HomeKomunitasUniknya Rumah Museum Swadaya Warga Sumber

Uniknya Rumah Museum Swadaya Warga Sumber

Komunitas News Suara Warga Wisata dan Budaya 0 0 likes 879 views share

kabarblora — Untuk menciptakan kerukunan masyarakat dan tempat pembelajaran bersama, 10 orang warga Desa Sumber Kecamatan Kradenan menggagas pembuatan museum secara swadaya yang terletak di rumah Setyono (45) di RT 01/RW 11 Dukuh Mulyorejo Desa Sumber.

“Inggih, niki temuan perkumpulan kula sak kanca-kanca. Kersane nek wonten tiyang sing ningali niku mboten ndadak niki nggene sinten-sinten. Nggih kersane rukun, lan sing ninggali nggih sekeca. (Iya, ini temuan perkumpulan saya dan rekan-rekan. Supaya bila ada orang yang melihat itu tidak harus nanya ini punya siapa. Ya supaya rukun dan yang melihat juga senang),” kata Setyono (45) yang akrab disapa Mbah Gundul saat ditemui wartawan Kabar Blora di rumahnya, Kamis (30/8).

Menurut Mbah Gundul, hampir 90 persen temuan susur permukaan yang ada didapat dari wilayah Blora Selatan, seperti Kecamatan Randublatung, Kedungtuban dan Kradenan.

Temuan fragmen fosil binatang purba juga banyak ditemukan di permukaan lahan hutan garapan atau mbahon masyarakat di Blora selatan. Para petani mengumpulkan di tepi lahan garapan supaya tidak mengganggu kegiatan bertaninya.

Koleksi museum komunitas warga Sumber meliputi benda temuan jaman prasejarah, jaman kerajaan hingga kolonial. Berbagai macam fosil kayu dan fragmen hewan purba, kepingan koin mata uang kuno hingga logam wesi aji hasil penemuan warga dipajang di meja ruang tamu berukuran 1×4 meter dengan dilapis kaca tebal.

“Nggih wonten sing kados tombak, kados peso. Timbang nyaruk sikil, wesi-wesi niku kula klumpukke. Wong barang wesi kuno kan bahaya, engko ndang ono racune (Ya ada yang mirip tombak, ada yang seperti pisau. Ketimbang kena kaki, besi-besi itu saya kumpulkan. Barang kuno kan bahaya, siapa tahu ada racunnya),” ujar Mbah Gundul.

Berbagai barang temuan tersebut mulai dikumpulkan oleh warga sejak 20 tahun yang lalu. Dari situ diskusi dan pengajian bersama tentang hidup dan kehidupan dilakukan. Diharapkan bisa bermanfaat untuk generasi mendatang.

“Barang temuan agar bisa dilestarikan untuk pembelajaran anak cucu nantinya,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments