HomeInfo KampusUnik, Limbah Puntung Rokok Untuk Membasmi Hama

Unik, Limbah Puntung Rokok Untuk Membasmi Hama

Info Kampus News Pendidikan 0 1 likes 80 views share

kabarblora.com – Ada cara unik membasmi hama yang dikenalkan ke petani Desa Patalan, Kecamatan Blora kota oleh para para mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) Semarang. Caranya yaitu dengan menggunakan limbah puntung rokok.

Mahasiswa terkait, Leonardus Perdana menyampaikan, limbah puntung rokok dapat digunakan untuk membunuh hama (pestisida).

Dia mengatakan, alternatif itu muncul bermula saat pihaknya memandang warga saat ini banyak yang merokok dan limbah puntung dibuang dimana-mana tanpa ada yang memanfaatkan.

“Melihat banyaknya masyarakat di Desa Patalan yang merupakan perokok aktif, kami kemudian berinisiatif untuk mencari alternatif pengganti pestisida kimia,” ujar Leonardus saat melaksanakan sosialisasi di desa setempat, Sabtu (8/2/2020).

Mahasiswa KKN itu mengungkapkan, bahan peptisida dari puntung rokok mudah dicari dan pembuatannya juga mudah.

Leonardus mengatakan, apabila kelompok tani dari Gakpoktan Patalan ingin membuat perlu menyiapkan kebutuhannya. Yaitu menyiapkan 10 limbah putung rokok, 2 buah kulit jeruk, dan 2 lembar daun jati dimasukkan kedalam 1,5 liter air mendidih,

“Setelah itu, kemudian tutup rapat dan simpan selama 1 hari untuk menunggu penguraian dari limbah puntung rokok,” katanya.

Lebih lanjut Leonardus juga menjelaskan, cara penggunaan cairan pestisida tersebut dicampur dengan air biasa menggunakan perbandingan 1:10. Setelah itu pestisida limbah puntung rokok disemprotkan pada tanaman sekitar 3 kali seminggu, atau sesuai dengan kebutuhan.

“Memang butuh ketelatenan bapak dan ibu dalam mengaplikasikan pestisida ini, dan dosisnya pun harus diperhatikan. Jika dilakukan rutin keuntungan yang didapatkan akan lebih banyak dan lebih aman untuk tanaman dan hasil panen bapak-ibu sekalian,” jelasnya.

Disebutkan, keuntungan dalam menggunakan pestisida alami antara lain untuk menolak kehadiran serangga dengan baunya yang menyengat, merusak syaraf hama, mengacaukan sistem hormon hama, mengendalikan pertumbuhan jamur dan bakteri, serta dapat menyebabkan gangguan metamorfosa dan gangguan makan bagi serangga, serta juga dapat mengurangi limbah puntung rokok dan kulit jeruk di lingkungan.

Mahasiswa lainnya, Rahmawati menambahkan, terlaksananya program ini merupakan hasil diskusi dan bimbingan dari dosen pembimbing lapangan yakni Fahmi Arifan dan Sri Winarni.

Selain itu, kata dia, dukungan dan dorongan dari Dinas Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) dan Dinas Kepemudaan, Olahraga, Kebudayaan, dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora.

“Kedua dinas terkait ikut bekerja sama dengan Universitas Diponegoro dalam pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat Blora,” Rahmawati memungkasi

Facebook Comments