HomeJawa TengahAksi Damai Hari Tani Nasional ke – 57, Ratusan Petani Blora Menolak Pungli

Aksi Damai Hari Tani Nasional ke – 57, Ratusan Petani Blora Menolak Pungli

Jawa Tengah Komunitas Suara Warga 0 1 likes 965 views share

Ratusan petani Randublatung dan Mendenrejo menolak program Perhutanan Sosial dalam SK Nomor 713/04.4/PPb-Ren/Rdb/Divre-Jateng, dan menolak intimidasi terhadap petani.

Aksi Damai di depan KPH Randublatung (Foto: Eko Arifianto) 

 

Kabarblora.com –Aksi damai dilakukan ratusan petani di depan kantor Perhutani KPH Randublatung, kabupaten Blora dalam rangka memperingati hari Tani Nasional ke – 57. Kurang lebih 500 petani dari Desa Temulus, Desa Pilang, Kecamatan Randublatung, dan Dukuh Bapangan, Desa Mendenrejo, Kecamatan Kradenan melakukan long march.

Para petani tergabung dalam beberapa organisasi, seperti Lidah Tani, Bapertani, Aredo, Forkom BS dan LBH BC. Elemen – elemen masyarakat tersebut manamakan diri sebagai Front Perjuangan Rakyat (FPR).

Long March (Foto: Eko Arifianto)

 

Aksi yang digelar Selasa, 26 September 2017 dimulai pukul 07.30 WIB dengan berjalan kaki dari rumah Lumadi (Wakil Ketua Lidah Tani) di Desa Temulus, Kecamatan Randublatung. Peserta aksi damai tiba di kantor KPH Randublatung sekitar pukul 09.30 WIB. Peserta aksi yang mengikuti long march membawa berbagai poster yang berisi aspirasi petani. Aksi ini mendapat pengawalan dan pengamanan sejumlah 257 personil gabungan Kepolisian Resort Blora yang dipimpin oleh Kapolres Blora AKBP Saptono, S.I.K, M.H.

(Pengawalan Polisi) Foto: wawasan.co

 

Dalam orasinya selama 15 menit, koordinator aksi Lukito (43) menyampaikan beberapa penolakan,

Menolak program Perhutanan Sosial, ‌menolak Nomor 713/04.4/PPb-Ren/Rdb/Divre-Jateng.

Menolak tindakan sewenang-wenang Perhutani terhadap kaum tani.

Memprotes tindakan Perhutani yang tidak menghormati Lidah Tani sebagai organisasi yang sah.

Menolak pungutan liar yang dilakukan oleh oknum Perhutani kepada petani penggarap sawah hutan Rp.400.000,- (empat ratus ribu rupiah) sampai dengan Rp.1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah).

KPH Randublatung akhirnya mengizinkan 10 orang perwakilan dari FPR untuk berdialog di ruang pertemuan kantor KPH Randublatung. Perwakilan peserta aksi diterima langsung oleh Administratur Perhutani KPH Randublatung, Ir. Joko Sunarto.

Audiensi (Foto: Eko Arifianto)

 

Lukito menyampaikan aspirasi petani, salah satunya adalah terkait praktik pungutan liar atau penarikan uang kepada para petani pengarap lahan di kawasan Perum Perhutani.

Administratur Perhutani KPH Randublatung menerangkan bahwa dari pihak Perhutani tidak ada program penarikan atau pungutan seperti yang dimaksudkan.

“Apabila ada oknum Perhutani yang melakukan pungutan kepada petani penggarap sawah hutan akan ditindak tegas,” kata Joko Sunarto.

 “Beban biaya Rp.400.000,-  itu tidak ada, dan bila ada oknum Perhutani melakukan pungutan liar terhadap petani penggarap sawah hutan, akan kita tangkap dan kita serahkan ke KPH Randublatung,” kata Lukito (Koordinator Aksi).

Aksi yang berjalan damai dan tertib ini selesai pukul 11.00 WIB ditutup dengan do’a bersama dan kemudian peserta berjalan kaki kembali ke rumah masing-masing.

Sumber http://tarranews.com/8497/menolak-pungli-perhutani-ratusan-petani-randublatung-dan-mendenrejo-kab-blora-melakukan-aksi/

Facebook Comments