HomeGaya HidupBPSMP Sangiran Lakukan Identifikasi Fosil Gajah Purba Temuan Jelajah Blora

BPSMP Sangiran Lakukan Identifikasi Fosil Gajah Purba Temuan Jelajah Blora

Gaya Hidup Jawa Tengah Komunitas News Sosial Wisata dan Budaya 0 0 likes 1.2K views share

kabarblora.com – Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran melakukan identifikasi fosil gajah purba yang ditemukan Tim Jelajah Blora di areal persawahan, Dukuh Badong Kidul, Desa Klopodhuwur, Kecamatan Banjarejo, Kabupaten Blora, Selasa (18/9) pagi sekitar pukul 07.30 WIB di markas Jelajah Blora, Kelurahan Mlangsen Kecamatan Blora Kota.

“Identifikasi ini adalah tindak lanjut dari penemuan fragmen fosil gajah bulan Juni 2016 lalu. Setelah kami berkirim surat ke Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran untuk permohonan peninjauan temuan. Namun karena hari ini dari kawan-kawan geologis BPSMP Sangiran tidak datang, maka kawan-kawan arkeologis menggunakan waktu untuk melakukan pengidentifikasian,” kata Eko Arifianto (41) Koordinator Jelajah Blora.

Fosil dengan berat 17, 56 kg ini ditemukan pertama kalinya oleh Mbah Djati (75) seorang petani pemilik lahan pada bulan April 2016 ketika sedang menggarap sawah. Karena cangkulnya menghantam benda yang keras, oleh dirinya akhirnya “batu” tersebut digali, diangkat dan dipindahkan ke pematang.

“Nggih, Mas, riyin mergi pacule kula natap watu niku, akhire kula pundut lan kula pindahke ting galeng (Iya, Mas, dulu karena pacul saya membentur batu itu, akhirnya saya ambil dan saya pindahkan ke pematang sawah),” ujar Djati sambil menunjukkan lokasinya.

Tak berselang lama, pada Minggu (5/6/2016) tim Jelajah Blora yang saat itu melakukan penjelajahan dengan sisir permukaan di daerah tersebut menemukan sebongkah batu yang ternyata fosil bagian kaki gajah purba. Hingga tim jelajah langsung berkoordinasi dengan DPPKKI (Dinas Pariwisata Perhubungan Komunikasi dan Informatika) Kabupaten Blora dan ditindaklanjuti dengan identifikasi dan survey lapangan dengan menemukan fragmen-fragmen fosil yang lebih kecil. Namun karena hingga tahun 2018 ini tidak ada perkembangan untuk tindak lanjutnya, akhirnya tim Jelajah Blora memutuskan berkirim surat kepada BPSMP Sangiran agar menindaklanjutinya.

“Kami berharap dari peninjauan, identifikasi dan tindak lanjut penemuan ini, semoga bisa menguak misteri dan memberikan petunjuk lebih banyak lagi kepada masyarakat luas mengenai evolusi gajah di Blora serta teka-teki missink link interaksi antara manusia purba dan lingkungannya,” tandas Eko yang sejak tahun 2003 mengumpulkan fosil-fosil temuannya.

Sewaktu dikonfirmasi, Yudha Herprima Konservator Bagian Seksi Pelindungan BPSMP Sangiran mengatakan bahwa dirinya kemarin membaca surat dari komunitas Jelajah Blora yang isinya permohonan peninjauan temuan.

“Iya, namun karena dari teman-teman geologis masih melakukan ekskavasi di Trinil, maka hari ini kita agendakan untuk melakukan pengidentifikasian fosil terlebih dahulu,” ujar Yudha di sela-sela pengidentifikasian.

Setelah fosil diidentifikasi oleh tim dari BPSMP Sangiran, diketahui bahwa fragmen fosil tersebut termasuk dalam taxonomy Proboscidea, elemen fragmen distal femur sinistra dengan dimensi panjang 46,5 cm dan lebar 28,0 cm sedimen karbonatan dan warna 10YR8/2 (Very Pale Orange), 10YR8/2 (Pale Yellowfish Orange) dan 10YR6/6 (Dark Yellowfish Orange).

“Iya, hari ini kita lakukan proses identifikasi dan perekaman data fosil secara anatomis dan taksonomis, serta perekaman data sedimen pada fosil. Ini merupakan fragmen distal femur sinistra Proboscidae atau bagian bawah tulang paha kiri,” terang Marlia Yuliyanti Rosyidah Pengkaji Pelindungan Situs Manusia Purba dengan didampingi Nurul Fadlilah Konservator BPSMP Sangiran dan Rindy Gita Wahyuni Staff Seksi Pelindungan BPSMP Sangiran.

Diterangkan bahwa di tahun 2009 lalu juga ditemukan fosil gajah purba (Elephas hysundrindicus) di Dusun Sunggun, Desa Medalem, Kecamatan Kradenan, yang saat ini replikanya dipajang di utara Alun-Alun Blora. (*)

Facebook Comments