HomeNewsZahra Karateka Kecil Meniti Prestasi Sejak Dini

Zahra Karateka Kecil Meniti Prestasi Sejak Dini

0 0 likes

Bagikan

kabarblora.com – Febilia Alfionita Zahra Daniawan atau Zahra (12), bocah perempuan kelas 6 SD Kedung Jenar, Blora ini punya segudang prestasi yang membuat iri banyak orang tua. Di usianya yang masih 12 tahun, Zahra sudah menyabet sederet kejuaraan Karate di tingkat Kabupaten. Zahra pernah menyabet 5 prestasi. Yaitu 2 kali juara 3 kumite SD putri O2SN 2018, 1 kali Juara 2 Kata SD putri O2SN 2018, dan Juara 1 Kata SD putri POPDA 2019 di Blora.

Di Pekan Olahraga Porseni Daerah (POPDA) tingkat Jawa Tengah bulan Juni 2019, Zahra akan berangkat juga mewakili Karate tingkat Sekolah Dasar.

Zahra Bersama Kedua Orangtuanya (Foto: istimewa)

Dulunya dari pihak orang tua Zahra belum mengizinkannya mengikuti Karate sejak dini. Hampir sama dengan kebanyakan para orang tua yang rata-rata memandang ilmu beladiri seperti karate belum bisa diajarkan kepada anak Kecil. Ia khawatir Zahra terluka.

“Dulu saya khawatir semangat belajarnya anak saya hanyalah keinginan sesaat. Jika dia merasa bosen (jemu), akan langsung ditinggalkan,” ujar Eny Praestyoningsih sang Ibu.

Menurutnya, beberapa ibu juga pasti akan cemas bila latihan Karate justru akan membuat sang anak seperti halnya Zahra menjadi anak yang suka berkelahi. Namun ada pula Ibu yang melihat beladiri hanya cocok untuk anak laki-laki.

Mendengar paparan ini, sang ayah Zahra berucap, “Padahal olahraga beladiri karate baik buat si Kecil, lho Ibu,” kata Purwantoro sang ayah.

“Dengan mengikuti latihan yang teratur, badannya akan lebih sehat dan tumbuh menjadi anak yang percaya diri. Kalau takut takut Zahra belum bisa konsisten mengikuti kegiatan rutin, tidak masalah. Setidaknya ibu sudah memperkenalkan ilmu baru pada Zahra,” ucap sang ayah Zahra lagi.

Menurutnya, materi pelajaran Karate untuk anak usia dini menekankan pada aspek kebugaran dan teknik dasar yang benar. Zahra akan mendapat tambahan waktu berolahraga karena pada saat latihan melakukan pemanasan, biasanya diawali gerakan berlari keliling lapangan. “Mereka juga belajar cara menendang yang lurus dengan posisi punggung kaki yang benar, serta melakukan kuda-kuda yang kuat,” tambah sang Ayah Zahra yang berprofesi seorang guru di SMK N 1 Blora.

Secara teori menurut ayahnya, olahraga Karate juga bisa melepaskan kepenatan belajar dan tekanan psikologis lainnya yang dipendam Zahra. Sementara bagi Zahra yang kurang percaya diri, olahraga Karate akan membentuknya menjadi anak pemberani terutama saat situasi genting. Sebab latihan bisa meningkatkan mekanisme pertahanan diri dan membuatnya lebih cepat refleks terhadap serangan.

“Untuk Zahra, saya menyarankan agar mempelajari karate dengan gerakan kinestetik seperti layaknya menari, memiliki seni namun tegas dan cepat. Jika Ibu khawatir latihan Karate akan buat Zahra jadi kelewat tomboy, Saya sarankan untuk mengimbangkan dengan kegiatan lain yang bersifat feminim.” Bekal untuk Zahra dan Ibunya dari Purwantoro sang Ayah. Rabu, (13/3/2019).

Facebook Comments