HomeEkonomi BisnisWahyu, Putra Blora Seniman Pengrajin Kaca

Wahyu, Putra Blora Seniman Pengrajin Kaca

Ekonomi Bisnis Gaya Hidup Jawa Tengah Komunitas Nasional News Pendidikan Suara Warga 0 0 likes share

kabarblora.com – Blora patut berbangga pada pria satu ini. Setelah lulus dari SMA Katolik Wijayakusuma tahun 1999 dan berawal dari kerja sekaligus belajar kaca seni di Surabaya pada tahun 2001, saat ini Wahyu Prasetyo (37) terus mengembangkan usaha seni kerajinan kacanya. Dari tangan dingin putra kelahiran Blora kelahiran 4 Mei 1981 ini, nama Blora terus terangkat ke mancanegara melalui karya-karya seni tingkat tinggi yang dibuatnya.

“Iya, dari Surabaya saya terus mulai mendapatkan pekerjaan kaca patri dari luar pulau seperti dari Kalimantan Timur dan Madura. Juga seputar Jawa Timur dan Jawa Tengah. Awalnya dulu saya buat kaca masjid, kaca gereja, dan juga kaca perumahan,” tutur pria ramah yang akrab disapa Wahyu alias Yuyuk ini.

Pria yang beristrikan Sumarni (35) dengan dua orang anak yaitu Andien Ayudya Fransiska (11) dan Handaru Damar Prasetyo (1) kini mengembangkan usahanya secara mandiri di Kabupaten Kendal.

“Dulu sebelumnya, saya tinggal di Jl Pemuda No. 27 Barat Stasiun Kedung Jenar Blora. Namun sekarang pindah ke Kendal tepatnya di RT 05/ RW 02 Desa Margomulyo, Sureman, Pegandon, Kendal,” ujarnya sambil tersenyum.

Dirinya menceritakan bahwa yang mendasarinya menekuni kerajinan kaca adalah ketika dalam pengalaman kerjanya melihat banyaknya potongan kaca sisa yang dibuang begitu saja. Lewat ide kreatifnya, timbul pikiran untuk memanfaatkan limbah yang telah dianggap sampah ini menjadi sebuah karya seni yang berguna.

“Iya, daripada potongan sisa kaca dibuang begitu saja, lebih baik dibuat karya kerajinan. Selain dari sisi ekonomi ada nilai tambah, hal ini untuk meminimalisasikan pembuangan sampah di bumi ini,” jelasnya.

Dalam proses pembuatan kerajinan kaca ini, menurut penuturannya, terbilang cukup rumit dan butuh kehati-hatian. Dirinya menceritakan dulu di awal belajar kerajinan kaca ini sering tergores, bahkan pernah sampai dijahit lukanya.

“Iya, harus ekstra hati-hati. Pengalaman tersebut sangat berharga sekali buat pembelajaran agar lebih berhati-hati dalam berkarya. Proses awal adalah menentukan ukuran bidang, pilihan gambar motif serta bahan kaca yang akan dipakai, sebab banyak jenis macam kaca,” terangnya sambil menunjukkan beberapa jenis kaca yang ada.

Wahyu menceritakan, bahwa dalam pengerjaan sebuah karya, lama proses pembuatan tergantung ukuran dan gambar motif kaca.

“Yang seperti di foto mozaik, cermin hias butuh waktu 2 hari. Itu ukuran 60 x 40 cm. Kalau kotak tissue tidak sampai sehari bisa jadi,” imbuhya.

Untuk harga karya seni kacanya bervariasi. Dari mulai kaca cermin mozaik kotak tissue Rp 50 ribu, cermin rias mozaik Rp 150 ribu hingga cermin hias inlay bevel yang harga permeter perseginya mencapai kisaran Rp 1 juta 200 ribu.

“Tergantung jenis kaca yang dibuat dan tingkat kerumitan motifnya,” paparnya.

Walau pemasarannya dari lewat mulut ke mulut tapi karena kualitas dan nilai seni karyanya cukup tinggi membuat pesanan yang datang juga banyak mengalir. Selain hal itu karena konsumen bisa bebas memesan dengan memilih bentuk dan motif sesuai selera.

“Iya, biasanya konsumen minta dibuatkan desain sampel gambar motif terlebih dulu sesuai permintaan,” ujarnya.

Untuk informasi dan pemesanan bisa menghubungi di nomor telpon/SMS/WhatsApp-nya 081346565568.

“Silahkan kontak saja, dari pemesanan luar kota bisa dikirim lewat paket ekspedisi kok,” pungkasnya. (*)

Facebook Comments