HomeEkonomi BisnisWaduk Tempuran Di Lereng Kendeng Mulai Mengering

Waduk Tempuran Di Lereng Kendeng Mulai Mengering

Ekonomi Bisnis Jawa Tengah News Peristiwa Suara Warga 0 0 likes 938 views share

kabarblora.com – Kemarau panjang yang melanda Blora Jawa Tengah memaksa waduk besar Desa Tempuran yang terletak di lereng pegunungan Kendeng Utara mengering. Menurut warga, pemandangan ini tidak biasa terjadi pada musim kemarau sebelumnya.

“Biasanya tidak seperti ini kalau kemarau. Kering seperti ini baru tahun ini. Kalau tahun lalu tidak separah ini,” kata Suwarti warga setempat, Jumat (19/10).

Menurutnya, air yang terdapat di waduk saat ini tinggal sekitar dua meter dari dasar embung. Bahkan sejumlah bagian, sudah mengering tidak ada airnya.

“Yang ada airnya hanya bagian barat, yang bagian timur dan selatan sudah kering tidak ada airnya sama sekali,” jelas wanita paruh baya itu.

Suwarti mengaku mengeringnya waduk berdampak pada sektor pertanian.

“Sejumlah lahan pertanian terpaksa dibiarkan dan tidak ditanami oleh warga, Mas,” ungkapnya.

Dirinya berharap hujan segera turun dan embung bisa terisi kembali sehingga lahan pertanian bisa kembali digarap.

“Semoga saja segera turun hujan. Tahun ini benar-benar kemarau panjang,” ujarnya.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana (BPBD) Kabupaten Blora, Sri Rahayu, mengatakan bahwa hujan diperkirakan baru akan turun pada bulan November di sebagian wilayah Blora.

“Berdasarkan data yang kami terima dari Stasiun Klimatologi BMKG Semarang, musim hujan di Jawa Tengah akan dimulai pada awal Oktober di Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara dan sekitarnya. Sedangkan di Blora baru akan mulai hujan pada pertengahan November,” ucap Sri Rahayu.

Menurutnya, diperkirakan hujan mulai turun pada minggu ke dua bulan November nanti akan turun di wilayah Todanan, Japah, Jati, Kradenan dan sebagian Randublatung. Sedangkan wilayah Blora yang lainnya baru akan memasuki musim hujan di akhir bulan November.

“Meski beberapa hari kemarin sudah ada daerah yang turun hujan, namun hanya sebentar dan belum membawa dampak bagi masyakarakat. Blora masih tetap siaga kekeringan,” ujarnya.

Namun demikian, pihaknya terus berupaya untuk memberikan saluran kepada masyarakat yang terdampak kekeringan sehingga mereka bisa memenuhi kebutuhan air bersih.

“Kekeringan akibat musim kemarau panjang tahun ini dirasakan hampir seluruh warga di Kabupaten Blora,” pungkasnya. (*)

 

Facebook Comments