun Blora. Keberadaan fosil tersebut justru menyajikan suasana Blora yang lebih dekat dengan sisi arkeologi. Ciri khas ini dapat dipastikan hanya ada di Kabupaten Blora, di tempat lain hampir tidak ada tampilan fosil, apalagi fosil gajah utuh meskipun replika.

Memunculkan sebuah pertanyaan sederhana, “Apa informasi yang dapat diperoleh dari keberadaan fosil tersebut ?”

Sisi sejarah menyampaikan kepada masyarakat tentang nostalgia kehidupan gajah purba (Mammoth) di Blora di masa lampau. Sisi lain terdapat juga proses bagaimana sebuah fosil ditemukan, proses penanganan, dan pembuatan replikanya. Informasi langka ini sangat penting, karena fakta Blora mempunyai kekayaan kerangka fosil gajah lengkap yang menyimpan nilai sejarah tinggi. Dari aspek

Menjadi usulan menarik sebagai potensi arkeologi Blora, fosil gajah hysudindricus dapat dijadikan sebagai maskot tambahan untuk kota Blora mengingat keberadaanya dalam perkembangan ilmu arkeologi yang sangat penting. Menjadi menarik ketika Blora memiliki maskot Samin dan Gajah Mammoth. Lebih menarik lagi jika dipadukan tokoh legenda Samin Surosentiko sedang naik Gajah Mammoth.

Hal lain yang sangat menarik fosil gajah tropis purba asia merupakan satu – satunya yang ditemukan dalam keadaan utuh. Tidak seperti biasanya fosil gajah ditemukan berserakan dan tidak lengkap. Maka adanya fosil gajah di alun – alun Blora perlu dipertimbangkan sebagai icon.

Mungkin sudah sampai waktunya ketika hastag BLORA WIS WAYAHE KUNCARA, fosil gajah tersebut dapat diusulkan sebagai garda terdepan sebagai salah satu predikat kuncara bagi Blora.

Goa Kidang Blora tempat ditemukannya manusia purba “homo sapiens”

Selain fosil gajah ada juga fosil manusia purba Homo Sapiens di Goa Kidang Todanan yang ditemukan lengkap dengan peralatan yang lebih maju dari manusia purba Homo Soloensis yang ditemukan di Ngandong. Konsep Edu-Wisata dirasa cocok untuk mewadahi kekayaan arkeologi dalam bentuk museum – goa – wahana permainan dalam satu kompleks. Goa Kidang dapat dipilih mengingat karakteristik goanya yang khas sekaligus dapat memberi gambaran lengkap dengan bobot ilmiah yang tinggi ketika menjelaskan kehidupan masa lampau manusia goa di Blora. Sebuah potensi langka yang sangat jarang dimiliki daerah lain. Sungguh beruntung jika Blora mampu mengembangkannya. Hal ini penting untuk menciptakan sebuah local comunity yang sadar dan paham dengan kekuatan identitas lokalnya. (timkb)

Facebook Comments